
di pagi hari Amelia udah bangun, ia sengaja untuk bangun pagi agar bisa jalan-jalan pagi di daerah Bandung. sebelum pulang Amelia sempat ke pasar dia udah terbiasa kalau dipagi hari harus berbelanja di pasar agar segar-segar bahan untuk dipasak.
setelah sampai di pasar Amelia membeli daging ayam, ikan, sayur-sayuran segar disana dan tidak lupa beli buah-buahan dia tidak lupa membeli kesukaan suaminya dan anak-anaknya.
sedangkan di villa seorang pria tampan sudah bangun, mencari keberadaan sang kekasih halalnya. ia tidak menemukan sang istri dimanapun setelah berkeliling villa mencari sosok sang istri.
"Ayah, bunda dimana kok gak keliatan." ucap s kembar.
"ayah juga lagi nyari bunda kalian kok gak ada di villa yah." Jawab Rasya menenangkan sang anak.
"ayah,ayoh kita cari bunda gimana kalau bunda terluka sama Dede bayi." ucap azzura.
"sayang sttt, jangan bicara seperti itu kita doakan bunda dimana bunda, berada." jawab Rasya nasehati sang putri.
"iya ayah maafin zura yah." ucap azzura.
"tuh dek dengerin kata ayah, kita harus mendoakan yang terbaik buat bunda. jangan berpikiran jelek." kata Azzam.
"ayah, kakak tuh marahi zura." adu azzura pada sang ayah.
"udah-udah jangan ribut kita cari bunda ayo" ajak Rasya tidak ingin membela siapapun.
"iya ayah ayo, bunda dimana." ucap Azzam.
__ADS_1
"bunda ayo pulang." ucap azzura.
"ayang kamu dimana kok gak bilang kalau mau pergi."
mereka bertiga mencari keberadaan sang istri. ibu dari anak-anaknya. pas keliling perumahan disana, ketemu sama penjaga komplek.
"assalamualaikum dokter Rasya." salam pak Dadang.
"walaikumsalam pak." jawab Rasya.
"dokter kaya lagi bingung? ada apa yang terjadi." ucap pak Dadang.
"Hmm, saya tadi lihat dokter muda ke pasar dokter Rasya." ucap pak Dadang.
"benarkah pak, lihat istri saya ke pasar.?" tanya Rasya meyakinkan dirinya sama anaknya.
"iya dokter saya tadi menyapanya." ucap pak Dadang.
"lya terimakasih pak infonya saya sama anak-anak pergi dulu menyusul istri saya." jawab Rasya tersenyum.
__ADS_1
Rasya pergi setelah berpamitan sama pak Dadang, ia langsung menuju pasar mencari sosok yang dicari ternyata sedang memilih buah-buahan yang segar disana. anak-anak berlari mencari sang bunda.
"assalamualaikum,bunda." salam ketiganya.
Amelia menoleh ke arah sumber suara.
"walaikumsalam sayang." jawab Amelia.
"sayang kenapa kamu, gak bangunin mas sih." ucap Rasya memeluk sang istri.
"karena mas sangat nyenyak sekali kelihatannya." jawab Amelia tersenyum dibalik cadarnya.
"Hmm, iya sayang sini biar mas yang bawa belanjaannya." ucap Rasya.
"ini, mas maaf yah Amelia nyusahin mas." jawab Amelia tersenyum.
IStri adalah rumah tempat suami pulang. Saat lelah dengan hiruk pikuk dan kesibukan di luar, tentu suami sangat berharap bahwa dengan pulang ke rumah dia akan mendapatkan ketenangan dan kenyamanan.
Namun bagaimana jika rumah yang dia miliki tidak membuatnya tenang namun malah membuatnya semakin pusing dan menambah masalahnya? Sebaiknya seorang istri harus pintar menjaga agar rumah tetap bisa menjadi tempat ternyaman suami untuk pulang. Memberikan kenyamanan di dalam rumah juga bisa sebagai bentuk apresiasi atas pengorbanan suami yang telah berjuang untuk keluarganya. Bayangkan jika suamimu tidak mau lagi berkorban untukmu karena kamu enggan menghargainya atau tidak sanggup lagi melakukannya, pasti rasanya akan sakit dan menyulitkanmu.
ADa suami yang bekerja berangkat petang pulang petang, ada yang sama sekali tidak mengambil jatah libur agar memiliki uang yang lebih untuk keluarganya. Bahkan ada suami yang rela merantau jauh dari sanak keluarga untuk bisa memberikan kehidupan yang layak untuk anak istrinya.
Mencari nafkah memang menjadi kewajiban seorang suami. Namun sebagai seorang istri hargailah usaha suamimu ini. Berikanlah dia apresiasi atas pengorbanan suamimu.Berikanlah dia senyuman setiap pulang kerja untuk mengobati lelahnya. Buatkanlah minuman atau memberikan pijatan di akhir pekan agar suamimu semakin bersemangat mencari nafkah untukmu dan keluargamu.
"tidak masalah sayang kamu segalanya bagi mas." ucap Rasya tersenyum.
__ADS_1