Dinikahi Gus Dingin

Dinikahi Gus Dingin
dinikahi Gus dingin


__ADS_3

"amin allahumma amin, terimakasih ibu, sama bapak" jawab Rasya tersenyum.


"iya dokter, saya tunggu disana lagi" ucap ibu pasen.


setelah obrolan tadi dokter Rasya menunggu lampu operasinya mati tandanya udah selesai.


sedangkan di dalam ruangan oprasi para dokter wanita sudah selesai operasinya sangat lancar dan pasen tinggal menunggu siuman, semuanya aman. semua dokter berucap syukur karena operasinya berjalan dengan baik, semua bangga dengan bantuan dokter paling muda diantara mereka, dan para kagum dengan kecantikan mata indahnya.


ceklek... suara pintu terbuka, Amelia keluar dari ruangan oprasi berjalan mendekati suaminya itu yang sedang duduk sambil kepalanya menunduk.


"Assalamualikum kakak" salam Amelia berdiri di hadapan sang suami lalu berjongkok meraih tangan suami untuk mencium punggung tangan Rasya cup.


"walaikumsalam sayang, bagaimana operasinya berhasil.?" tanya Rasya yang membawa sang istri kepelukannya.


"alhamdulilah, kakak bisa memberi tahu keluarga pasen atau biarkan dokter lain yang memberitahunya bagaimana baiknya saja kakak" jawab Amelia membalas pelukan sang suami.


"biar dokter Aisyah saja yang memberi tahu kepada keluarga pasen kita pulang kasihan anak-anak kita menunggu, semoga kamu segera hadir malaikat kecil, Abi menunggumu" ucap Gus Rasya mengusap perut rata sang istri.


"Amin allahumma amin kakak, semoga segera momongan buat keluarga kecil kita biar tambah rame nanti rumah" jawab Amelia dibalik cadarnya.


"sayang, ayo kita pulang, terus kita mampir ke restoran buat beli makan siang buat keluarga mertua kamu sayang" ucap Rasya bersemangat.


disaat diperjalanan Amelia mulai gelisah entah apa yang akan menimpah keluarganya. nanti ia terus memandangi wajah tampan suaminya yang sedang fokus menyetir mobil. Rasya menyadari kegegisahan sang istri.


"sayang ada apa? kamu kaya gelisah gitu?" tanya Rasya.


"rasanya kan terjadi sesuatu kak hari ini entah apa" jawab Amelia yang tak henti memandang wajah tampan suaminya.


"kita berdoa semuga akan baik-baik saja ya sayang. kamu mungkin capek karena telah melakukan aktifitas seharian ini sayang" ucap Rasya.


"kakak aku kefikiran adik iparku Ning Salma kak, ada apa ini" jawab Amelia yang terus gelisah memikirkan sang adik ipar.


ditengah perjalanan, ada sekelompok warga yang menggiring satu wanita dan pria entah apa yang terjadi. pada mereka saat Amelia memandang lurus ia mengenali gadis yang diseret ibu-ibu ke arah rumah pak RT.


"astaghfirullah kakak, yang aku takutkan terjadi , lihat disana kita menepi disana kak" ucap Amelia membuka pintu mobil dan berlari ke arah kerumunan warga di jalan.


warga tersebut sangat marah pada keduanya entah apa yang mereka lakukan , warga melempari batu pada keduanya.


Rasya membelah keramaian itu dan berdiri di tengah keduanya.


"sayang bawa Ning Salma dan pria itu ke sana." perintah Rasya pada sang istri.


"baik kakak, ayo dek, ayo kakak kita kesana " ajak Amelia pada sang adik dan pemuda itu.


"ada apa ini bapak-bapak, ibu-ibu ? kenapa kalian main hakim sendiri, apa salah mereka pak, Bu?" tanya Rasya menatap tajam para warga.


"mereka melakukan hal yang menjijikan mas, mereka sudah melakukan zina di rumah kosong itu" ucap warga.


"apa itu, benar bagaimana kalian bisa menyimpulkan hal itu, !!terus kenapa kalian tau mereka ada dirumah itu ? " tanya Rasya kembali.

__ADS_1


"kenapa kalian tidak menjawab saya" ucap Rasya habis kesabaran.


"JAWAB PERTANYAAN SAYA, , PAK, BU SECARA TADI KALIAN BERTERIAK PADA MEREKA BISA, KENAPA SEKARANG SAYA TANYA BAIK-BAIK KALIAN DIAM, APA KALIAN DIBAYAR SESEORANG JAWAB." bentak Rasya.


"iya tadi ada seorang wanita dan ibunya menyuruh kita untuk menikahkan mereka dan mencoreng nama pasantren milik kedua pihak." ucap warga.


"jadi benar kalian dibayar oleh seseorang membaut fitnah agar keduanya menikah dan malu karena kesalah pahaman ini" jawab Rasya yang tidak habis pikir.


"apa yang kalian maksud mereka " ucap Amelia menunjukan foto anak dan ibu dilayar hpnya.


"iya mereka yang menjebak mereka berdua, dan saya yang mencampurkan obat kedalam minuma pria itu, dan saya yang mencampurkan obat tidur buat Ning Salma" jawab warga.


"astaghfirullah, kakak, bagaimana ini kita harus segera menyelesaikan masalah ini, tapi masalahnya adik ipar masih pelajar kak SMA dia " ucap Amelia pada sang suami.


"gini aja sayang kita nikahkan saja secara agama atau negara tapi repsesinya nanti setelah lulus Ning Salma. kalau ini tersebar maka kasihan keduanya difitnah oleh mereka" jawab Rasya.


"saya setuju ucapan mas, saya akan bertanggung jawab atas perbuatan saya yah tidak sengaja karena pengaruh obat itu" ucap Azmi menatap Rasya dengan serius.


"sebentar kamu Muhammad Azmi al-Fatih kan putra bungsu paman Fatih kan" jawab Rasya tidak menyangka dia adalah keponakannya yang bertugas menjadi abdi negara.


"iya mas, kok kenal Abi?" tanya Azmi bingung


" kamu lupa sama saya Azmi atau Letda Azmi" jawab Rasya.


"eh,,, tunggu ini mas Rasya kan putra ummi " ucap Azmi tersenyum.


"nah, ini yang buat mas bangga sama kamu sejak dulu, kamu selalu bertanggung jawab apapun yang kamu lakukan" sambung rasya.


Rasya yang mengabari kedua pihak datang ke alamat yang dikirim tadi. semua orang sudah menunggu ungkapan dari azmi


"bolehkan kakak ipar aku menikahi Ning Salma" ucap Azmi tersenyum.


"Masya Allah kakak, gak bisa mengiyakan soalnya yang berhak atas Ning Salmi Abi sama ummi, yang dirumah, tapi kita tanya dulu sama Ning salmanya?" tanya Amelia menatap sang adik yang dari tadi menangis.


"siapkan nak ungkapkan niat baik kamu" ucapang Abi.


"Assalamualikum" salam Azmi.


"walaikumsalam" jawab kedua keluarga. dan warga.


“Bapak yang terhormat, dengan segala kerendahan hati, saya ingin memohon izin untuk melamar putri bapak, Salma, sebagai pendamping hidup saya.”


. “Saya memohon dengan tulus kepada bapak, agar memberikan kesempatan kepada saya untuk menjalankan kewajiban saya sebagai seorang suami dan menjadi bagian dari keluarga bapak dengan melamar salma”



“Dalam kesempatan ini, saya ingin menyampaikan niat baik dan serius untuk mempersunting putri bapak, salma, dan membina keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah.”


__ADS_1


“Saya menyadari bahwa ini adalah suatu langkah yang besar dan penting dalam hidup saya, oleh karena itu saya akan berusaha dengan segenap kemampuan saya untuk menjaga dan membahagiakan salma.serta keluarga bapak.”



“Saya telah memperhatikan dan mengenal baik \[nama calon istri\], dan saya merasa cocok dan bahagia berada bersamanya. Oleh karena itu, dengan hormat saya memohon restu dari bapak untuk mempersunting salma.”



“Saya yakin dan percaya bahwa salma akan menjadi pasangan hidup yang baik dan setia untuk saya, serta dapat bersama-sama membangun masa depan yang cerah.”


“Sebagai seorang pria yang bertanggung jawab, saya akan selalu berusaha untuk membahagiakan salma dan keluarga bapak dengan cara yang halal dan berkah.”


 “Sekali lagi, dengan segala kerendahan hati, saya memohon kepada bapak untuk memberikan restu dan izin bagi saya untuk melamar [nama calon istri] sebagai calon istri saya. Terima kasih atas kesempatan ini.” ucap Azmi


"baik nak, kita tunggu jawaban putri saya yang sudah duduk dengan kakak iparnya " jawab Abi.


"bagaimana nak apa jawabmu pada nak Azmi" sambung Abi.


"sayang, dek kamu dilamar loh sama prajurit yang gagah dihadapan kamu, sama disamping kakak ipar kamu" ucap lembut Amelia.


jawaban Salma pada Azmi.


Dengan menyebut nama Allah, aku terima lamaranmu.


Bismillahirrahmanirrahim, dengan izin Allah aku menerima lamaranmu.


Bismillahirrahmanirrahim, dengan izin Allah aku terima pinanganmu.


Bismillahirrahmanirrahim, dengan izin Allah aku bersedia menjadi calon istrimu


Dengan menyebut nama Allah dan dengan restu Ayah Ibuku, aku bersedia menikah denganmu.


Dengan menyebut nama Allah dan dengan mengikuti kata hatiku, aku terima lamaranmu.


Bismillahirrahmanirrahim, atas izin Allah aku bersedia menjadi pendamping hidupmu.


Dengan menyebut nama Allah, aku bersedia menjadi pasanganmu.


Bismillahirrahmanirrahim, atas izin Allah aku bersedia mendampingimu seumur hidupku.


.


Bismillahirrahmanirrahim, dengan izin Allah aku menerimamu sebagai calon suamiku.


Bismillahirrahmanirrahim, dengan izin Allah aku menerimamu sebagai pasangan hidupku.


Bismillahirrahmanirrahim, dengan izin Allah aku menerimamu sebagai calon imamku.


"alhamdulilah "

__ADS_1


__ADS_2