
Hari demi hari telah berlalu, kini mereka sudah kembali lagi ke Jakarta. Kembali dengan status Gea yang sudah berubah jadi istri dari Gaza dan menantu dari keluarga Geovani.
Selama beberapa hari menikah, Gaza sangat memperlakukan Gea dengan sangat baik, bahkan melebihi yang sebelumnya. Gea jadi merasa jadi wanita yang paling beruntung dan istimewa memiliki laki-laki seperti Gaza.
Gea bahkan sampai sudah seperti fans garis keras dari Gaza. Hal tersebut pun tak pernah luput dari pantauan Mama Hani. Dia merasa bahagia, karena menantu dan anaknya selalu tersenyum dan saling memberikan cinta.
Bahkan saking bahagianya, Mama Hani rela membiarkan Alwin untuk terus tidur bersamanya agar Gea segera hamil. Karena keduanya memang sengaja tidak akan menunda momongan.
*
*
"Terima kasih Ga, karena kamu sudah hadir dan menetap ke dalam hidupku. Aku tidak pernah menyangka akan memiliki kehidupan bahagia seperti ini. Terima kasih, karena kamu selalu memperlakukan aku seperti putri."
Gaza tak menjawabnya dengan kata-kata melainkan dengan sebuah ciuman lembut. Gea pun memejamkan matanya dan merasakan lembutnya ciuman Gaza.
Ketika ciuman itu terlepas, Gaza memegang pipi Gea dan menempelkan kening mereka.
"Harusnya aku yang berterima kasih karena kamu mau memberikan aku kesempatan untuk membahagiakan kamu dan masuk ke dalam hidup kamu dan juga Alwin. Jangan berubah ya! Tetap jadi Gea yang seperti ini."
Gea mengangguk. Lalu Gaza malah memainkan hidungnya di hidung Gaza sampai Gea merasa geli sendiri.
Suara Mama Hani yang memanggil mereka untuk masuk ke rumah pun, jadi menghentikan keromantisan keduanya.
"Gaza, Gea, masuk ke rumah. Hari sudah mulai gelap. Pamali!"
"Iya ma," jawab Gaza.
Keduanya pun masuk ke dalam rumah dengan tangan yang saling bergandengan.
Makam malam pun telah tiba. Semuanya berkumpul kecuali Papa Geovani yang berada di luar kota. Mereka bercanda ria dan tertawa bersama. Ditambah hadirnya Alwin menambah keramaian di malam itu.
Selesai makan, Gea dan Gaza duduk di ruang keluarga sambil menonton televisi. Lebih tepatnya sih menemani Alwin yang menonton.
Gaza selalu memandangi wajah Gea dengan penuh cinta. Hal itu membuat Gea jadi salah tingkah.
__ADS_1
"Jangan natap aku kaya gitu!"
"Kenapa sih sayang?" tanya Gaza.
Gea yang dipanggil sayang jadi merona merah di pipinya.
"Ya pokoknya jangan natap kaya gitu disini," larang Gea lagi.
"Oke, nanti aku natap kaya gitu nya di kamar. Sekalian main kuda-kudaan sama kamu," ucapnya sambil tersenyum penuh arti.
Gea yang tahu maksudnya jadi salah salah tingkah lagi dan memukul lengan Gaza.
"Bicaranya jangan keras-keras, kamu tahu sendiri kan sekarang Alwin sudah mulai bicara. Dia akan menirukan apapun yang dia dengar."
"Hehe, oke sayang."
Cup!
Gaza mengecup bibir Gea kemudian pergi dari ruang keluarga. Gea hanya bisa senyum sambil geleng-geleng kepala.
Malam pun tiba, Gea kembali ke kamarnya setelah menidurkan Alwin dan dibawa ke kamar Mama Hani. Sesampainya di kamar, Gaza sudah berbaring sambil memainkan ponselnya.
"Lihat apa? Sepertinya serius sekali!" tanya Gea.
"Ini ada berita, katanya ada wanita gelandangan yang melahirkan di emperan toko. Tapi kalau aku perhatikan wajahnya. Seperti tidak asing. Coba deh kamu lihat!"
Gaza memperlihatkan video yang ia lihat ke Gea. Gea terkejut bukan main. Matanya tidak salah, wanita itu adalah Selena. Mantan istri pertama dari mantan suaminya.
"Ga, dia Selena. Aku tidak menyangka hidupnya akan seperti ini sekarang. Semoga saja dia bisa menjaga anaknya dengan baik."
"Tapi, katanya dia juga memiliki gangguan kejiwaan Ge. Makanya setelah melahirkan, anaknya dibawa ke panti asuhan oleh warga. Berita ini jadi viral akhir-akhir ini. Apalagi ditambah dengan katanya dia mantan seorang model."
"Astaghfirullah, kasihannya Selena. Semoga dia bisa pulih kembali."
"Ya, mungkin itu adalah sebuah karma dari perbuatan buruk yang dilakukannya padamu."
__ADS_1
"Entah." Gea mengangkat bahunya tidak tahu.
"Sini, daripada bicara tentang orang lain, aku ingin bicara tentang kita. Apa disini sudah ada yang tumbuh?" tanya Gaza sambil memeluk Gea dan menyentuh perut Gea.
"Aku tidak tahu. Lagian kita kan menikah baru 3 mingguan Ga," jawab Gea.
"Siapa tahu aja dia sedang berjuang untuk jadi kecebong di perut kamu."
"Kita berdoa aja semoga cepat tumbuh."
"Kalau berdoa saja tidak cukup Ge. Kita harus berusaha juga," ucapnya dengan senyuman manis penuh arti.
Dengan gerakan cepat, Gaza sudah membuat Gea jadi terbaring di bawahnya.
"Hai manis, mari kita mulai," ucapnya kemudian memulai lagi pergulatan panas di malam yang dingin kala itu.
Tamat
*
*
Terima kasih kepada semua pembaca yang sudah membaca cerita ini hingga akhir. Aku berencana membuat beberapa part bonus untuk cerita ini. Jadi ditunggu aja ya.
Selagi ditunggu silahkan mampir ke cerita terbaru yang lain.
Pernikahan Dadakan.
Take Me to Your Heart
Alyssa & Mario : Sahabat jadi Cinta
__ADS_1