
"Ais, Ayah ingin berbicara denganmu!" ucap ayah Rasya saat putri bungsunya itu baru saja pulang dari sekolah.
gadis yang masih mengenakan seragam putih abu tersebut langsung mengikuti kemana arah sang ayah berjalan. jika boleh jujur, sebenarnya Ais enggan untuk berbicara dengan ayahnya saat ini dkeknha sangat capek setelah beraktivitas di sekolah selama seharian ini. namun jelas dirinya tidka memiliki pilihan lain selain mengikuti apa yang di inginkan oleh sang ayah mengingat dia tidka ingin di cap sebagai anak yang durhaka terhadap kedua orang taunya.
"ayah ingin berbicara apa dengan Ais? sepertinya ada sesuatu yang sangat penting sehingga tidak bisa menunggu beberapa saat saja sampai Ais beristirahat setelah melakukan aktivitas selama seharian ini disekolah" jawab Aisyah uang jalus sebagai bentuk protesnya dan ala yang dilakukan oleh ayahnya tersebut.
"sudah Ning kamu bisa istirahat sambil dengerin ayahmu mengatakan sesuatu yang sangat penting mengingat nanti malam Aya ada acara yang harus dihadiri sehingga tidak bisa menunggu lagi untuk berbicara mengenai hal ini denganmu!" ucap bunda amelia.sambil membawa secangkir teh untuk suaminya dan juga segelas air putih untuk putrinya yang baru saja pulang sekolah.
Ais ingin membantah apa yang dikatakan oleh bundanya, tetapi dia mengurungkannya mengingat bundanya bukanlah orang yang banyak berbicara sehingga ketika berbicara seperti itu menunjukan ada sesuatu hal yang sangat penting yang harus dibicarakan oleh kedua orang taunya kepada dirinya. untuk kali ini, Ais berusaha untuk menjadi seoranga nak yang menurut bagi kedua orang tuanya dan tidak bisa membatah ucapan kedua orang tuanya.
"ayah dan bunda sudah memikirkan mengenai hal ini berulang kali terlebih, ketika kami melihat diluar Sanya pergaulannya sangat bebas maka dari ini ayah sama bunda tidak ingin Ais terbawa pergaulan bebas, dan kamu sendiri batasan batasan dalam bergaul antara laki-laki dan perempuan dan sepertinya kamu semakin hari semakin berubah nak." ucap ayah Rasya.
__ADS_1
Ais mendengar apa yang dikatakan oleh sang ayah hanya bisa terdiam mengingat apa yang dikatakan oleh sang ayah adalah tidak benar karena selama hampir setahun ini dirinya sudah di fitnah mereka berpikir kalau dirinya memang hampir tidak memiliki batasan dalam setahun ini dengan laki laki yang bukan mahramnya. padahal selama ini dia jelas mengetahui batasan batasan tersebut, ia emang salah memilih diem daripada kena omel termasuk Omelan Kakak kembarnya.
"maaf ayah, bunda, Ais sudah melakukan sebuah kesalahan yang tidak Ais sadari dan seharunya Ais tidak melakukan hal tersebut!" ucap Aisyah dengan suara yang begitu lembut juga penuh penyesalan karena menyadari semua kesalahan yang sudah dilakukannya.
"ayah dan bunda sangat khawatir dengan pergaulan yang semakin hari semakin bebas tersebut dan sejujurnya ayah serta bunda khawatir jika suatu saat kamu melupakan semua batasan batasan yang sudah ditetapkan oleh agama sehingga mebuat semakin jatuh melangkah dan tidak basa Basi lagi kami akan gapai untuk kembali ke jalan yang benar." jawab ayah Rasya tanpa berbicara secara tenanga dengan outrinya tersebut mengungat dia sendiri sangat sadar kalau uang sedang di ajak bicara olehnya saat ini adalah seorang remaja yang sedang menuju dewasa.
"apa yah? menikah? yah Ais masih kelas 1 SMA dan usia Ais belum sampai lada usia batas minimal menikah sehingga secara aturan negara dan juga aturan sekolah, Ais belum boleh menikah apa pun alasannya!" jawab Aisyah uang berusaha untuk menolak apa yang di inginkan oleh kedua orang taunya karena menurutnya hal tersebut adalah sesuatu yang tidak masuk akal sa.a sekali dan tidak seharusnya kedua orang tuanya meminta hal tersebut pada dirinya.
"ayah tau aturan negara dan juga atura yang ada di sekolah maka belum semestinya menikah, tetapi secara agama kamu sudah bisa menikah dan ayah berhak untuk menunjukan pernikahan tersebut meningat kamu masih gadis sehingga ayah bisa untuk memaksamu melakukan pernikahan tersebut
"tidak bisa, yah! Ais masih ingin sekolah SMA masih ingin mengejar cita-cita Ais untuk menyam pendidikan di tingkat lebih jauh tinggi lagi sehingga nantinya bisa memajukan pasantren jauh lebih baik lagi dari pada saat ini." Ais akan melakukan apa pun yang ayah inginkan termasuk pindah sekolah ke pasantren."
"apa yang ayah putuskan tidak bisa kamu tolak karena seperti yang ayah bilang, ayah bisa memaksamu untuk menikah dengan llaki pilihan ayah karena kamu adalah seorang gadis dan kamu adalah milik ayah!" ucap ayah Rasya yang bersikukuh dengan apa yang dikatakannya dan tidak ingin bernegosiasi apa pun dengan putrinya tersebut.
__ADS_1
"ayah, jahat,,, kenapa harus Ais yang dilamar oleh keluarga Gus Azka kak Safa. kenapa harus Ais yang menikah. .. hiikk ayah jahat ... bunda juga sama jahat...hhhiikk"
" sayang ini demi kebaikan kamu nurut yah sayang bunda ingin yang terbaik buat kamu.. " bunda Amelia ikut menangis mendengar perkataan sang putri
" kamu tidak perlu khawatir dengan sekolahmu dan juga dengan masa depanmu karena Gus Azka pasti akan membiarkanmu untuk menggapai cita-citamu itu." ucap ayah Rasya pada akhirnya mengatakan sesuatu untuk menyakinkan putrinya kalau pernikahan tersebut tidak akan menghalangi semua mimpinya." selain itu, pernikahan yang akan dilakukan masih secara sirih sehingga baik bersekolah maupun negara tidak mengetahui mengenai pernikahan tersebut karena akan dilakukan benar-benar tertutup Gus Azka menjamahmu sampai pernikahan negara terjadi di antara kalian berdua."
"tapi ayah, Bun..." ucap Aisyah yang masih berusaha untuk membantah apa yang dikatakan oleh kedua orang tuanya.tersebut.
"tidak ada penolakan, Ais !" jawab ayah Rasya yang memotong ucapan sang putri."
"ayah, Ais tidak mau menikah.." ucap Ais yang berlari kepelukan sang tanteu. "tante, bantu Ais bicara sama ayah dan bunda , Ais tidak mau menikah secepat ini hiikk "
tiba-tiba datanglah keluarga Faiz dan Ning Salma sang Tante, yang mendengar semua yang dikatakan sang kakak.
"Abang sama mbak gak kasihan sama Ais, dia tertekan dengan keputusan kalian lihat dia memangis dan ketakutan. apa kalian tidak bisa mengubah calon oenagntin wanitanya sama azzura." kata Faiz.
Aisyah sangat tidak ingin menghancurkan cita citanya Abang sama mbaknya ia langsung menggeleng berharap ayah dan bundanya tidak setuju dengan keputusan om Faiz.
"tidak Faiz ini keputusan Abang akan tetap menikahkan Aisyah sama Gus Azka."
"tapi Abang, Ais masih sekolah SMA bagaimana dengan perasaan Ais bang, coba perpikir positif kepada putri kamu bang " ucap Faiz.
__ADS_1