Dinikahi Gus Dingin

Dinikahi Gus Dingin
24. Dinikahi Gus dingin.


__ADS_3

kehamilan Amelia sudah masuk Minggu 38, dimana para ibu muda menantikan sang buah hatinya. termasuk Amelia sama Gus Nizam.


"sayang sekarang ada jadwal periksa kan ke rumah sakit? mas antarnya mumpung libur sekalian pulangnya kita jalan-jalan dulu" ucap Gus Nizam.


"boleh tuh mas, kita jalan-jalan pulang dari rumah sakit, udah lama kita gak jalan bareng mas" jawab Amelia begitu semangat mendengar ajakan suaminya.


"ya, udah kita berangkat dulu yuk, keburu siang sayang" ucap Gus Nizam mengajak istrinya masuk kedalam mobil.


"iya mas suami, ayo kita berangkat" jawab Amelia.


"iya sayang kita berangkat bismillah" ucap Gus Nizam tersenyum ke arah sang istri yang sudah duduk disampingnya.


awal pernikahan, mereka emang dikatakan baik tapi semakin baik hubungannya, ada ke salah pahaman mereka alami terutama Amelia, yang tau ada seorang ustadzah menyukai suaminya malah menawarkan ingin jadi istri kedua. yang waktu itu Amelia sedang hamil muda. sejak kejadian Amelia teejatuh hampir saja kehilangan calon anaknya Gus Nizam mulai perhatian dan kasih sayangnya tulus pada dirinya.


sampai saat ini, mereka dikatakan keluarga harmonis, tapi di balik itu, lika-liku rumah tangga mereka gak segampang yang dikatakan, oleh orang-orang.


"mas, mau itu" Tunjung Amelia melihat ada penjual rujak depan rumah sakit.


"sebentar iya jangan turun biar mas beliin kamu rujak itu." jawab Gus Nizam.


Gus Azmi sudah sampai ke pedagang kaki lima, untuk membeli rujak buat istri tercinta. setelah membeli rujak Gus Nizam kembali membawa rujak itu. tapi pas lihat istrinya keluar dari mobil Gus Nizam melihat ada sepedah motor disebrang sana, Gus Nizam berteriak.


"sayang awas ada sepedah motor melaju kencang" ucap Gus Nizam berlari kencang menyelamatkan sang istri.


Amelia berhenti ditengah jalan saat mendengar teriakan suaminya. yang berlari ke arah dirnya.


"mas kenapa lari-lari seperti itu" ucap Amelia.


"sayang awas," jawab Gus Nizam mendorong istrinya dan dirinya tertabrak oleh sepedah motor terpental jauh.


sedangkan Amelia, terjatuh ke tepi jalan dan mengeluarkan darah dan air ketuban bersamaan merasa sakit diperut tapi iya berlari ke arah suaminya.


"mas bangun " teriak Amelia mengoyang-goyang tubuh sang suami yang penuh luka dan darah.


"tolong.....tolong..." teriak Amelia histeris ada seorang ibu dan bapak menghampiri mereka.


"ada apa nak kenapa kalian?" tanya kedua orang tua itu.


"pak, Bu tolong suami saya hikk hikk..." ucap Amelia menagis.


"astaghfirullah pak pihak rumah sakit sekarang mereka butuh nantuan secepatnya" ucap ibu tua tapi cantik.


"baik mamah" jawab bapak tua tapi tampan.


"mas, bertahan aku mohon, jangan tinggalkan aku sama anak kita mas bangun" ucap Amelia mengguncang tubuh suaminya yang tidak sadarkan diri.


"nak sabar sayang, semoga suami kamu baik-baik saja, ingat sayang kamu lagi hamil kamu juga harus tenang " kata ibu itu.


setelah lima menit para dokter dan suster datang menolong mereka berdua.


"hubungi pihak keluarga pak " ucap doker.


" baik kami akan menghubungi keluarga korban " ucap pak itu.


setelah mereka menghubungi oiha kekuarga, dan mereka ditangani oleh dokter. tidak lama kedua keluarga datang bersamaan. dan menanyakan kabar tentang anak dan menantunya.


"Assalamualikum" salam semua anggota keluarga korban.

__ADS_1


"waikumsalam "jawab ibu dan bapak yang punya rumah sakit ini.


"maaf mbak, mas bagaimana keadaan anak dan menantu saya" ucap ummi fatimah


"kalau yang permpuan sedang ditanganin oleh dokter kandungan, di dalam sana, sedangkan suaminya sedang ditanganin di IGD karena cukup parah keadaannya. biar suami saya ikut masuk dan menolong anak ibu" jawab Bunda arani


" astaghfirullah" ucap semuanya.


"siapa yang ingin melukai mereka? mbak kenapa, mereka mengalami kecelakaan seperti ini" ucap bunda arani.


"ini udah takdir Allah bagi mereka harus kasih semangat buat mereka dan mendoakan mereka bunda, jangan kita lihatkan kesediahan kita terhadap putri kita kasihan dia" ayah arga


"benar kata kyai jangan kita tunujkan kesedihan kita pada Amelia kondisi suaminya mulai memburuk, semoga Allah memberi umur panjang buat putra kita" ucap farhan


*****


Amelia sudah melahirkan bayi cantik dan tampan terdengar suara tangisan menggema di seluruh ruangan kamar persalinan.


oooeee...oooee...


tangisan bayi kembar sangat kencang mereka merasakan kalau ayahnya akan meninggalkan untuk selamanya....


"ya Allah dok kenapa bayinya semakin kencang tangisannya, apa mereka merasakan akan terjadi sesuatu kepada salah satu orang tuanya dok"tanya salah satu suster yang memandikan mereka.


"mungkin bisa jadi sus" jawab dokter.


deg....


hati Amelia merasa sakit setelah mendengarkan apa yang di ucapkan suster dan dokter rasanya ingin berlari ke arah kamar suaminya berada.


****


ceklek ...


"bagaimana dengan putra kami dok" ucap ummi fatimah.


"kita lihat dulu kondisinya Bu, saya belum bisa menentukan soalnya para dokter lain sedang berusaha yang terbaik untuk kesembuhan pasien ya Bu pak " jawab dokter muda itu.


"apa akan selamat dok, putra saya, lakukan yang terbaik saya tanggung semua biayanya dok, saya mohon dok selamatkan putra ku satu-satunya." ucap ummi fatimah.


"kita serahkan pada Allah Bu, soalnya dokter hanya sebagai pelantara saja , kita kembalikan lagi pada Allah SWT Bu yang akan menyembuhkannya " ucap dokter muda itu.


"ummi sabar kita doakan kak, sama mbak Amelia semoga mereka baik-baik saja." ucap Salma.


"iya sayang kita doakan mereka bersama semoga mereka baik-baik saja." jawab ummi.


*****


ceklek.....


suara pintu ruangan persalinan terbuka disana keluarlah dokter dan suster menggendong menyerahkan ke pihak rumah keluarga.


"assalamualaikum, Bu pak" salam dokter Widi.


"walaikumsalam jawab sermpak semua


"Widi, gimana ke adaan Amelia" ucap bunda arani.

__ADS_1


"alhamdulilah baik dan kedua bayi kembarnya sehat. tapi tak henti menangis menurut Widi, ada yang akan terjadi Bun" kata Widi.


"apa, Widi jangan asal bicara kamu nak" ucap ayah Arga.


"yah Widi serius kalau bayi gelisah atau nangis kencang pertanda akan merasakan salah satu orang tuanya akan pergi meninggalkan jauh untuk selamanya." jawab Widi.


"kita doakan menantu ayah baik-baik saja" ucap ayah Arga.


"loh emang Gus Nizam kenapa yah, pantes Lia gelisah pas mau melahirkan tadi." jawab Widi


"suami Amelia sedang ada di ruangan IGD Widi, ayah takut terjadi apa-apa sama Gus Nizam." ucap bunda arani


"sebentar ayah, bunda Widi harus masuk kedalam biar jelas keadaannya." jawab Sindi berpamitan pergi.


"dok Widi dipanggil dokter Wahyu" ucap suster.


"oke" jawab singkat Widi.


ceklek ....


pintu IGD terbuka Widi masuk dan bertanya pada rekan kerjanya semua.


"bagaimana, keadaannya sekarang" ucap Widi menatap tajam semua dokter.


"semua masih sama pasen menolak darah, dan menolak semua alat yang menempel di tubuh pasen." ucap dokter Rasya.


"bagaimana bisa pasen menolak semua ini, apa gak bisa dengan jalan lain" ucap Widi lagi geram pada rekan kerjanya


saat perdebatan semua dokter suster yang membantu berteriak.


"dok lihat pasen membuka matanya." ucap suster .


"dok, kemari" ucap Gus Nizam.


"ke siapa ?" tanya dokter Widi


"saya mau ngomong sama dokter itu sebelah dokter Widi" jawab Gus Nizam mengatur nafasnya.


" dok bisa bantu saya" ucap Gus nizam lagi.


"bantuan apa yang anda inginkan dari saya." jawab dokter Rasya yang iba melihat kondisi lemah Gus Nizam.


"sebagai permintaan terakhir saya, maukan kamu menikahi istri saya dan menjaga kedua anak saya, saya mohon kamu pria baik dan taat agama kamu pura kyai amar. Muhammad Rasya amar alhafidz." ucap Gus Nizam.


"tapi, " belum sempat melanjutkan omenganya Gus Nizam sudah memotongnya.


"saya percaya sama kamu dokter Rasya akan menjada istri saya dan anak saya." ucap Gus Nizam.


"saya mohon sama kamu dokter saya akan meninggalkan dia untuk waktu lama, saya berharap dokter mau" sambung gus Nizam.


dokter rasya sangat serba salah, ada diposisi ini, takut istrinya menolak dan tidak menerimanya.


dokter Rasya, melihat ke arah para dokter yang ada disana mereka menanggukan kepalanya tandanya setuju.


"baik Gus, saya menerimanya, dan saya bisa balas Budi sama Gus dulu selalu bantu saya saat saya hampir mati dikotoyok preman " jawab dokter Rasya .


"terimakasih saya akan pergi dengan tenang." ucap Gus Nizam.

__ADS_1


"Widi tolong panggil istri saya dan keluarga saya." sambung Gus nizam lagi.


__ADS_2