Dinikahi Gus Dingin

Dinikahi Gus Dingin
dinikahi Gus dingin S2


__ADS_3

Dua keluarga sudah berkumpul. disana udah ada para tamu undangan yang di undnag hanya teman sang ayah, kerabat dan rekan kerja.


Di bawah sudah ada penghulu, sang ayah Rasya dan Gus Azka. Sedangkan di kamar aisyah sedang di rias MUA.




Sedangkan di bawah sudah ada pak penghulu, saksi dan ayah Rasya dan juga Gus Azka yang sudah berjabat tangan dengan ayah Rasya.


"Ankahtuka wazawwajtuka makhtubataka binti Aisyah nantri humaira alal mahri 35 gram. hallan." ucap ayah Rasya.



"Qobiltu nikahaha wa tazwijaha alal mahril madzkuur wa radhitu bihi, wallahu waliyu taufiq." jawab Gus Azka dengan satu kali ucap lancar.


"Bagaimana para saksi sah?"


"Sahhh"


"Sahhhh"


"Alhamdulillah, semua lancar." ucap ummi Livia memegang tangan sang besan.


"Alhamdulillah. Mereka sudah sahh ya mbak" jawab bunda Amelia.


"Iya mbak, kita sekarang keluarga. jadi kalau ada masalah kasih tau mbak biar kita cari selusinya bareng-bareng." ucap ummi Livia.


"bunda, biar Safa yang jemput Ning Aisyah." kata Ning Safa.

__ADS_1


"iya sayang silakan nak." jawab bunda Amelia.


"dia, juga baik tapi sudahlah." ucap ummi Livia.


Ning Aisyah yang di bawa turun oleh santriwati dan di iringi oleh Ning Safa. wanita cantik itu berjalan bersama. tapi ning Aisyah berjalan ke arah sang ayah dan memeluknya.



"ayah maafin Ais selalu buat Ayah kecewa dan marah kepada Aisyah." ucap Aisyah yang menangis.


"ayah, udah memaafkan kamu sayang. " jawab ayah Rasya yang memeluk sang putri.


"ayah"


"sayang, kamu harus nurut sama Gus Azka dia suami kamu sekarang." ucap ayah Rasya.


" selamat sayang, keponakan paman yang cantik" kata Faiz yang berjalan bersama sang istri Ning Salma.


"terimakasih paman yang tampan." jawab Ning Aisyah yang memeluk sang paman yang gagah itu.


"sama-sama sayang, ingat kata paman sayang kamu adalah wanita hebat kesayangan paman.ingat apa yang paman ajarkan sama kamu sayang " ucap Faiz membalas pelukan sang keponakan.


"sayang maafin putri bibi, kamu yang ada di posisi ini saat ini." ujar Ning Salma


"Ais mohon jangan bilang begitu. ini udah takdir Ais bibi gak boleh bilang seperti itu." jawab Ning Aisyah berganti memeluk sang bibi.


"Hmm, Adik Abang sekarang udah jadi istri orang he" ucap Gus Azzam berjalan ke arah sang adik.


"apa tega gak undang Abang sama mbak mu dek" ucap Ning azzura.

__ADS_1


Ning Aisyah tersentak kaget mendengar perkataan sang Abang Sama mbaknya. " masyaallah Abang sama mbak pulang."


"seperti yang kamu lihat dek,soalnya Abang dan mbak kamu dapat kabar ini dari ayah, sama bunda. termasuk Abi sama ummi. (Abi Faiz dan ummi Salma) si kembar panggil paman sama bibi nya Abi dan ummi.


"kalian jahat gak kasih tau Ais kalau Abang sama mbak pulang." jawab Ning Aisyah.


sebelum Ning Aisyah ponsel milik Gus Azka berdering keras sehingga beralih ke benda pipih yang di atas meja kecil.


dreeett .... drettt...


Gus Azka langsung berjalan ke arah meja kecil di samping sang istrinya. Ning Aisyah mengambil lalu memberikan kepada suaminya itu.


Gus Azka.( assalamualaikum, ada Lex)


Alex sekertaris pribadi Gus Azka di kantor. ia Alex ingin memberi tahu kalau di kantor ada masalah yang menimpah kantor milik Gus Azka.


Alex( walaikumsalam. bos ini gawat kantor ada masalah.)


Gus Azka ( masalah apa Lex. ngomong yang jelas.)


Alex ( ada preman yang mengacak-acak isi kantor entah siapa yang menyuruh mereka bos.)


Gus Azka menatap lekat sang istri yang menggeleng-geleng kepala agar suaminya tidak pergi sekarang.


Gus Azka ( sebentar Lex saya. harus izin dulu kepada istri saya dulu.)


Alex (iya bos. semoga Bu bos mengizinkan bos pergi ke kantor.)


Gus Azka (iya nanti saya. akan menelpon kamu lagi )

__ADS_1


Gus Azka membawa sang istri kepelukan Gus Azka." apa boleh saya pergi sebentar. saya janji akan kembali secepatnya."


__ADS_2