
"Gak, abang mau kemana?" tanya Ning Aisyah mata indahnya sudah berkaca-kaca menahan tangisan.
"sayang Abang hanya sebentar ada masalah di kantor bolehnya." ucap lembut Gus Azka.
Ning Aisyah mempunya pirasat kalau suaminya, akan terjadi sesuatu kepada suaminya.
"Abang jangan pergi yah, Ais mohon perasaan Ais akan terjadi sesuatu kepada Abang." jawab Ning Aisyah yang masih menangis di dada bidang suaminya.
"nak, benar kata istrimu jangan pergi malam ini kasihan istrimu yang sedang butuh kamu malam ini." ucap ummi Livia.
"benar dek, jangan pergi kakak juga mempunyai pirasat akan terjadi sesuatu kepada mu" kata Gus Azmi.
"tapi, kakak di kantor ada masalah." jawab Gus Azka.
"nak, apa gak bisa di wakili oleh orang kepercayaan kamu." ucap Abi Abdullah yang tau bagaimana keras kepalanya putra ya itu.
"iya Abi, ummi, kakak, Azka akan pulang ke rumah Azka dulu biar istri Azka bisa istirahat di rumah kami." jawab Azka yang bingung ingin membantah ucapan keluarganya tap tak bisa.
Gus Azka memutuskan menemani sang istri yang sedang mengandung sampai tidur pulas agar. Ia bisa pergi dengan tenang kalau istrinya sudah tidur.
__ADS_1
setelah lama menunggu istrinya tidur, Gus Azka memutuskan untuk pergi ke kantor menemui asisten pribadinya. yang sedang menunggu di kantor.
setelah tiba di kantor benar saja kantor berantakan kaya kapal pecah banyak karyawan yang terluka parah dan sekuriti juga terluka ke betulan jaga malam, karayawan juga banyak yang lembur.
"assalamulaikum Alex" Salam Gus Azka.
" walaikumsallam pak bos." jawab Alex menusukan kepala.
"bagaimana, karyawan ada yang terluka? siapa dalang ini semua." ucap Gus Azka kepada intinya. "apa kamu udah menangkap mereka."
"saya belum yakin. apa masalah sebenarnya karena mereka bungkam sama sekali tidak mau mengatakan, siapa orang yang menyuruh mereka pak bos, tapi saya yakin ini semua sudah di rencanakan dengan matang. mereka melakukan penyerangan ini kalau pak bos sedang tidak ada di kantor." jawab Alex yang tegas mengatakan itu.
"sebentar pak bos, Bu bos di tinggal sendirian di rumah.?" tanya Alex yang ingin menyadarkan bos yah.
"astaghfirullah Alex iya benar saya lupa dengan itu, bagaimana mereka menyakiti dia." ucap Gus Azka.
"astaghfirullah bos, sampai lupa begitu. untung saya sudah menyuruh penjaga kepercayaan kita menjaga di rumah bos dan sekitar pasantren." jawab Alex.
"ya udah Lex saya balik dulu kalau ada sesuatu kabarin saya." ucap Gus Azka yang melajukan motornya dengan kecepatan sedang membelah jalan di kejauhan sudah ada seseorang yang sengaja menunggu kepergian Gus azka yang ingin menabrak Gus Azka.
__ADS_1
tidak jauh Alex mulai curiga sama orang yang sedang menunggu seseorang itu menurutnya mencurigakan. benar saja setelah Gus Azka meninggalkan kantor dari kejauhan kendaraan itu menabrak azka hingga terjatuh.
"astaghfilullah, bos bangun" ucap Alex yang langsung membawa ke rumah sakit terdekat.
setelah sampai di rumah sakit Gus Azka di larika ke ruangan UGD karena kondisinya sangat parah sekali.
Alex segera mengubungi no Ning Aisyah dari no Gus Azka, Alex sangat bergetaran setelah panggilan tersambung dan di angkat oleh Ning Aisyah.
"assalamulaikum, Abang kenapa pergi gak kasih tau dulu."
"walaikumsallam Bu bos, saya mau memberitahu kalau pak bos mengalami kecelakaan yang sangat parah. ia di larikan ke rumah sakit mawar tidak jauh dari pasantren Ning. apa Ning mau ke sini saya jemput.?" tanya Alex.
"Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un, astaghfirullah Abang. iya kak tolong jemput saya." ucap Ning Aisyah.
"baik, Ning saya akan jemput Ning tunggu di dekat gerbang ingat jangan keluar gerbang." jawab Alex yang memperngati istri bosnya itu.
"iya kak, Ais mau izin dulu sama Abi dan ummi."ucap Ning Aisyah.
"baik Ning saya akan segera kesana assalamualikum" jawab Alex.
"walaikumsallam kak"
setelah panggilan terputus Ning Aisyah bergegas mengetuk pintu utama dimana kedua orang tua suaminya yang tinggal kebetulan Ning Aisyah berpapasan dengan kakak kedua Gus Azka.
"dek, mau kemana kenapa kamu menangis.?" tanya Ning Aminah
Ning Aisyah berhemburan ke pelukan sang kakak ipar. "mbak Aminah, Abang"
"iya, kenapa dengan Gus azka, Ning Ais?" tanya Ning Aminah.
"Abang, mengalami kecelekaan hiikkk...hikkk" jawab Ning Aisyah menangis di pelukan sang kakak ipar.
" ummi, Abi, kak Azmi, mas Alwi" panggil Ning Aminah.
mereka semua bergegas menghampiri Ning Aminah yang suda basah dengan airmata, Ning Aisyah pun sama.
__ADS_1
"ada apa Aminah?" tanya ummi Livia.
"Gus Azka mengalami kecelakaan ummi, Abi, kakak" jawab Ning Aminah.