Dinikahi Gus Dingin

Dinikahi Gus Dingin
dinikahi Gus dingin S2


__ADS_3

Ning Aisyah langsung turun dari mobil yang di supirin oleh Alex. ia bergegas mencari ke beradaan sang ayah dan juga bundanya sedang berkeja malam ini.



"sus, apa ayah sama bunda ada di ruangannya.?" tanya Ning Aisyah.



"kalau gak salah, dokter Rasya sama dokter Amelia sedang berada di ruangan rawat Gus Azka." jawab suster.



"baik, dimana ruangannya sus bisa antar saya ke ruangan Gus Azka." ucap Ning Aisyah.



"baik mari nona." jawab suster.



sedangkan ummi Livia bersama yang lain mengikuti Ning Aisyah bersama suster yang berjalan ke ruangan Gus Azka.



setelah berjalan sepuluh menit mereka sampai di ruangan rawat Gus Azka, disana sedang di tangani oleh ayah Rasya dan Bunda Amelia.



ceklek...



pintu ruangan terbuka lebar, disana ada Ning Aisyah yang berdiri di ambang pintu. sangat syok melihat kondisi suaminya. yang berbaring lemah di atas ranjang.


__ADS_1


Ning Aisyah yang berjalan dan tidak lupa mengucapkan salam. "assalamulaikum, ayah, bunda, Abang"



ayah Rasya, bunda Amelia dan juga suster yang menemani kedua pasangan dokter itu menjawab. " walaikumsallam, mari masuk"



Ning Aisyah kembali menangis saat melihat kondisi suaminya yang sedang berbaring, hatinya sangat hancur saat melihat itu.



'ya Allah. siapa yang tega melakukan itu kepada Abang. apa hubungannya dengan ini semua, Abang tenang aja Ais akan berusaha mencari ke Adilan buat abang.' ucap dalam hati.



"bagaimana kondisi putraku, dokter Rasya.?" tanya kyai Abdullah.




deg..



'jantung Ning Aisyah saat mendengar perkataan sang bunda. bagaimana tidak kaget, Abang Ais mohon jangan lakukan itu apa Abang tidak mau berjuah hidup demi kita berdua.'



sang ayah melihat sang putri hanya diam saja, tapi air mata terus mengalir deras di pipi di balik cadarnya.



" sayang, kenapa kamu hanya diam saja apa kamu tidak mau memeluk suami kamu sayang." ucap ayah rasya.

__ADS_1



"bukan gak mau memeluk Abang ayah. Ais bingung harus bagaimana." jawab Ning Aisyah yang masih memandang wajah tampan suaminya.



"sayang duduk lah di samping suami kamu, dia sangat membutuhkan kamu disini." ucap ayah Rasya.



"iya ayah, Ais akan duduk di samping Abang." jawab Ning Aisyah yang berjalan mendekat ke ranjang suaminya.



Ning Aisyah memegang tangan suaminya yang dingin. "Abang Ais mohon berjuanglah demi kami, Ais percaya pada Abang pasti kuat."



"Bu bos saya ingin memberi tahu. tentang sesuatu kepada Bu bos, tentang apa yang terjadi sesuatu." ucap Alex.


"boleh, kok kak Alex mau bicara tentang apa ?" tanya Ning Aisyah.


"ada yang membenci pak bos, dan dia ingin menghancurkan perusahaan pak bos. " ucap Alex.


Ning Aisyah mendengarkan penjelasan dari Alex, bagaimana mereka tega ingin membuat Gus Azka, hancur tidak bisa aku biarkan. dia akan se enaknya, termasuk akan bahagia melihat Gus Azka yang berbaling lemah di atas ranjang.


Ning Aisyah menelepon seseorang." assalamualaikum, kalian dimana? temui saya di rumah sakit tempat ayah berkerja."


"baik aku akan kesana sekarang juga" ucap seseorang.


"iya saya tunggu kedatangan kalian dan kalian lacak, siapa yang berani ingin menghancurkan perusaha milik suamiku. dan dia udah bosen hidup mengusik ketenangan keluarga kecilku." jawab Ning Aisyah.


"Bu bos nelepon siapa?" tanya Alex.


"sayang kamu menghubungi. teman kamu." ucap bunda Amelia.

__ADS_1


__ADS_2