Dinikahi Gus Dingin

Dinikahi Gus Dingin
25,. dinikahi Gus dingin


__ADS_3

SEgala puji bagi Allah Subhanallahu wa ta’ala, kepada-Nya kita memuji, memohon pertolongan dan ampunan. Kita berlindung kepada Allah dari kejelekan jiwa dan keburukan amal perbuatan. Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Allah semata yang tidak memiliki sekutu, dan Nabi Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya.


Kematian adalah takdir seluruh makhluk, manusia ataupun jin, hewan ataupun makhluk-makhluk lain, baik lelaki atau perempuan, tua ataupun muda, baik orang sehat ataupun sakit. Seperti dalam firman Allah Ta’ala berikut ini (yang artinya), “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.” (QS. Ali Imran : 185).


Setiap manusia memiliki ajal, dan kematian tidak bisa dihindari dan kita tidak ada yang bisa lari darinya. Namun sayang, sedikit manusia yang mau bersiap menghadapinya. Seperti dalam firman Allah Ta’ala (yang artinya), “Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari  daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu kan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS. Jumu’ah : 8).


“Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh.” (QS. An-Nisa’ : 78).


“ Sesuatu yang bernyata tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya. Barang siapa menghendaki pahala dunia, niscaya Kami berikan kepadanya pahala dunia itu, dan barang siapa menghendaki pahala akhirat, Kami berikan (pula) kepadanya pahala akhirat itu. Dan Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.” (QS. Ali ‘Imran : 145).


Semua yang bernyawa pasti akan mati sesuai ajalnya atas izin, takdir dan ketetapan-Nya. Siapapun yang ditakdirkan mati pasti akan mati meski tanpa sebab, dan siapapun yang dikehendaki tetap hidup pasti akan hidup.Dan sebab apapun yang datang menghampiri tidak akan membahayakan yang bersangkutan sebelum ajalnya tiba karena Allah Ta’ala telah menetapkan dan menakdirkannya hingga batas waktu yang telah ditentukan. Tidak ada satupun umat yang melampaui batas waktu yang telah ditentukan.


“Sering-seringlah mengingat pemutus segala kenikmatan, yaitu KEMATIAN, karena tidaklah seseorang mengingatnya dalam kesempitan hidup melainkan akan melapangkannya dan tidaklah seseorang mengingatnya dalam keleluasaan hidup melainkan akan mempersempitnya.” (HR. Baihaqi, Ibnu Hibban dan Bazzar, dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih al-Jami’, hadist nomor 1222).


Mengingat kematian akan menimbulkan rasa khawatir di dunia yang fana karena kita akan menuju negeri akhirat yang abadi. Kematian tidak mengenal usia, waktu ataupun penyakit tertentu agar setiap orang mempersiapkan diri untuk menghadapinya. Manusia tidak pernah lepas dari kondisi lapang dan sempit, sehingga dengan mengingat kematian, maka manusia tidak akan terlena ataupun berputus asa dari takdir. Manusia yang mengingat kematian akan dimuliakan dalam 3 (tiga) hal, yaitu :


Segera bertaubat,


Hati qanaah,


Giat ibadah.


Bagaimana dengan manusia yang mengharapkan kematian segera datang?. “Janganlah salah seorang dari kalian mengharapkan kematian karena marabahaya yang menimpa, kalaupun harus mengharap (mati), hendaklah berdoa : Ya Allah, hidupkanlah aku selama kehidupan lebih baik bagiku dan matikan aku jika kematian lebih baik bagiku.” (HR. Al-Bukhari : 567 dan HR. Muslim : 2680).


“Janganlah salah seorang kalian mengharapkan dan berdoa (memohon) kematian sebelum waktunya tiba, sungguh bila salah seorang dari kalian meninggal dunia, amalnya terputus, sungguh umur orang mukmin itu menambahkan kebaikan.” (HR. Muslim : 2686). Hendaknya manusia


senantiasa bersabar dengan ketetapan dari Allah Ta’ala dan senantiasa istiqomah dijalan-Nya. Janganlah berputus asa karena sesungguhnya putus asa itu memberikan peluang kepada setan untuk melemahkan hati manusia.


*****


Gus Nizam, sudah dipindahkan ke ruangan Inap. sesuai permintaan Gus Nizam untuk berkumpul diruangannya.


"assalamualaikum " salam semua masuk kedalam, ruangan inap Gus Nizam.

__ADS_1


"walaikumsalam" jawab Gus Nizam bersama dokter Rasya.


"ada apa nak, ?kenapa kami harus berkumpul disini?" tanya ummi fatimah.


"sebentar iya ummi, nunggu tamu belum datang" jawab Gus Nizam tersenyum meskipun wajahnya mulai pucat.


"emang ada apa mas, kok kamu kaya mau pergi selamanya kaya gitu" ucap Amelia memegang tangan suaminya yang dingin.


"mas, jangan bilang mas mau ninggalin aku sama anak-anak" ucap Amelia lagi yang takut kehilangan sosok suami yang baik hati.


"sayang, ma-maafkan ma-mas ga-gak akan bisa berada disamping kamu selamanya sayang, ikhlaskan mas untuk pergi setelah kamu berjanji akan mengabulkan permintaan terakhir mas" jawab Gus Nizam. yang mulai sesak.


"mas, jangan berbicara seperti itu, aku ingin mas bertahan demi kami mas, aku mohon jangan pergi meninggalkan kami disini aku gak sanggup kehilangan kamu mas" ucap Amelia gemeteran memegang tangan suaminya dan perutnya mulai sakit dan berdarah.


"sayang, jangan kaya gini mas gak tenang perginya kalau kamu kaya gini, mas mau ngasih permintaan sama kamu untuk yang terakhir kalinya." jawab Gus Nizam.


"aku sangat mencintai kamu mas, aku mohon bertahan" ucap Amelia yang terus menggenggam tangan suaminya.


Amelia reflek menanggukkan kepalanya.gus Nizam tersenyum wajah tampannya putih pucat.


"sayang kamu serius mau mengabulkan permintaan mas" ucap Gus nizam yang memeluk istrinya.


"mas,mas, kenapa menangis" Jawab Amelia


"mas mau kamu sayang berjanji akan melakukan permintaan mas setelah mas pergi." ucap Gus Nizam.



"iya mas, setelah mas pergi tenang aku ikhlas melepas mas kalau mas udah gak sanggup menahan rasa sakit ini" jawab Amelia sudah ikhlas melepas pergi suaminya.


"terimakasih sayang mas mau tidur dalam dekapan kamu sayang" ucap Gus Nizam.


" Asyhadu alla ilaha illallahu wa asyhadu anna muhammadan 'abduhu wa rasuluh"ucap dalam hati Gus Nizam.

__ADS_1


berapa menit yang lalu Gus Nizam menghembuskan nafas terakhirnya, iya pergi dengan tenang.



"mas, bangun makan dulu dan minum obat" ucap Amelia menangis saat mengguncang seluruh tubuh Gus Nizam yang tidak merespon karena sudah meninggal.


"dok, kenapa suami saya tidak membuka mata" ucap Amelia


"sebentar saya periksa dulu pasen." jawab dokter Rasya.


"maaf pasen telah pergi meninggalkan kita untuk selamanya." ucap dokter Rasya.


"Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. "jawab semua orang.


"Inna lillahi wa Inna ilaihi Raji'un, semoga kamu beristirahat dengan tenang suamiku, mesikipun mulut bikang ikhlas tapi aku gak bisa bohongi perasaanku yang begitu sakit mas" ucap Amelia menangis sejadi-jadinya.


"sayang bersabarlah, ini jalan terbaik untuk suamimu, yang tidak merasakan sakit kaya tadi sayang dia sudah istirahat dengan tenang sayang, kamu harus ikhlas sayang...! ingat kamu harus kuat demi kedua anak-anak kamu sayang" jawab ummi fatimah.


****


Innalillahi wa inna ilahi raji'un, wa inna ila rabbina lamunqalibun, allahummaktubhu indaka fil muhsinin, waj'al kitabahu fi'illiyyin, wakhlufhu fi ahlihi fil ghabirin, wa la tahrimnaa ajrahu wala taftinna ba'dahu.


Artinya: "Sesungguhnya kamu milik Allah dan kepada-Nya lah kami kembali. Dan sesungguhnya kepada Tuhan kami kembali. Ya Allah, tuliskanlah ia di sisi-Mu termasuk golongan orang-orang yang baik. Jadikanlah catatannya di illiyyin. Gantilah ia di keluarganya dari orang-orang yang meninggalkan. Janganlah Engkau haramkan bagi kami pahalanya dan janganlah Engkau beri fitnah kepada kami sesudahnya."


itu yang bisa kami antarkan hanya doa menyertaimu sampai ke tempat terakhirmu mas, aku harus ikhlas melepas mu.


setelah pemandian dan pemakaman Amelia sangat sedih setelah kepergian suaminya itu.iya sangat terluka, karena ditinggal pergi sama suami seperti mas Nizam.


"Allaahummaghfir lahu warham hu wa'aafi hii wa'fu anhu wa akrim nuzula hu wa wassi'madkhola hu wahgsil hu bilmaai wats-tsalji walbarodi wanaqqi hi minal khothooyaa kamaa yunaqqots tsaubul abyadlu minaddanasi wa abdil hu daaron khoiron min daari hi wa ahlan khoiron min ahli hi wazaujan khoiron min zaoji hi wa adkhil hul jannata wa'aidz hu min'adzaabil qobri wa fitnati hi wa min'adzaabin naar."


Artinya: "Ya Allah, ampunilah, rahmatilah, bebaskanlah dan lepaskanlah dia. Dan muliakanlah tempat tinggalnya, luaskanlah dia. Dan muliakanlah tempat tinggalnya, luaskanlah jalan masuknya, cucilah dia dengan air yang jernih lagi sejuk, dan bersihkanlah dia dari segala kesalahan bagaikan baju putih yang bersih dari kotoran.


Dan gantilah rumahnya dengan rumah yang lebih baik daripada yang ditinggalkannya, dan keluarga yang lebih baik dari yang ditinggalkan, serta istri yang lebih baik dari yang ditinggalkannya pula. Masukkanlah dia ke dalam surga, dan lindungilah dari siksanya kubur serta fitnahnya, dan dari siksa api neraka."

__ADS_1


__ADS_2