Dinikahi Gus Dingin

Dinikahi Gus Dingin
dinikahi Gus dingin S2


__ADS_3

tapi Gus azzam langsung menutup pintu penumpang kemudian berbalik ke arah pria itu. tanpa basa basi melayangkan pukulan lagi ke arah pria itu.


"dasar setan! Lo berani mukul gue ?!" umpat pria itu. lalu ia membalas melemparkan pukulan demi pukulan juga pada Gus Azzam.


kalau orang melihat dari poster tubuh, mereka pasti akan mempendapat bahwa di antara pria itu dan Gus Azzam pastilah pria itu yang menang. sebab pria itu memiliki Poster tubuh lebih kekar dan berototnya lebih besar.


namun faktanya yang terjadi malah sebaliknya. Gus Azzam-lah yang menguasai pertempuran itu.


tubuh Gus Azzam lebih sedeng dari tubuh pria itu membuat bisa bergerak gesit dan lincah. membuat bisa bergerak cepat. dan bukan hanya dengan pukulan tinju, tapi dengan satu kali tendangan kaki.


sekali lagi Gus azzam menghantam lututnya ke arah perut pria itu, membuat pria itu tersentak seolah ke habisan nafas. Gus Azam mendorongnya dengan mudah pria itu roboh, tidak bisa bangkit lagi.


"sekali lagi gue ketemu Lo, gue pastikan hidup Lo gak akan tenang lagi di dunia ini. gue juga gak segan-segan akan mengahancurkan hidup Lo untuk selamanya" ucap Gus Azzam.


dia berbalik dan langsung menghampiri mobilnya, dia melihat sang istri tampak meringkuk di kursi mobil.


"Syafa, Syafa, kamu gak kenapa-kenapa?" tanya G'us Azzam sambil mengguncang bahu Syafa. tapi Syafa tetap hanya menggerah seperti kesakitan.


astaga, istrinya ini sedang di pengaruhi oleh obat perangsang yang luar biasa. Gus Azzam pun bertekad membawa pulang.


Gus Azzam pun memutar mobilnya dan meninggalkan parkiran mall. ia melajukan mobilnya ke jalan dengan kecepatan tinggi.


__ADS_1


untungnya Gus Azzam datang tepat waktu menyelamatkan Syafa, kalau tidak Syafa bisa di bawa pria berengsek tadi dan Gus Azzam tidak bisa memaafkan dirinya sendiri.



tadi saat mendapatkan kabar dari sang adik kesayangannya bahwa Syafa di jebak oleh kakaknya sendiri ia langsung meluncur ke mall, dan untungnya ia tepat waktu datang ke sana kalau tidak bagaimana dengan nasib istri rahasianya.


"Gus Azzam,,,, Gus Azzam,,,," ucap syfa berulang kali, bagai orang mengigau.


Gus Azzam mengrutkan dahi. kenapa istrinya menyebut-nyebut namanya? paling tidak siapa yang di sebut namanya merasa bahagia karena istrinya mencintainya juga.



"syaf, Syafa?" Gus Azzam mencoba memanggil Syafa lagi. paling tidak dia ingin membuat istrinya sadar sebelum sampai rumah. kalau istrinya pulang dalam kondisi tidak sadar dan kacau balau seperti ini pasti kedua orang tuanya dan mertuanya akan memarahi Syafa.




Gus Azzam menoleh, dan melihatnya sang istri bergerak gak nyaman sambil menarik-narik blezarnya yang panjang sampai kaki.



"Syafa kamu kemapanasan? tunggu biar kunaikan ac-nya" Gus Azzam lalu menakan suhu ac-nya.

__ADS_1



”panas..."Syafa merintih lagi, kali ini dia menarik lengan blezarnya hingga terlepas dari tubuhnya.



"Syafa, masih kepanasan ? tapi ac-nya "



ucap Gus Azzam terhenti karena tiba-tiba saja Syafa, bergerakan dikursinya dan merangsek ke arah Gus Azzam. tangan Syafa menyentuh kelepak jaket Gus Azzam menyibaknya.



"apa yang kamu lakukan Syafa..!!" lagi-lagi ucapan Gus Azzam terpotong karena bukan hanya menyentuh jaketnya, kini Syafa menyentuh dada bidang Gus azzam, tepatnya mengusap, dengan sentuhan yang membuat darah Gus azzam jadi berdesir. kepala Syafa menunduk dan menyulusup ke leher Gus azzam.



buru-buru Gus Azzam menepikan mobilnya. mana mungkin dia bisa menyetir dengan kondisi dirinya digerayangi oleh istrinya.



"Syafa hentikan!!" ucap Gus Azzam sambil menarik lengan istrinya untuk mundur.

__ADS_1



wajah Syafa yang awalnya mengendus leher Gus Azzam langsung menjauh secara paksa.


__ADS_2