
"Katakan! Siapa ayah dari janin yang kamu kandung Selena!"
"Janin? Kamu ini bilang apa sih Mas! Aku tidak hamil. Kan kamu tahu sendiri kalau rahim aku lemah. Kalau pun aku hamil itu pasti anak kamu."
Selena menyangkal apa yang diucapkan oleh David. Karena ia memang merasa tidak hamil. Apalagi ia tidak mengalami muntah-muntah seperti ibu hamil pada umumnya. Namun, seketika ia jadi gelisah, karena pada kenyataannya di hari ini ia memang merasa mual. Tapi, ia tetap tidak percaya kalau dirinya hamil. Apalagi ketika ia melakukan hubungan terlarang dengan Steve, laki-laki itu selalu menggunakan pengaman.
"Kamu masih mau terus berbohong? Kita mulai melakukan hubungan suami istri lagi beberapa bulan terakhir ini setelah kita saling berbaikan dan kamu tidak terlalu sibuk dengan pekerjaanmu! Tapi dokter mengatakan kalau kamu sedang mengandung dan usianya menginjak Minggu keempat. Itu artinya bukan aku yang membuatmu hamil Selena bahkan kandunganmu kuat tidak lemah seperti apa yang kamu bilang! Lantas apalagi yang kamu sembunyikan dariku, hah?"
David akhirnya meledak juga. Ia tidak bisa terima karena sudah dikhianati oleh wanita yang sangat dicintainya. Bahkan ia rela memilih Selena dibandingkan keluarganya bahkan anak kandungnya sendiri. Tapi apa ini? Ia malah mendapati istrinya hamil dengan laki-laki lain.
Di saat David masih meledak-ledak dengan emosinya. Selena masih tak percaya dengan apa yang diucapkan oleh David. Karena ia sudah berhati-hati dalam berhubungan dengan Steve.
"Selena! Kenapa kamu jadi diam hah!? Siapa yang sudah menghamili mu? Dengan siapa kamu berselingkuh hah?! Aku akan menemuinya dan menghajarnya!"
Tapi, tak satu kata pun keluar dari mulut Selena. Selena hanya memperlihatkan wajah tak percayanya. Sementara isi kepalanya terus saja mendoktrin dirinya kalau hamil dan memiliki anak, ia akan menjadi gemuk, bentuk dadanya pun akan jadi jelek dan tidak kencang lagi kulitnya. Bahkan ia akan mudah keriput, dan bisa saja kariernya akan terancam hancur.
"Argh! Tidak! Tidak!"
Selena malah berteriak karena tidak mau apa yang ia pikirkan jadi kenyataan. Ia tidak ingin punya anak. Ia ingin terlihat awet muda dan kencang kulitnya. Ia juga tidak ingin mengurus anak dan juga begadang hingga membuat wajahnya terlihat tua. Padahal ia sudah berusaha mati-matian selama beberapa tahun terakhir ini. Ia memang sempat hamil anak David, tapi ia sengaja menggugurkannya karena tidak mau mengandung dan akan merubah bentuk tubuhnya. Ia beralasan rahimnya lemah karena tak ingin terus dipaksa untuk hamil dan dengan begitu juga, David jadi waspada dan melindungi dirinya dengan setiap berhubungan selalu mengenakan pengaman.
David yang kesal karena tak mendapatkan jawaban dari Selena. Malah mencari tahu laki-laki mana saja yang berhubungan dengan istrinya dengan datang langsung ke kantor agensi Selena.
David datang dengan kemarahan yang berapi-api. Ia bahkan tanpa sadar malah membuka aib Selena yang hamil dengan laki-laki lain. Hal itu membuat pihak agensi jadi terkejut, apalagi disana ada wartawan yang memang sedang meliput salah satu kegiatan artis mereka disana.
Karena tidak mau agensinya hancur dan mendapatkan kerugian besar karena berita Selena yang hamil dengan laki-laki lain. Di hari itu juga direktur memecat Selena lewat pesan. Direktur juga memberikan nama-nama model pria yang pernah menjadi partner Selena dalam pemotretan.
__ADS_1
Satu persatu nama-nama itu, David cari tahu alamat rumah maupun kantor tempat mereka bekerja. Setelah bertanya ke beberapa partner itu, tak ada satu pun dari mereka yang mengaku, bahkan mereka pun tahu kalau Selena sudah menikah. Tapi, ketika ia datang ke kantor agensi model pria terakhir yang ada di catatannya, ia tampak terkejut dengan apa yang dilihatnya.
Model pria itu mencumbu wanita sembarangan di depan banyak orang. Bahkan tak segan-segan meraih pinggang wanita itu. Melihat itu, David sangat yakin, kalau laki-laki itulah yang sudah menghamili Selena.
Dengan langkah berani, David menunjukkan dirinya di hadapan Steve. Karena masih kesal dan marah, David langsung menghajar Steve dengan membabi-buta. Tapi, laki-laki itu justru malah tersenyum dan tampak tak membalas pukulan David. Ia seolah-olah tahu apa yang terjadi sebenarnya.
"Pasti kamu sudah tahu kalau istrimu berselingkuh ya?" tanyanya dengan senyum remeh.
"Sialan! Kamu pasti menjebaknya untuk melayani mu kan?"
David masih agak tidak percaya kalau Selena benar-benar mengkhianatinya. Ia beranggapan kalau itu semua adalah jebakan yang dibuat laki-laki di hadapannya ini.
"Cih! Menjebak apanya? Kami bahkan melakukannya secara sadar. Bukan aku yang menggodanya duluan. Tapi istrimu sendiri yang menggodaku dengan pakaian yang sangat seksi, bahkan buah dadanya terlihat menyembul di depan mataku. Namanya juga kucing kalau dikasih ikan pastinya akan langsung memakannya tak peduli ikan itu milik siapa."
David mengepalkan tangannya kemudian memukul Steve kembali. Ia benar-benar marah akan apa yang didengarnya. Ingin rasanya ia tidak percaya. Tapi, semuanya memang nyata, istrinya kini tengah hamil dan itu bukanlah anaknya. Tak pernah terpikirkan sama sekali oleh David, Selena akan bermain api dengan lelaki lain di belakangnya.
"Lalu, apa kamu menuduhku sebagai ayah dari anak yang dikandung oleh istrimu?"
"Tentu saja iya."
"Aku bahkan tidak percaya kalau janin itu adalah anakku. Mengingat Selena pun menggodaku, padahal ia telah bersuami. Bisa saja ia menggoda pria lain juga," ucap Steve yang tak mau mengakui janin itu adalah anaknya. Meskipun ia ingat kalau di malam itu, ia sedikit mabuk dan lupa memakai pengaman saat berhubungan dengan Selena. Tapi, ia belum siap untuk menjadi seorang ayah. Bahkan ia masih ingin bermain-main dengan banyak wanita.
"Argh!" David berteriak dengan keras, karena ia pun bingung siapa yang telah menghamili istrinya. Ia pun pergi dari kantor agensi Steve dan pulang ke rumahnya ingin menanyakannya sekali lagi ke Selena.
*
__ADS_1
*
Selena yang masih terkejut karena ia dinyatakan hamil, dibuat semakin terkejut lagi ketika ia mendapatkan pesan dari direkturnya kalau ia telah dipecat jadi model di agensi yang selama ini menaungi dirinya. Selena melempar segala benda yang ada di dekatnya sembarangan. Kemudian ia memukul-mukul perutnya supaya keguguran. Ia bahkan dengan sengaja memesan minuman yang bisa menggugurkan kandungan. Hanya saja usahanya tidak pernah berhasil.
Sampai ia mendengar pintu apartemen yang terbuka.
David kembali lagi ke rumah dengan keadaan yang berantakan. Sorotan mata laki-laki itu masih tajam dan mengintimidasinya.
"Selena! Cepat katakan dengan jujur siapa ayah dari janin itu? Apakah orang itu adalah Steve? Salah satu model pria yang pernah satu projek pemotretan denganmu?" tanya David.
Selena masih terdiam. Ia bingung darimana David tahu tentang Steve. Seketika ia teringat akan dirinya yang tiba-tiba dipecat tanpa ada alasan apapun.
"Apa yang kamu katakan ke pihak agensiku hah? Kenapa pihak agensi sampai memecat ku dari sana.?" tanya Selena dengan marah-marah.
"Aku hanya meminta daftar laki-laki yang pernah bertemu denganmu itu saja. Eh, tapi sepertinya aku juga tanpa sadar malah membuat aibmu," ucap David yang baru saja teringat akan ulahnya.
Selena jadi marah besar dan melemparkan vas bunga yang ada di atas meja ke arah David. Untungnya, David bisa menghindar.
Selena menangis sejadi-jadinya sampai tubuhnya bersimpuh di lantai.
"Hiks ... Selama ini aku berjuang mati-matian untuk meraih mimpiku. Tapi kenapa kamu dengan mudahnya malah menghancurkannya? Kenapa?"
David yang tak mau disalahkan dan memang itu bukanlah salahnya jadi emosi lagi. Ia meraih dagu Selena dan mencengkeramnya kuat-kuat.
*
__ADS_1
*
TBC