Dinikahi Gus Dingin

Dinikahi Gus Dingin
dinikahi Gus dingin S2.


__ADS_3

sedangkan dialam bawah sadar ning Aisyah, ia bertemu dengan sosok pria bertumbuh gagah, dan tinggi tersenyum dihadapan Ning Aisyah. Aisyah terus berjalan mendekat di taman yang indah dipenuhi Bungan mawar, dan melati yang begitu cantik sekali.



pria gagah itu." anakku Aisyah kenapa kamu bisa berada disini? ini bukan tempat kamu nak."



Ning Aisyah, yang tersenyum itu. berkata." aku ingin ikut, dengan Abi."



"anakku, belum saatnya kamu ikut bersama saya, kamu harus menjaga malaikat kecil disana." ucap pria gagah itu.



Ning Aisyah, melihat apa yang dikatakan pria itu, benar saja disana ada sosok anak kecil yang lucu memanggil, umma.



"umma ayo kita pulang, Abi sudah menunggu kita."



Ning Aisyah hanya menganggukan kepala, anak kecil itu menarik pergelangan Ning Aisyah. Ning Aisyah hanya menurut saja yang dikatakan anak kecil itu.



sedangkan Gus Azka, masih memegang jemari lentik sang istri yang berbaring lemah. Gus Azka tidak henti mendoakan sang istri yang belum sadar, ia tidak pernah menyarah menungu sang istri. untuk siuman detik demi detik Ning Aisyah mulai megerakan jemarinya, membuat gus Azka tersenyum.



Ning Aisyah, sudah mulai siuman ia membuka matanya pertama kali ia lihat, sang suami yang tersenyum. begitu tampan suaminya itu.



"Abang" panggil Ning Aisyah. yang berusaha menyentuh pipi sang suami yang tampan itu.



"ndalem sayang, mau apa sayang? mau minum" ucap Gus Azka meraih tangan yang menyentuh pipinya itu.



Ning Aisyah mengangguk lemas. " iya Abang"



"Masya Allah, istri Abang manja sekali."ucap Gus Azka.



"hehe, gak papa ini bawaan Dede bayi Abang" jawab Ning Aisyah yang tersenyum di balik cadarnya.



"baik, sayang ini minumlah, jangan tidur terus sepi tau." ucap Gus Azka yang memberika air putih buat sang istri tercinta.



"terimakasih, Abang yang tampan." jawab Ning Aisyah.



"sama-sama, cantik ku yang Abang sayang" ucap Gus Azka.



\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*



setelah satu Minggu Ning Aisyah dirawat ia diperbolehkan pulang, oleh dokter soalnya Ning aisyah meminta pulang terus, kepada sang suami. mau tak mau Gus Azka harus menuruti bumil satu ini. sedangkan Ning Aisyah selalu merengek tidak mau di tinggal sendiri, Gus Azka pusing sendiri melihat sikap manja sang istri, sedikit-sedikit gak mau di tinggal kalau gak di turuti dia akan terus menangis. kedua orang tua Ning Aisyah paham apa yang terjadi kepada putrinya. sedangkan kedua orang tuanya Gus Azka sama paham dengan sikap manja menyatunya karena bawaan ia hamil muda, yang seharusnya menikmati masa remajanya ini malah hamil muda.


__ADS_1


"Abang, ayo pulang Ais gak betah lama-lama disini." rengek Ning Aisyah


"sebentar sayang, Abang harus menemui dokter dulu." jawab Gus Azka dengan lembut.


"gak boleh, pergi Ais gak mau di tinggal sendirian di sini." rengek Ning Aisyah memeluk erat tubuh kekar sang suami.



"Masya Allah, sayang lihat umma kamu! Abi tidak boleh pergi kemana-mana lagi saat ini! tolongin Abi sayang, bilang Abi hanya sebentar keluar nanti balik lagi. tolong bilangin sama umma kamu sayanh." ucap Gus Azka kepada calon bayi mereka.



sebelum menjawab ada kedua orang tua Gus Azka, bersama kedua orang tua Ning Aisyah dan juga kedua saudara kembar Ning Aisyah yang datang.



"sayang, sini sama ayah dulu biarin suami kamu menemui dokter dulu." ucap lembut ayah Rasya.



Ning Aisyah menggelengkan kepala tandanya tidak setuju." gak mau ayah, Ais mau sama Abang gak mau sama ayah"



ayah Rasya tersentak kaget dengan ucapan putri bungsunya itu, baru pertama Ning Aisyah menolak permintaan sang ayah. sedangkan sang bunda hanya tersenyum melihat wajah kaget suaminya.



"ayah, biarin Ning Ais bersama suaminya. karena itu bawaan bayi sayang." ucap lembut sang bunda kepada sang suami.



"baik, bunda biarkan saja anak kita kalau sakit pasti manja dia." jawab ayah Rasya cemberut.



"maafin Ais, ayah sayang " ucap Ning Aisyah mencium pipi kanan sang ayah. tapi tidak lepas dari pelukan sang suami.


"gak, papa kok sayang ayah paham." jawab ayah Rasya tersenyum lembut.


\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*




setelah tiba dikediaman keluarga dokter Rasya, disana sudah ada keluarga besar dokter Rasya yang sedang berkumpul termasuk keluarga kecil Aisyah, dan keluarga Gus Azka ikut hadir karena cemas kondisi menantunya.



"assalamualaikum" salam seseorang.



"walaikumsalam, " jawab semua orang tersenyum kepada satu keluarga.



"mari masuk pak" ucap ayah Rasya.



"iya, terimakasih dokter Rasya" jawab pria itu.



"ada apa gerangan pak? Anda kemari tidak biasanya.?\* tanya ayah Rasya.



"saya ingin minta tolong kepada dokter Rasya" ungkap hati pria itu.



ayah Rasya mengerutkan keningnya, apa yang sebenarnya yang dimaksud bapak itu kepadanya.

__ADS_1



"minta tolong tentang apa pak?" tanya ayah Rasya.



"saya, minta tolong kepada putra dokter Rasya menikahlah sama putri kami" ucap pria itu.



Gus Azzam tersentak kaget saat mendengar permintaan pak Ridwan. sahabat abinya dulu.



"sebentar ini pak Ridwan rekan kerja almarhum suami saya bukan?" tanya bunda Amelia.



"benar Ning Amelia, saya Ridwan rekan kerja Gus Nizam." jawab pak Ridwan.



"Hmm, emang kenapa pak? meminta Gus Azzam menikahi putri pak Ridwan ada masalah?" tanya hati-hati bunda Amelia.



"begini Ning Amelia, saya ingin meminta Gus muda menikahi putri saya karena saya ingin putri bungsu saya mendapatkan pendamping yang Sholeh. dan dulu pernah ada permintaan Gus Nizam kepada saya." ucap pak Ridwan hati hati.



"emang Abi pernah minta apa kepada om ?" tanya Gus Azzam dengan hati-hati.



"Beliau meminta putri saya menikah dengan putra beliau suatu saat mereka nanti sudah dewasa." ucap pak Ridwan." dia juga pasantren disini Gus muda."



"siapa, nama putri om?" tanya Ning Aisyah bersemangat.



"nama putri saya Shafa Salsabila Akbar" ucap pak Ridwan Akbar.



"Masya Allah nama yang cantik yah om pasti orangnya juga cantik" jawab Ning Aisyah.



"Shafa dia seperti mommy yah" ucap pak Ridwan " Dan ini foto Shafa."



"Masya Allah cantik sekali putri om" puji ning Aisyah.


"terimakasih, ning Aisyah" ucap pak Ridwan.


"sama-sama om, tapi kakak harus kembali besok" jawab Ning Aisyah.


"benar, itu Gus muda kalian akan kembali besok gak bisa lama di sini?" tanya pak Ridwan.



"benar kata Ning Aisyah, saya harus segera kembali agar segera lulus dan wisuda." ucapgus Azzam.



"tolong nikahi putri saya, dia sudah tidak punya siapa-siapa setelah mommy Shafa meninggal. dan saya tidak bisa lama menjaga putri saya, karena saya tidak akan lama lagi di dunia ini" ucap pak Ridwan.



"meskipun saya menikahi putri om, tapi dia akan saya tinggal kuliah di sana, karena putri om santri di sini." Jawab Gus azzam


__ADS_1


"sayang, kan sebentar lagi libur di pasantren karena ke naikan kelas nanti kamu bisa bawa istrimu dan sekolah disana." ucap bunda Amelia.


__ADS_2