Dinikahi Gus Dingin

Dinikahi Gus Dingin
dinikahi Gus dingin S2


__ADS_3

d Tiba-tiba Syafa yang lagi membersihkan halaman dekat rumah kyai Rasya, Syafa berdiri memantung saat mendengar ucapan Daddy. Syafa terus bertanya-tanya kenapa Daddy berbicara seperti itu? siapa yang akan menjaganya gak mungkin kakaknya yang begitu mebencinya karena dia lahir sang mommy meninggal dunia.


"apa maksud Deddy ngomong seperti itu? apa Deddy akan pergi meninggalkan Syafa lagi alasan kerja lagi." batin Syafa.



"Syafa, kenapa kamu bengong?" tanya mawar.



"gak papa, kok mawar ayo kita lanjut." ucap Syafa yang berjalan beriringan dengan mawar.



Ning azzura yang baru keluar dari yayasan melihat Syafa, yang begitu sedih. tapi kenapa hatinya merasa iba melihat gadis mungil di hadapannya.



"assalamualaikum, Syafa boleh temani saya untuk keluar berbelanja." ajak Ning azzura.



"walaikumsalam Ning zura" jawab mawar dan Syafa.



"boleh, Ning tapi apa boleh ajak mawar dan melati pergi?" tanya Syafa menatap Ning azzura.



"boleh, kok kalian bersiap saya mau ambil kunci mobil dulu" ucap Ning azzura.



"baik, kami akan berganti pakaian dulu." jawab Syafa menatap Ning azzura.



Ning azzura menatap ke pergian Syafa, ia tau bagaimana perasaan Syafa kalau tau sang Deddynya akan pergi untuk selamanya.



'saya tidak tega melihat Syafa dia pasti akan terpukul kalau tau kenyataan, bahwa Deddynya meminta sang kakak menikahinya sekarang juga.' ucap dalam hati Ning azzura meneteskan air mata.



Gus Azzam yang melihat saudara kembarnya menangis entah apa yang terjadi. "dek, kamu kenapa?"



"kakak, mau kabulkan satu permintaan zura sekali ini saja" ucap Ning azzura menatap wajah tampan saudara kembarnya.



"siap kakak akan kabulkan! itu apa adekku sayang" jawab Gus Azzam menatap wajah cantik sang adik kembarnya.



"kita akan menikah barengan, yah kakak soalnya tadi Gus Alif memberi tahu zura keluarganya akan datang hari ini." ucap Ning azzura " apa kakak keberatan dengan permintaan zura?"



"insya Allah kakak, akan kabulkan permintaan adekku sayang, permintaan Abi, dan om Ridwan." jawab Gus azzam tersenyum melihat sang adik ceria lagi.



mereka tidak menyadari, kehadiran Syafa, mawar dan melati mereka kembar.



"assalamualaikum Gus Azzam, Ning zura" salam mawar, melati dan Syafa.



"walaikumsalam, kalian udah siap mari kita berangkat" jawab Ning azzura.



"iya Ning mari kita berangkat " ucap Mawar.



sedangkan Syafa hanya menundukan kepalanya tidak berani mengangkatnya karena takut. sementara Gus Azzam sebenarnya merasa kagum dengan sosok Syafa, yang pertama bertemu dan sampai saat ini ia mencintai Syafa dalam diam.


__ADS_1


setelah kepergian ke empat gadis itu, Gus Azzam kembali masuk karena sudah ada keluarga Gus Alif calon suami Ning azzura.



"assalamualaikum" salam keluarga Gus Alif.



"walaikumsalam, pak kyai Rahman." jawab dokter Rasya dan pak Ridwan.



"kyai Rasya, bagaimana ? pembicaraan kita barusan lewat telepon?" tanya kyai Rahman.



"saya setuju saja, kyai bagaimana kita barengan ijab qobulnya sama putra pertama saya." ucap dokter Rasya tersenyum.



"bagaimana nak apa kalian setuju?" tanya kyai Rahman.



"saya setuju ayah" jawab Gus Azzam.



"saya juga setuju Abi" jawab Gus Alif.



"baiklah kita akan nikahkan mereka bersama." ucap kyai Rahman.



"iya, baik saya setuju! kalau putra saya setuju!" jawab ayah Rasya bersama bunda Amelia.



"bunda, boleh aku berbicara sebentar ?" ucap Gus Azzam menatap mata cantik sang bunda.



"baik, ayo kita bicara dulu sayang" jawab bunda Amelia menatap wajah tampan sang putra sulung.




"baik bunda, Azka bawa dulu istriazka ke kamar dulu." jawab Gus Azka.



"Bunda, Azzam mau berkata jujur kepada bunda, tentang hati ini." ucap Gus Azzam



"Azzam sangat mencintai Syafa bundaz tapi pas tau waktu itu bunda sama ayah bilang mau jodohin Azzam sama putri sahabat ayah dari sana aku sadar mencintai dalam diam itu sakit. Azzam berusaha untuk melupakan Syafa bunda tapi tidak bisa. dan pada akhirnya Deddynya Syafa meminta Azzam menikahi putrinya."



bunda Amelia terdiam mendengar perkataan jujur dari sang putra sulungnya. begitu kaget saat tau tentang perasaan sang putra. bunda Amelia akan mendukung apapun keputusan sang putra.



"ikuti kata hati kamu sayang, bunda akan selalu dukung keputusan kamu" jawab bunda Amelia memeluk sang putra.



"baik, bunda aku akan menepati janji Abi, yang ingin aku menikahi putri dari rekan kerja Abi." ucap Gus Azzam pada akhirnya.



"iya sayang, kita harus segera ke bawah."



“Ankahtuka wazawwajtuka makhtubataka binti (Syafa Salsabila akhbar) alal mahri hallan.” ucap om ridwan



" Qobiltu nikahaha wa tazwijaha bil mahril madzkur haalan. "jawab Gus Azzam satu kali ucap lancar.


__ADS_1


sekarang giliran Gus Alif yang mengucapkan ijab Qabul.



“Ankahtuka wazawwajtuka makhtubataka binti (Azzura Almahyra, )alal mahri hallan.”



"Qobiltu nikahaha wa tazwijaha bil mahril madzkur haalan." jawab Gus Alif.



"bagaimana para saksi sah" tanya pak penghulu.



sah....



sah...



"Alhamdulillah, sekarang udah sah, menjadi pasangan suami istri." ucap om ridwan.



"iya om, Alhamdulillah sah" jawab Gus Azzam.



"iya Gus muda, jangan panggil om! panggil Deddy sama seperti dengan putri Deddy " ucap Deddy Ridwan.



"baik, Deddy " jawab Gus Azzam.



"titip Putri Deddy, yah nanti kalau Deddy sudah tidak di dunia ini" ucap Deddy Ridwan.



"baik, Ded, Azzam akan jagain Syafa. gak akan sedikitpun dia terluka" jawab Gus Azzam tersenyum.



sedangkan Gus Alif, terharu mendengarkan ucapan ayahnya Syafa santriwati yang cukup cerdas dan pintar.



\*\*\*\*\*\*\*


di sisi lain, para wanita sedang berburu baju gamis yang trending saat ini, tapi tidak dengan Syafa, selalu menggunakan pakaian yang mewah, karena kehidupannya sangat mewah yang diberikan oleh sang Deddy.


"Ning zura, mawar sama melati kalian belanja saja, saya mau ke kamar mandi dulu" ucap Syafa yang izin meninggalkan ketiganya.



"boleh, aku temani gak Syafa?" tanya mawar.



"gak usah hanya sebentar saja kok pergi ke kamar mandi." ucap Syafa dengan lembut.



dari ke jauhan ada sang kakak yang membuat rencana buat sang adik. iya menyuruh seseorang, memberikan minuman ini kepada Syafa, tapi untung ada Ning azzura, mendengarkan percakapan wanita tadi.



Ning azzura segera mengikuti kemana wanita tadi pergi, setelah itu wanita tadi yang di ikuti meyuruh salah satu pelayan wanita itu untuk memberikan minuman itu kepada Syafa yang sudah kembali dari kamar mandi. Ning azzura segera menelepon sang kakak agar segera kesini.



Ning azzura ( assalamualaikum, kakak Azzam cepat kesini)



Gus Azzam ( walaikumsallam, ada apa dek tumben nyuruh kakak nyusul kamu ! biasanya kamu tidak suka, kalau Kakak kamu yang ganteng ini ikut)



Ning azzura yang geram melihat bercandaan sang kakak.

__ADS_1


... ...


__ADS_2