Dinikahi Gus Dingin

Dinikahi Gus Dingin
dinikahi Gus dingin S2


__ADS_3

Ning azzura berlari ke arah sang ayah, ia menatap ayah Rasya dengan lari. Ning azzura bingung harus mulai bicara dari mana dulu. sampai datang lah sang kakak, yang sempat menegur sang Adiik.


"assalamualaikum, ayah, bunda, Ning zura, Aulia, Amira." salam Gus Azzam yang menundukan kepalanya.


"walaikumsallam" jawab semau orang.


"Ning zura, apa lupa mau memberitahu kalau Gus Azka sudah mulai sadar" ucap Gus Azzam.


"astaghfirullah, hampir lupa Gus " jawab Ning azzura yang mendapatkan tatapan tajam dari sang kakak.


"iya, lain kali jangan seperti ini." ucap Gus Azzam mulai dingin.


"iya, maaf" Jawab, Ning azzura.


bunda Amelia hanya tersenyum, melihat bagaimana sikap tegas sang putra sama dengan Gus Nizam abinya. begitu dingin di hadapan semua perempuan, Gus Azzam pun sama kaya sang Abi, termasuk tegas kepada sang adik kembarnya yaitu Ning azzura, maka sang Adik sangat takut kalau sang kakak kalau udah marah dia tau kaya apa.

__ADS_1


"sayang, jangan terlalu keras kapada sang adik kasihan sampai ketakutan." nasehat sang bunda Amelia.


"bunda, kalau gak tegas sama Ning azzura dia tidak akan mengerti. ingat bunda ayah mendidik kita dengan keras bagaimana kami tumbuh dewasa, meskipun kami terpisah sama kalian selama 3tahun belakang." ucap Gus Azzam yang begitu tegas.


"udah, bunda emang zura yang salah mau manggil ayah malah lupa, sedangkan Gus Azka sedang membutuhkan ayah." jawab Ning azzura yang tidak bisa melihat sang kakak sama bunda berantem olehnya.


ayah Rasya memilih pergi, tanpa mendengarkan perhelatan mereka. ayah Rasya tau bagaimana, sang putri telah menyayangi sang adik yang berbaring lemah di dalam.


ayah Rasya berlalu dari hadapan keluarganya, untuk mengecek kondisi menantunya, yang di cintai sang putrinya. ia terus berjalan ke kamar inap Gus Azka, disana sudah terlihat, Gus Azka sudah mulai membuka matanya hanya saja tatapannya masih kosong. ayah Rasya mulai melangkah masuk kedalam sana, ia membuka pintu ruangan bersama sang suster pria.


Gus Azka berkata," ayah, dimana istriku"


ayah Rasya tersenyum " istrimu ada dirumah sakit ini"


"ada apa dengan istriku, ayah? apa yang terjadi sama dia ayah?" tanya Gus Azka mulai bangun dari tidurnya. ia melepaskan infusan di tangannya berlari ke luar menemui sang istri.

__ADS_1


"Gus Azka, tunggu nak" panggil Ummi Livia menyusul kepergian putra bungsunya.


"tidak ummi, Azka ingin melihat istriku dulu, dia membutuhkan aku ! ummi kenapa ini semua terjadi kepada kami ummi?" tanya Gus Azka yang terus berlari mencari ruangan Ning Aisyah.


Gus Azka berpapasan dengan suster" sus, apa tau dimana Aisyah dirawat."


"mas, lurus saja ! lalu belok kanan. disana ruangan Rawas nona Aisyah." jawab suster.


"terimakasih sus" ucap Gus Azka, yang meninggalkan sang suster yang tersenyum melihat ke khawatiran Gus Azka terhadap Ning Aisyah.


setelah sampai, Gus Azka segera membuka pintu dimana sang istri yang wajah cantiknya berubah menjadi pucat. karena Ning Aisyah yang belum bisa melewati masa keritisnya. Gus Azka melangkah masuk kedalam yang dokter yang mengecek Ning Aisyah tersenyum melihat kedatagan Gus Azka.


ceklek...pintu ruangan terbuka lebar masuklah Gus Azka yang berlari ke ranjang sang istri yang langsung memegang jemari dingin sang istr.


"sayang, berjuanglah demi buah hati kita,,,!! ia sekarang sedang membutuhkan kamu, Abang ada di sini sayang cepat bangung. Abang janji akan mengajak kalian untuk berlibur kemanapun kalian mau." gumam Gus Azka yang masih pegang tangan sang istri.

__ADS_1


"sayang, bangunlah Abang akan setia menunggu, kamu bangun sayang. berjanjilah kamu akan bangun ! kamu pernah ingin disuapin sama Abang kan"


__ADS_2