
setelah akad nikah para tamu pun pulang satu persatu. sekarang amelia menggendong anaknya karena dari tadi sibuk mengurusi para tamu.
Amelia mulai mengajak Gus Rasya masuk ke kamar, untuk istrirahat karena kelihatan di wajah tampan dokter Rasya sangat lelah. Amelia membaringkan bayinya di box bayi di kamarnya.
setelah itu Amelia menidurkan kedua bayinya ia melangkah keluar untuk membuatkan makanan ia tau kalau suaminya itu belum makan apapun dari tadi. lalu ia melangkah pergi setelah membuat makan buat dokter Rasya ia kembali ke kamar untuk makan bersama karena tidak nyaman ada sepasang mata yang mengawasi gerak gerik Amelia merasa takut iya berbalik badan terkejut saat suaminya ada di belakangnya.
"kakak" lirih Amelia ketakutan ia berhamburan kepelukan suaminya.
"ada apa, ke apa ketakutan seperti ini?" tanya Rasya yang menangkan sang istri.
"Kakak, aku takut disana ada seorang pria gak tau siapa mengawasi aku semenjak peninggalan almarhum Gus Nizam. hikk...hikk.." tangisan Amelia pecah di dada bidang dokter Rasya yang udah lama di pendam.
"ya Allah apa itu benar, maaf aku tidak tau kalau ada yang mengawasi istriku " ucap Rasya.
"kakak, bawa aku pergi aku takut" jawab Amelia.
"iya, sayang besok pagi kita pergi kamu ikut aku tugas ke luar negri." ucap Rasya yang sebenarnya harus berangkat satu Minggu lalu tapi baru bisa besok pagi membawa keluarga kecilnya.
"benarkah itu kak, tugas ke rumah sakit dimana kak?" tanya Amelia saat sudah sampai dikamar.
" kak, tugas di rumah sakit di kota M, maka dari itu kakak akan bawa kalian kesana, gak mungkin meninggalkan kamu sendirian di sini" jawab Rasya.
"iya kak, aku akan ikut kemanapun suamiku pergi, terimakasih kak udah mau jadi suami janda anak 2 loh hehe" ketawa Amelia pecah di sana.
"ya udah kita makan dulu terus istirahat oke" ucap Rasya tersenyum.
"iya sini biar Amelia yang suapi kak, kak keliatan sangat capek." jawab amela.
"terimakasih sayang, kamu udah mau merawat suamimu ini yang dingin ini" ucap Rasya.
__ADS_1
"udah kakak jangan bilang terimakasih segala ini udah tugas aku ya, aku harus melayani suami aku yang baik ini" jawab Amelia tersenyum.
"iya kamu istriku yang paling baik, Sholehah akan jadi ibu dari anak-anakku nanti" ucap Gus Rasya.
"ih kenapa Kakak jadi gombal kaya gini" jawab Amelia menatap holor suaminya.
"biarin sama istri sendiri emang gak boleh Hmm, gombalin istri masa gombalin istri orang kan gak seru" ucap Rasya mengedipkan matanya.
"hmmm ia sih awas aja amelia gak mau lagi sama kakak kalau nakal ." jawab Amelia cemberut dibalik cadar.
cupp...
satu kecupan mendarat di bibir mungilnya di baik cadar milik Amelia. Rasya sangat puas melihat wajah istrinya yang semakin memerah itu. disanalah tertawa pecah.
" ha ha ha lucu juga kamu sayang ketita lagi malu wajahnya lucu pingin dimakan hidup-hidup" ucap Rasya sebari ketawa.
"he he maaf sayang kakak kan bahagia melihat kamu kaya gitu, pemalu tapi bar-bar sekali." ucap Rasya memeluk istrinya itu.
"Kakak, emang gak menyesal nikah sama aku yang diminta menggantikan posisi mas Nizam.?? diluar sana padahal mah banyak loh yang perawan yang cantik-cantik dan Sholehah. gak kaya aku janda 2 anak" jawab Amelia menundukan kepalanya.
"aku menikahimu bukan hanya amanah dari armarhum suami kamu sayang, karena setiap hari Kakak berdoa hanya ada kamu dan s kembar yang hadir di setiap mimpi kakak, awalnya di abaikan mungkin bunga tidur, tapi setiap malam kamu yang terus datang maka dari itu kakak, selalu mendokan kamu, sehingga terjadilah kita suami istri." ucap Rasya yang membuka cadar istrinya yang begitu terkejut saat melihat wajah cantik sang istri.
"Masya Allah ya Allah terimakasih telah menghadirkan sosok bidadari yang begitu sempurna Bagi hambamu ini" gumam Rasya memandang wajah cantik sang istri.
"kakak, kenapa kok kaya kaget begitu, aku jelek yah kak, ?" tanya Amelia polosnya.
"bukan begitu kakak hanya kagum begitu cantik wajah istriku yang selalu kamu jaga dibalik cadar kamu sayang," ucap Rasya yang berkata jujur.
__ADS_1
"kirain apa kak, aku menjaga ini buat kakak, dan almarhum suami aku kak" jawab Amelia apa adanya.
"iya sayang kamu pasti capek istirahatlah sayang mungkin kakak akan sabar menunggu kamu siap" ucap Rasya.
"aku siap layani kak lahir dan batin,, kalau kakak mau ayo kita lakukan" jawab Amelia menatap suaminya yang kecewa.
"kakak, aku udah siap kakak jangan bicara kaya tadi Amelia gak mau suami Amelia kecewa atau masuk neraka Karana istrinya menolak kemauan suaminya." lanjut Amelia menatap suaminya yang tidak merespon sama sekali.
cuupp....
ciuman mendarat di bibir merah suaminya. Amelia memberanikan diri mencium suaminya. sedangkan Rasya begitu syok mendapatkan serangan mendadak dari suaminya.
"sayang kamu nakal ya" ucap Rasya ketika ciuman mereka sudah selesai.
tapi Rasya malah memperdalam ciuman sampai sampai mereka sudah tidak berpakaian sama sekali tubuh mereka berdua ditutupi selimut suasana semakin panas setelah mereka melakukan penyatuan. Rasya mengakukan dengan hati-hati tidak ingin istrinya terluka.
"aaaa,,aakkkhh, sakit kak" jerit Amelia langsung ditutup dengan ciuman lembut Rasya.
"maaf sayang, kakak melakunya dengan pelannya pelan biar kamu gak kesakitan." ucap Rasya mencium kening sang istri yang menahan rasa sakit, perih. Rasya kaya lagi membobol keperawanan seorang gadis soalnya Amelia udah lama tudak melakukannya, dan begitu ajaibanya Amelia diberikan anugrah kembali lagi seperti seorang gadis yang masih perawan.
"iya kakak, gak apa-apa kok, tapi rasa sakit ini kaya pertama kali melakukannya lagi kakak perih" jawab Amelia yang merasa perih, sakit atau punyanya Rasya sangat besar sehingga Amelia mengiris kesakitan diarea ke kewanitaannya.
"sayang maaf kakak, membuat kamu terluka udahi saja yah kakak, gak sanggup melihat kamu kesakitan kaya gini." ucap Rasya yang berhenti melakukan itunya.
"jangan kakak, lanjutkan saja aku gak mau kakak gak kecewa karena Amelia menahan sakit" jawab Amelia menggeleng kan kepalanya. ia menahan tubuh suaminya ingin mengakhiri hubungan panas ini.
" sayang apa kamu yakin, kakak gak mau kamu kesakitan kaya gini besok aja kita lanjut." ucap Rasya.
__ADS_1
"aku mohon kakak, lanjut iya aku tau kakak akan sakit menahan nafsu kakak nanti, ayo kakak lakukan saja aku tidak papa kok" jawab Amelia meyakinkan suaminya.
setelah mereka melakukan hubungan indah itu, keduanya tidur setelah mandi besar. karena Rasya gak mau ada bakteri masuk ke **** ********** istrinya itu. karena Rasya tau ketika diberitahu dokter kandungan.