
"nak Faiz udah siapkan nama buat putri kalian?" tanya Abi.
"insya Allah udah ada Abi" jawab Faiz.
"kalau kamu nak, udah siapkan nama buat putri kalian.?" tanya Abi pada Rasya.
"insya Allah udah Abi, mau tunggu saran nama dari Abang Azzam sama dek azzura " Jawab Rasya melirik s kembar.
"sayang kalian udah ada nama buat adik kalian.?" tanya mereka semua.
"udang dong" jawab keduanya.
"siapa sayang," ucap mereka semua.
"buat bayi om ganteung sama Tante cantik safa Azzahra Humaira" ucap azzura.
__ADS_1
"kalau buat Dede bayi ayah sama bunda, Aisyah nantri humaira" jawab Azzam.
"masyaallah sayang nama yang bagus buat adik-adik kalian." ucap Amelia yang mengusap kepala kedua putra dan putrinya.
"hehe, apa suka namanya bunda" jawab keduanya.
"bunda suka sekali sayang namanya. kalian pandai buat nama" puji Amelia.
"pasti lah bunda anak siapa lagi, anak ayah dong." ucap Rasya.
"azzura mau peluk adek Safa boleh Tante.?" tanya azzura.
"boleh dong sayang sini." jawab Salma.
"horreeee bisa peluk adek Safa." ucap azzura.
Amelia hanya geleng-geleng melihat putrinya sangat aktif sekali, melirik Azzam hanya diem sekali dia dingin kaya sang Abi.
"sayang Azzam gak mau gendong adek Aisyah sayang." ucap Amelia melihat sang putra hanya bermuka Datar.
"Hmm,,, Azzam takut kalau adek kenapa-kenapa boleh kecup saja sebentar." jawab Azzam hanya melirik sekilas kembarannya.
__ADS_1
"sayang boleh kok kalau mau kecup adeknya." ucap Amelia yang tau sikap dan sifat putra dan putrinya.
Rasya hanya bisa tersenyum melihat tingkah laku yang menggemaskan s kembar yang sangat aktif sekali.
"Azzam sayang kemari lah." panggil Rasya kepada putra pertamanya.
"iya, ayah ada apa" jawab azzam yang berjalan ke arah sang ayah.
"Azzam putra ayah, ayah ingin berbicara kepada Azzam apa boleh." ucap Rasya.
"boleh kok ayah, mau berbicara tentang apa.." jawab Azzam yang menatap sang ayah.
"ayah udah janji kepada Abinya Azzam akan menyekolahkan ke Mesir bersama azzura setelah kalian tumbuh dewasa nanti." ucap Rasya.
"baik ayah, kalau itu amanat dari Abi kami akan bersekolah di Mesir nanti." jawab keduanya.
"iya sayang terimakasih kalian udah mau kabulkan permintaan ayah dan ayah udah memenuhi janji ayah kepada Abi kalian." ucap Rasya.
kedua orang tua Rasya hanya bisa tersenyum melihat kedekatan putranya sama cucu kembarnya. mereka berharap putra tetap mencintai dan menyayangi cucunya semuanya.
"Abang Faiz sangat bangga sama Abang meskipun Abang hanya orang tua sambung s kembar tapi Abang sangat sayang tulus sama mereka terutama sama mbak Amel."ucap Faiz yang menepuk bahu sang Abang.
"iya Faiz Abang sangat sayang sama mereka dia wanita yang Abang cintai sebelum mbakmu menikah sama Gus Nizam." jawab Rasya.
"berarti cinta sejati Abang adalah mbak Amel yah." ucap Faiz yang menatap sang istri yang sedang rebahan.
"iya dong cinta sejati Abang ialah mbak mu Faiz kamu jangan pernah sakiti istrimu yang baik dia butuh bimbingan kamu karena dia masih polos." ucap Rasya" istrimu seharusnya merasakan masa-masa remajanya main sama teman-temanya sebayanya bukan menjadi sosok ibu muda diusianya."
"iya Abang benar sekali ini aku yang salah seharusnya aku tidak melakukan hal itu waktu itu." jawab Faiz menyesal.
__ADS_1