
Di ruang tamu sudah ada Gus Azka menunggu ayah raysa, bunda Amelia dan juga Ning Aisyah turun dari lantai dua. Ayah Rasya tersenyum saat melihat Gus Azka sudah duduk menunggunya.
Gus Azka bangkit dari duduknya menghampiri ayah Rasya dan bersaliman kepada orang tua Ning Aisyah, sedangkan Ning Aisyah menundukkan kepalanya karena tak sanggup melihat Gus Azka mengingat kejadian sore kemarin.
"Assalamualaikum. Kyai Rasya, Bu nyai Amelia." salam Gus Azka tersenyum ramah.
"Walaikumsallam Gus Azka" jawab kedua orang tua Ning Aisyah.
"Mari duduk Gus. silakan" ucap bunda Amelia.
"Iya Bu nyai" jawab Gus Azka.
"Gus jangan panggil Bu nyai. panggil saja bunda sama kaya Ning Aisyah, Ning azzura dan juga Gus Azzam." ucap bunda Amelia.
"Baik bunda" jawab Gus Azka.
__ADS_1
"Gus boleh saya tanya?"
"Boleh kyai mau tanya apa." jawab Gus azka
"Saya mau Gus jujur !! apa benar bayi yang putri saya kandung bayi Gus Azka ?? apa benar kalian melakukan itu tiga Minggu yang lalu ketika. kalian bertemu di caffe waktu itu.?" tanya ayah Rasya menatap lekat Gus Azka.
Gus Azka diam beberapa menit, ia pun menjawab pertanyaan dari ayah Ning Aisyah. " Benar kyai. Itu bayi saya maafkan saya kyai telah membuat kyai kecewa dengan perbuatan saya yang telah merusak masa depan putri bungsu kyai. Saya benar-benar minta maaf !! saya akan segera bertanggung jawab atas yang saya lakukan kyai."
"BAik Gus, saya maafkan sebelum ini tersebar luas maka. saya mau Gus nikahi putri saya hari ini juga !! apa Gus Azka tidak keberatan atas permintaan saya." ucap ayah Rasya.
sedangkan Ning Aisyah memantung setelah mendengar permintaan sang ayah pada Gus Azka ayah biolegis bayi yang ia kandung saat ini. Ning Aisyah menangis ketika mengingat kejadian sore itu, kalau waktu itu ia bisa menjaga diri dari setan yang menggoda imam mereka.
Ning Aisyah hanya menganggukan kepalanya. "iya bunda maaf menunggu lama"
bunda Amelia tersenyum ketika mendengar ucapan sang putri bungsu.
__ADS_1
"kemarilah nak ayah mau bertanya kepada kamu boleh." ucap ayah Rasya.
"bertanya apa ayah" jawab Ning Aisyah yang menundukan kepala.
"apa boleh Ayah meminta sesuatu sama kamu sayang" ucap ayah Rasya.
"boleh ayah katakan lah apa permintaan ayah kepada Ais." jawab Aisyah yang menahan tangisan.
"ayah meminta kalian untuk menikah hari ini sayang !! ini demi kalian biar Ning Aisyah ada yang jaga ayah gak akan selamanya ada disamping kamu sayang." ucap ayah Rasya pada sang putri.
"insya Allah Ais akan menerima permintaan ayah." jawab aisyah berhamburan kepada Rasya.
"terimakasih sayang. Ayah percaya kamu akan menjadi istri Sholehah Gus Azka sayang." ucap ayah Rasya memeluk sang putri.
seorang ayah mana yang hancur saat putrinya mengalami ujian berat harus mengandung di usia yang masih sangat muda !! yang seharusnya bebas bermain, dan bebas merasakan masa remajanya, sedangkan Ning Aisyah harus mengurus bayi dan suaminya sekaligus dimasa remajanya.
__ADS_1
TApi raysa percaya kalau putrinya bisa melakukan itu, soalnya ia yang paling mandiri dan tidak mau merepotkan orang lain Aisyah mempunya sikap tegas dan baik hati dari kedua orang tuanya.
setelah keputusan yang telah di ambil Ning Aisyah dan juga Gus Azka akan menikah hari ini juga karena takut kalau ada yang berniat jahat kepada sang putri termasuk kabar kehailanya hanya pihak sekolah yang tau sedangkan murid-muridnya tidak mengetahui hal tersebut karena kepala sekolah tempat Aisyah belajar milik om yah om Andre.