
setelah sampai dirumah pak RT, mereka berkumpul sama-sama disana sudah ada kedua orang pihak, karena ngotot oleh warga buat dinikahkan, karena tau kalau mereka bersatu biar bisa menjaga ningnya, maka warga pura-pura percaya sama ibu ustadzah Annisa.
mereka tau kalau keluarga ustadzah Annisa sangat ingin putrinya masuk kedalam keluarga pak kyai karena mempunya tujuan lain.
"ada apa ini tolong bicara lah saya ingin mendengarnya." ucap abahnya Gus Rasya.
"tadi saya lihat mereka sedang berpelukan di tempat sepi." jawab warga.
Abah menatap sang putra dengan tajam minta penjelasan. tapi sang putra malah bungkam tidak mengeluarkan satu kata pun keluar dari bibir mereka.
"Abah tanya apa benar yang dikatakan warga Gus?" tanya Abah yang udah habis kesabarannya.
sedangkan Amelia menundukan kepalanya sangat takut melihat betapa marah Abahnya dokter Rasya.
"maaf Abah, ini salah Amelia ketika mau pamit masuk kedalam, amelia tersandung jadi Amelia mau jatuh karena pertahan tubuh Lia gak seimbang, Abah boleh marah sama Lia aja jangan sama dokter Rasya. ia hanya menolong Lia. tapi warga terhasut omongan ibunya ustadzah Annisa yang dulu menawarkan dirinya jadi istri kedua suamiku." jawab Amelia sambil menahan air mata.
"hmmm, apa benar Gus jawab pertanyaan ? Abahmu ini, lihat Ummu mu bersedih melihat kelakuan kamu ini" ucap Abah.
"iya benar kata Ning Lia, Rasya menolongnya mana mungkin Rasya berzina di tempat yang sepi kalau ia. Rasya ingin melakukan itu, pasti akan memintanya langsung pada kedua orang tuanya Abah. Abah yang mengajarkan ke setiap anak jangan pernah melakukan hal yang kotor sebelum kalian punya ikatan halal." jawab Gus Rasya. yang sakit melihat tetesan air mata Amelia.
"Rasya, akan bertanggung jawab pernbuatan Rasya yang dituduhkan warga yang termakan oleh omongan ibu ini. SAYA MUHAMMAD RASYA AL HAFIDZ AKAN MENIKAHI AMERIA PRASETYA. MALAM INI SAYA AKAN MEMINTA LANGSUNG KEPADA AYAH ARGA PRASETYA." sambung Gus Rasya yang terdengar tegas dan lantang.
deggg ...
__ADS_1
jantungnya Amelia berdetak cepat mendengarkan penegasan dokter Rasya meminta langsung pada sang ayah.
namun yang menjawab ummi dan Abi yang baru datang dirumah pak RT dan tau betul yang dibicarakan dokter muda itu karena atas permintaan putranya, atau niat baiknya melindungi menantunya dan cucu-cucunya.
"kami berestui kalian berdua untuk menikah insya Allah ini hal yang baik bagi kalian biar tidak ada lagi fitnah yang dilakukan orang sirik" ucap Abi.
"ayah juga merestui hubungan kalian nak, jaga putri bungsu ayah, dan cucu-cucu ayah dengan baik, mereka sangat menyayangi abinya" kata ayah Arga memeluk calon mantu.
Amelia, hanya berdiam diri tanpa banyak berkata. emang benar kata kedua orang tuanya mereka anak-anaknya menyayangi sosok dokter Rasya yang hadir dikehiduapan mereka berdua.
"sayang putri ayah apa mau kan, menerima pinangan dokter Rasya, yang ingin menikahi kamu biar bisa menjaga kamu dari orang-orang yang berniat jahat.?" tanya ayah Arga.
"Amelia ikut gimana baiknya menurut ayah smaa abi, dan ummi" jawab Amelia yang bingung harus berbicara apa iya bukan anak perawan lagi.
"ini murni keinginan saya Ning Amelia, emang saya sudah berjanji kepada Gus Nizam akan menjaga kalian. tapi semakin dekat sama mereka semakin ada yang tumbuh di hati ini saya gak mau terus terusan zina hati. maka dari itu saya ingin Ning Amelia menjadi istri saya." jelas Gus Rasya.
"Masya allah putra Ummu sekarang udah besar mampu meminta restu kepada kedua orang tua Ning Amelia, dan kedua mertua Ning Amelia." ucap ummu Susan.
"Ummu, putramu udah besar jadi putramu ingin menikahi putri bungsu dari ayah Arga " jawab Gus Rasya.
"baik sayang, ummu akan merestui kalian malam ini yang ingin menjadi sepasang yang halal" ucap ummu Susan.
"sekarang Gus Rasya jabat tangan calon mertua Gus Rasya" kata pak penghulu.
__ADS_1
"baikah " jawab Gus Rasya.
" Aku nikahkan engkau, dan aku kawinkan engkau dengan pinanganmu, puteriku Amelia Prasetya dengan mahar emas seberat 24karat dan seperangkat alat sholat dibayar tunai." ucap ayah Agra.
" Saya terima nikah dan kawinnya dengan mahar yang telah disebutkan, dan aku rela dengan hal itu. Dan semoga Allah selalu memberikan anugerah." jawab Gus Rasya.
"bagaimana para saksi sah?" tanya penghulu.
sah....
sah....
"alhamdulilah kalian sudah sah menjadi pasangan halal sekarang" ucap ayah arga pad a sepasang suami istri itu.
"terimakasih ayah" ucap Gus Rasya.
"selamat sayang Ummu sangat sayang sama kamu nak" ucap ummu Susan
"terimakasih ummu" jawab Amelia membalas pelukan ibu mertuanya
"sama sama sayang kamu mau ikut tinggal dimana sayang" ucap ummu susan
__ADS_1