
wanita itu tidak bisa berkutik lagi setelah mendengarkan ucapan Ning Aisyah, yang begitu menegaskan bahwa Gus Azka hanya akan menjadi miliknya seutuhnya.
"kenapa kamu, diam! berarti kamu bohong telah mengatakan kamu mantan pacarnya. sebenarnya kamu wanita yang Abang tolak ketika ketahuan setelah jalan sama pria lain di caffe." ucap Ning Aisyah
"kamu siapa, nak kenapa bilang bahwa kamu adalah mantan kekasih putraku, setahu saya putra saya tidak mempunyai mantan kekasih" jawab kyai Abdullah.
wanita itu, hanya diam seribu bahasa tidak ada satu kata terucap dari mulut wanita itu. ia bingung harus berkata apa karena ke bohongan ya udah mulai tercium oleh keluarga Gus Azka dan juga keluarga Ning Aisyah.
Ning Aisyah hanya tersenyum miring melihat wajah tegang wanita yang ada dihadapan keluarga suaminya. Ning Aisyah memberikan kode kepada Aleo agar bisa memberikn kejutan semuanya termasuk sahabat dari suaminya yang pernah dulu sebelum menikahi Ning Aisyah ia selalu meminta Gus Azka menikahi sahabat istrinya.
sahabat Gus Azka sangat kaget saat tau fakta tentang rencana jahat sahabat istinya yang selama ini di anggap baik, sopan dan manja. di balik semua itu hanya topeng untuk bisa mendapatkan perhatian, simpati dari semua orang tapi ternyata hatinya sangat busuk sekali.
__ADS_1
"Bu bos, ini ada paket buat Bu bos" ucap Alex memberikan paket kecil yang berisi flashdisk yang berisi bukti kejahatan wania itu.
"terimakasih, kak Alex boleh pinjam leptopnya." jawab Ning Aisyah.
di dalam flashdisk, itu ada rekaman CCTV, rekaman percakapan wanita itu dengan seorang preman. dan ada hal yang mengejutkan kami semua ia berniat akan menghabisi Gus Azka, ke dua orang tuanya. termasuk orang terdekatnya.
"astaghfirullah" ucap semua orang.
"sabar, mbak kita serahkan ke pihak berwajib, ini udah ke terlaluan." ucap bunda Amelia.
"tenang saja mbak anggotaku sudah menangkap semua rekan kerja sama dia dengan beberapa orang terasuk sama pria kekasihnya, dan rekan kerja Gus Azka mereka kami tangkap." jawab Faiz yang memberi kode kepada anggota polisi.
"ahhh,,,, lepasin saya" ucap wanita itu.
"gak bisa, mari ikut dengan kami. nanti kamu bisa jelasin di kantor." ucap pak polisi.
__ADS_1
"sayang, terimakasih kamu udah mencari bukti ke jahatan wanita tadi. ummi tidak bisa berkata selain berterimakasih." ucap ummi Livia lirih.
Ning Aisyah segera mendekat. lalu memeluknya."ummi Ais harus mencari bukti, itu untuk menghukumnya secara negara. Ais tidak bisa lihat Abang yang berbaring di sini lebih lama. Abang pasti kan bahagia setelah penjahat itu tertangkap."
"iya, sayang bunda bangga sama kamu sayang. tapi ingat kamu gak boleh kecapean kasiahan nanti Abang sama umminya kewalahan kalau kamu sakit." ucap bunda Amelia tau bagaimana sang Putri kalau udah sakit pasti akan manja Masya Allah.
"bunda, Ais malu." rengek Ning Aisyah yang memeluk sang ummi.
"sayang, kamu udah makan ingat kamu sekarang gak sendirian." ucap sang ayah Rasya.
"hehe, ayah belum pengen Abang yang nyuapin." jawab Ning Aisyah manja.
semua orang terdiam saat pertama kali melihat Ning Aisyah nyidam sesuatu hanya saja yang di inginkan malah sedang baring lemas di rumah sakit.
'abang cepat bangun Ais butuh Abang, di samping Ais. Ais berjanji kalau Abang sembuh Ais akan mematuhi perintah abang.'
__ADS_1