
❤️Lima tahun ❤️
Ke empat anak tumbuh, bersama sikembar dan satu ke satu sikembar tumbuh bersama sama . Setelah perpisah Jauh tapi pasti ada kerinduan. Keempatnya selalu berkomunikasi dengan baik selalu diterapkan sing menghormati, saling menyayangi satu sama lain, saling menjaga.
Di Indonesia tumbuh kah ke dua anak, dengan baik, cantik, baik dan sopan, sedangkan ke dua gadis cantik yaitu Ning Safa dan juga Ning Aisyah.
Kalau Ning safa cantik seperti umminya Ning salama, putri dari kapten faiz dan salma.
Sedangkan Ning aisyah dia menggunakan cadar, tumbuh cantik, anggun, sopan, dan lembah lembut pintar, dia mirip kedua orang tuanya. Dia memiliki sikaf tegas seperti abinya, lembah lembut kaya ummanya. Dan Gus rasya.
"Assalamualaikum, kak hilya" salam bocil safa dan aisyah. Bocil usia 5 tahun.
"Walaikumsalam, dek, ada apa?" Tanya Ning hilya. Pada kedua adiknya.
"Tante hilya, safasama aisyah kangen adik kembar" ucap mereka berdua mengadu kepda kakaknya.
"Hmm, tante, juga kangen bagaimana kita temuin ayah kalian, Tante aja biar nelpon ayah, sama bunda bagaimana kalian setuju?" Tanya Ning hilya pada Ning safa sama Ning Aisyah.
"ais setuju tante" ucap. Ning aisyah mentap Kaka safa.
"safa juga setuju tante ayo kita cari ayah rasya sekarang" jawab Gus safa bersemangat mencari ayah Rasya Ayah dari Ning aisyah.
Mereka betiga berjalan bersama mencari sosok gus rasya yang belum kelihatan batang hidungnya, mereka mencari sekitar pasantren sehingga sampai di asrama putra disana lah sang Gus Rasya berada.
"Assalamulaikum, ayah" salam Gus aisyah karena Tante hilya sama Ning safa menunggu dikursi dekat area asrama putra.
"Walaikumsalam, Ning kecil" salam semua santri putra.
"Ayah, ais boleh minta tolong gak" ucap Gus aisyah.
"Minta tolong apa sayang" jawab Gus rasya menggendong putri bungsunya.
"Ayah, kita kesana ada tante hilya sama kak safa menunggu di sana!! Ayah boleh telpon sama kakak Azzam sama kak azzura kami rindu mereka" ucap Gus aisyah menangis.
__ADS_1
"Cup, cup, boleh dong sayang, kebetulan tadi ada pesan dari mama kalian kangen dan ingin melihat kalian tumbuh" jawab Gus rasya yang mengusap air mata putri bungsunya.
"ayoh ayah telpon papa sama mama,nanti keburu papa kerja." ucap Aisyah
Gus Rasya membawa Ning aisyah, ke tempat dimana putri adik iparnya menunggu, disana udah ada bunda amelia, ummi Salma dan tanteu hilya . Yang menunggu kedatangan mereka di susul oleh Faiz.
"Ayah" teriak Ning safa.
"Sayang salam dulu " seru gus rasya pada sang putri.
"Assalamualaikum ayah" salam Ning safa.
"Walaikumsalam sayang, ada apa Hmm" jawab Gus rasya memeluk sang putri dari adiknya.
"Ayah kami semua menunggu Aysh menelepon mama salwa sama papa andre cepatlah ayah" ucap Ning safa.
"Baiklah tuan putri Abi nelpon ayah kalian dulu tunggu" jawab Gus Rasya.
"Siap komandan " ucap semua anak hormat pada sang Abi.
Tuttttt......tuuuuttttgg.....tuuuuttyg....
Panggilan tersambung....
"Walaikumsalam papa" jawab sermpak anak-anak..
"Masya Allah, anak-anak papa sekarang udah besar?" Tanya papa menangis merindukan kalian.
"Iya papa, papa gak kangen sama Aisyah, dan Safa papa,,?? papa jahattt gak pulang... Hikkk ....hikk." ucap merreka menangis bersama.
"papa kangen kalian apa kalian tidak ingin memeluk papa yang jahat ini" suara latang Andre yang datang bersama andra.
Semua menoleh ke arah suara. Disana mereka bertiga berlari berhamburan ke pelukan Andre dan juga andra
"papa jahatt,, kenapa lama ninggalin kami"ucap mereka semua..
"papa gak akan pergi lagi kan? tugasnya di sini saja jangan yang jauh" jawab safa.
"Maafin papa, Deddy sama mama,mommy sayang, itu udah tugas papa sebagai abdi negara sayang. Jadi mau gak mau ayah harus jalani itu" jawab Andre dan juga andra memeluk ke dua anaknya.
"Tapi ais mau papa sama Deddy disini gak boleh pergi lagi. " jawab Gus aisyah.
__ADS_1
"Pokonya papa, ataupun Deddy gak boleh pergi lagi, safa marah sama papa dan juga Deddy gak mau ngomong lagi sama kalian" ucap Safa membalikan badan.
Siapa sagka pria tampan putra dari Gus Nizam memeluk adiknya,.
"dek, jangan marah jelek tau, Azzam akan marah sama adek" ucap Gus Azzam.
"Abang azzam, kamu udah besar sekarang?" Tanya Ning safa.
"Kami udah besar dek" ucap Ning azzura.
"Eh, gadis cantik yang pake cadar siapa?" Tanya Gus azzam
"Dia, adik bungsu abang" ucap Ning safa.
" Apa benar dek ini putrimu sangat pemalu" ucap salwa.
"Iya kak dia putriku " ucap Amelia memeluk putri bungsunya.
"Sayang, kenalin itu mama salwa istri papa andre sayang, yang ini mommy Susi istri dari Deddy Andra kakak kandung bunda amelia, dan ini kak Alina , dan disana kak Aulia sama kak Hilmi ke sayang, dan yang ini kamu pasti udah tau kan waktu itu datang ke rumah dimana kita masih di Korea." Lanjut Salma menatap sang putri bungsunya mbak amelia.
"papa andre, deddy Andra aisyah kangen tau" ucap aisyah.
"papa sama Deddy , juga kangen sayang apa kabar putriku" jawab Andre dan Andra memeluk erat putri bungsu dari adiknya
"Alhamdulilah, sangat baik papa sama deddy, oh papa sama Deddy janji mau memperkenalkan kak alina sama kak Aulia sama Kaka Hilmi sama aisyah " ucap aisyah
"Baiklah papa akan tepati janji papa pada putri papa yang pintar ini" jawab andre...
"Sayang kemarilah" panggil Andre pada alina yang diam.
"I-iya papa " jawab Alina menghampiri sang papa.
" Sayang kenalin ini putri dari bunda amelia, yang bungsu adik si kembar" ucap andre.
"Salam kenal, namaku allina " ucap Nissa memeluk erat aisyah.
"Aku aisyah, kak, kak kenapa menangis " jawab aisyah membalas pelukan sang kakak.
"Al rindu kamu dan kedua adik Al , suka denger cerita dari papa " ucap Nissa.
"Gak papa kok kak, jangan menangis kita saudra kan " jawab aisyah.
__ADS_1
"Bunda, ayah, " langgil aisyah.
"Iya sayang" kompak keduanya.