Dinikahi Gus Dingin

Dinikahi Gus Dingin
dinikahi gus dingin


__ADS_3

Di keluarga Amelia mereka sangat bahagia karena putrinya sangat patuh dan nurut pada kedua orang taunya.



Amelia selalu mendidik putrinya dengan sangat baik sama seperti yang lain selalu mengajarkan tentang Islam itu indah.



Di taman kanak-kanak amelaia mengajar anak-anak usia 3 tahun sampai 5 tahun disana penuh dengan anak-anak yang sangat aktif amilia dan salma sangat senang dengan anak-anak.



Disana banyak sekali anak-anak sedang berajar ilmu agama, ada yang sedang mendengarkan dongeng anak-anak.



Sedangkan amelia sedang menceritakan dongeng buat anak-anak.


doa semut minta hujan dan nabi Sulaiman.


Pada suatu ketika, pernah terjadi kelaparan besar di Palestina --tepatnya pada masa Nabi Sulaiman AS. Saat itu juga, Nabi Sulaiman pun berjalan bersama para pengikutnya dan pergi ke tempat terbuka di gurun untuk berdoa agar hujan turun.


Tiba-tiba, datanglah seekor semut menghampirinya dan ikut berdoa mengangkat tangannya ke atas. Semut berkata, "Ya Allah, Kami hanyalah makhluk-Mu yang sangat kecil di antara semuanya. Kami tidak bisa hidup tanpa kasih karunia-Mu. Tolong berikan kami rezeki-Mu dan jangan menghukum kami karena dosa manusia. Tolong turunkan hujan sehingga pohon bisa tumbuh, pertanian menjadi hijau, dan biji-bijian tersedia. Dan kami pun memiliki makanan untuk dimakan.


Nabi Sulaiman yang mengerti bahasa binatang --termasuk semut, memberi tahu orang-orang di sekitarnya. Ia meminta agar semua kembali pulang karena menurutnya doa semut sudah cukup. Tak berselang lama, turun hujan lebat dan semua lahan menjadi hijau!


Semut merupakan makhluk yang cerdas. Kesehariannya, ia mengumpulkan dan menyimpan makanan di dalam lubang. Ia tahu bahwa selama bulan-bulan basah dan dingin, dirinya tak bisa keluar mencari makan. Lubang di bawah tanah yang dibuat dengan sangat hati-hati dan ditutup dengan pelindung agar air hujan tak masuk. Selain itu, semut adalah makhluk yang senang membantu sesamanya. Mereka senang bergotong-royong dalam hal apa pun.


Suatu hari, ketika Nabi Sulaiman bepergian bersama dengan manusia, jin, dan burung, mereka mencapai lembah semut! Kepala semut pun melihatnya dan memperingatkan semua semut untuk masuk ke lubang mereka agar tidak diinjak-injak dan dihancurkan tanpa disadari oleh manusia dan jin yang mendekat.


Nabi Sulaiman pun tersenyum mendengar peringatan yang diucap oleh kepala semut itu. Ia meminta para sahabatnya untuk menunggu sampai semut masuk ke dalam lubang mereka. "Tidak ada dari kita yang menyakiti semut saat melewati tanah mereka," katanya.


Kepala semut pun berterima kasih kepada Nabi Sulaiman karena semut-semut lainnya dapat aman masuk ke dalam rumahnya. Nabi Sulaiman juga ucapkan rasa terima kasihnya karena beberapa waktu lalu semut sudah turut berdoa agar diturunkan hujan sehingga mereka bisa makan.


Pesan Moral Dongeng Doa Semut Minta Hujan dan Nabi Sulaiman.


Dari dongeng anak Islami di atas, salah satu pesan moral yang dapat dipetik adalah sebagai umat muslim, kita harus saling menolong dan mensyukuri nikmat yang telah diberikan oleh Allah SWT. Kemudian, anak juga tak boleh memandang remeh orang lain. Karena mungkin saja doa merekalah yang paling mulia di mata Allah. Surat An-Naml ayat 19 pun menjelaskan hal tersebut. Berikut bunyinya:


(Fa tabassama ḍāḥikam ming qaulihā wa qāla rabbi auzi'nī an asykura ni'matakallatī an'amta 'alayya wa 'alā wālidayya wa an a'mala ṣāliḥan tarḍāhu wa adkhilnī biraḥmatika fī 'ibādikaṣ-ṣāliḥīn).


Artinya: "Maka dia tersenyum dengan tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdoa: 'Ya Tuhanku, berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada orang tuaku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh." Ucapan azzura menceritakan dongeng.


Sedangkan aldira, sudah mengajar buat umur 5 tahun. Aldira hanya tersenyum melihat anak-anak bersemangat untuk berlajar. Aldira mengajarkan tentang kejujuran,, anak-anak bersemangat untuk belajar tentang Cerita anak islami tentang kejujuran.


☺️Cerita anak islami tentang kejujuran☺️


Dua cerita anak Islam tentang ke jujuran.


Yang pertama. Kisah saudagar kaya yang jujur.


Kejujuran adalah sifat baik yang harus ditanamkan sejak dini. Membacakan cerita anak islami tentang kejujuran akan menanamkan pesan-pesan kepada anak-anak, agar senantiasa berlaku jujur.


Suatu ketika di zaman tabi’in, hidup seorang saudagar perhiasan bernama Yunus bin Ubaid. Suatu hari, Yunus berpesan kepada saudaranya agar menjaga kedai perhiasan miliknya selagi ia pergi keluar untuk shalat.


Manakala Yunus bin Ubaid sedang shalat, datanglah seorang badui, atau penduduk dari desa yang jauh hendak membeli perhiasan di kedai Yunus bin Ubaid. Singkat cerita, terjadilah jual beli antara orang badui itu, dengan penjaga kedai suruhan Yunus.


Konon, salah satu perhiasan permata yang ingin dibeli si badui berharga empat ratus dirham. Namun penjaga kedai malah memberikan perhiasan yang harga sesungguhnya hanyalah 200 dirham saja. Akhirnya orang badui yang tak paham harga perhiasan itu tetap membeli, tanpa pengurangan harga sama sekali.


Di jalan, orang badui ini berpapasan dengan Yunus bin Ubaid. Yunus pun mengenali bahwa perhiasan tersebut ialah barang yang biasa ia jual di toko perhiasannya. Lantas, Yunus menghampiri orang tersebut dan bertanya.


“Berapa perhiasan ini engkau beli, wahai orang badui?”


“Aku membelinya seharga empat ratus dirham,” jawab si badui.


Yunus bin Ubaid terkejut mendengarnya. Karena merasa kasihan, ia pun mengajak orang badui itu kembali lagi ke toko perhiasan. Yunus bin Ubaid si saudagar permata berkata pada orang badui ini,


“Saudaraku, sebenarnya aku menjual perhiasan itu seharga dua ratus dirham saja. Mari kembali ke kedaiku, agar engkau mendapatkan sisa uangmu kembali,”


Namun, orang badui itu menjawab.

__ADS_1


“Biarlah, tidak perlu. Aku telah merasa senang dan beruntung dengan harga empat ratus dirham itu, sebab di kampungku harga barang ini paling murah lima ratus dirham.”


Namun, saudagar permata ini tak puas juga. Didesaknya orang badui itu agar kembali ke kedainya untuk mendapatkan harga yang seharusnya. Mereka sampai di kedai, Yunus bin Ubadi mengembalikan sisa uang 200 dirham dan orang badui itu pun pergi.


Kemudian, Yunus berkata pada saudaranya yang ia amanahkan untuk menjaga kedai. Dengan agak marah ia berseru.


“Apakah kamu tidak merasa malu dan takut kepada Allah atas perbuatanmu menjual barang tadi dengan harga dua kali lipat?”


Saudaranya beralasan bahwa toh badui itu pun setuju dengan harga tersebut.


“Bukankah tidak apa-apa, karena dia sendiri yang mau membelinya dengan harga empat ratus dirham,” jelasnya membela diri.


“Ya, tapi tahukah engkau. Sungguh besar tanggung jawab kita sebagai sesama muslim, agar memperlakukan saudara seiman seperti engkau memperlakukan dirimu sendiri. Perlakukan dengan baik, dan jujur.”


“Bukankah tidak apa-apa, karena dia sendiri yang mau membelinya dengan harga empat ratus dirham,” jelasnya membela diri.


“Ya, tapi tahukah engkau. Sungguh besar tanggung jawab kita sebagai sesama muslim, agar memperlakukan saudara seiman seperti engkau memperlakukan dirimu sendiri. Perlakukan dengan baik, dan jujur.”


Boleh mengambil keuntungan sebesar-besarnya, namun janganlah berdusta dengan menjual barang berkualitas buruk, dan tidak jujur terhadap harga. Alangkah baiknya jika jual beli berjalan dengan aman dan tenteram, saling menguntungkan, tanpa penipuan dalam perniagaan.


Ardira menjeda ceritanya sembentar melihat anak-anak dengan serius mendengarkannya termasuk sekumpulan anaknya. Dan saudaranya.


"Umma, ayo lanjut donk kami mau dender cerita yang ke dua" ucap sandi.


"Hmm, apa kalian penasaran sama kisah nya sayang" jawab aldira.


" Aku sangat penasaran ustadzah Dira" ucap gadis imut itu.


"Hmm, baiklah, nama kamu siapa sayang? Tanya aldira.


"Nama saya ayunda ustadzah." Jawab Ayunda.


"Masya Allah nama yang bagus sayang" ucap aldira. Yang memperhatikan putra dari Ning Zia.


"Ayo umma, lanjut ceritanya jangan buat kami penasaran dong" ucap alsinta.


Tapi putri bungsunya yang menceritakan semua. Aisyah mulai menceritakan kisah yang kedua.


Yang kedua kisah anak yang jujur.


Alkisah, seorang anak telah mengembara jauh, demi mencari ilmu. Sebelum anak tersebut memulai perjalanan, ibunya berpesan, “Wahai anakku, janganlah engkau sekali-kali berkata dusta. Sebab kejujuran akan membawa dirimu pada keselamatan walaupun kejujuran yang kamu lakukan itu kalihatannya akan membawa pada kebinasaan,”


Anak itu pun memegang erat-erat pesan ibunya dalam hati dan pikirannya. Dalam pengembaraan itu, ibunya memberikan bekal uang seratus dirham.


Suatu ketika, ditengah perjalanan, anak itu didatangi sekomplotan perampok. Mereka bertanya pada si pengembara, “Wahai anak kecil, apakah engkau membawa uang?”


Anak kecil tersebut menjawab, “Iya aku membawa uang”


Merasa tak yakin, perampok itu bertanya lagi. “Betulkah engkau membawa uang? Karena setiap orang yang kami tanya pasti akan menjawab tidak ada uang. Lantas kami rampas semua hartanya,” kata mereka, menakuti sang anak kecil pengembara


Para perampok itu lalu tertawa terbahak-bahak. Mereka tak percaya ada anak kecil, yang lusuh mengaku pula pada perampok bahwa ia membawa sejumlah uang.


Mereka bertanya lagi, “Wahai anak kecil, apakah engkau hanya ingin mengolok-olok kami?”


Anak kecil tersebut menjawab “Aku tidak mengolok-olok kalian, aku sungguhan membawa sejumlah uang”


Pemimpin perompak lalu berkata, “Kenapa berkata jujur? tidak takut kah uangmu kami rampas?”


Anak kecil menjawab, “Ibuku telah berpesan agar aku selalu berkata jujur, sungguh aku tidak berani melanggar nasehat dari ibuku.”


Mendengar jawaban anak kecil tersebut, sang pemimpin perampok menangis. Ia menjadi sadar akan dosa-dosa kejahatannya.


“Kamu merasa takut melanggar nasihat ibumu agar tak berdusta, sedangkan aku selama ini tak merasa takut  jika Allah marah akibat kejahatanku pada manusia. Wahai anak kecil, kamu telah memberikan peringatan yang keras untukku,”


Akhirnya sang pemimpin dan anak buahnya bertaubat kepada Allah, berkat keberanian dan kejujuran anak kecil pengembara.


***


Demikian cerita anak islami tentang kejujuran, semoga bermanfaat dan dapat dipetik hikmahnya. Ujar Aisyah yang kembali diem

__ADS_1


Semua teman-temannya dan orang tua murid begitu kagum saat mendengar cerita  Aisyah bahkan anak laki-laki mengajukan cerita tentang nabi Yusuf.


"Assalamualaikum, wahai adik cantik maukah kamu menceritakan tentang kisah nabi Yusuf"  ucap anak laki-laki yang bernama Yusuf itu..


"Walaikumsalam kakak, kenapa mau mendengarkan kisah nabi Yusuf?" Jawab isyah yang terus menundukan kepalanya.


"Saya ingin mendengarkan dari kamu adik cantik" ucap Yusuf menatap ustadzah aldira. Meminta persetujuan.


"Baiklah kakak, Ais akan menceritakan kisah nabi Yusuf sesuai keinginan kakak." Jawab Ais.


Cerita kisah nabi Yusuf yang dizalami oleh saudara-saudaranya.


Nabi Yusuf AS adalah putra kesebelas Nabi Yakub AS. Ia dikenal memiliki akhlak mulia, cerdas, berbakti kepada orang tua. Kelebihan yang dimiliki Yusuf lantas membuat saudara-saudaranya cemburu.


Terlebih sang ayah, Yakub dirasa lebih mengutamakan dan menyayangi Yusuf. Kemudian, terjadilah satu ujian dalam hidup yang dikenal dengan kisah nabi yusuf  yang dizalimi oleh saudara-saudaranya.


Yusuf adalah salah satu putra Nabi Yakub dan telah ditinggal wafat ibunya sejak masih kecil.


Yusuf tidak mendapat kasih sayang dari sang ibu seperti kakak-kakaknya. Oleh karena itu, Yakub sangat memerhatikan Yusuf dengan sepenuh hati.


Namun hal tersebut justru membuat saudaranya cemburu dan merasa diperlakukan tidak adil oleh ayahnya. Berikut kisah tentang Nabi Yusuf saat dizalimi saudaranya.


Awal mula kecemburuan saudara-saudaranya nabi Yusuf.


Nabi Yakub memiliki dua belas orang anak, dua anak terakhirnya yaitu Yusuf dan Bunyamin. Mereka berdua sudah ditinggal wafat sang ibu, Rahiel, sejak masih kecil.


Yusuf dan Bunyamin menjadi prioritas utama Nabi Yakub karena keduanya masih sangat kecil, sedangkan kakak-kakaknya sudah beranjak dewasa.


Sikap Nabi Yakub tersebut dianggap pilih kasih dan memicu kecemburuan di antara anak-anaknya yang lain sehingga mereka membenci Yusuf serta Bunyamin.


Terutama pada saat Yusuf mendapat mimpi bintang-bintang sujud kepadanya, para saudaranya itu semakin menjadi-jadi tidak menyukai Yusuf.


Rencana  mencelakai Yusuf.


Kemudian kakak-kakak Yusuf berkumpul dan merencanakan sesuatu untuk mencelakakan adiknya itu.


Mereka berdiskusi ada yang berniat ingin membunuhnya, menjual ke musafir, hingga menelantarkan Yusuf agar menjadi mangsa binatang buas.


Akhirnya saudara-saudaranya itu membujuk Yakub dan meminta izin mengajak Yusuf untuk pergi bermain bersama mereka.


Awalnya Nabi Yakub sangat berat hati dan tidak yakin para saudaranya bisa menjaga Yusuf dengan baik. Namun ia mencoba percaya meski sebenarnya tak rela melepas putra kesayangannya itu.


Yusuf dibuang ke dalam sumur


Ketika Yusuf pergi bersama kakak-kakaknya dan merasa posisi mereka sudah cukup jauh dari rumah, para saudara itu mulai melancarkan aksinya.


Mereka sempat ingin menelantarkan Yusuf    supaya dibawa para musafir hingga pergi jauh dan tidak kembali lagi.


Pada akhirnya mereka sepakat untuk membuang Yusuf ke dasar sumur.


Yusuf yang saat itu masih kecil tidak bisa berbuat banyak agar dirinya selamat.


Setelah Yusuf berhasil dimasukkan ke dalam sumur, mereka kembali berdiskusi membuat alasan pada Yukub agar sang ayah percaya bahwa Yusuf telah celaka.


Namun, atas pertolongan Maha Besar Allah, diceritakan ada salah satu musafir yang hendak mengambil air ke sumur tempat Yusuf dibuang.


Ketika ia menarik tali dari dalam sumur, Yusuf ikut menggelantung dengan tali sehingga berhasil naik dan selamat.


Yusuf dibawa ke Mesir dan dijual sebagai budak. Ada yang menawarnya dengan barang hingga uang. Lalu seorang Raja Mesir yaitu Qithfir bin Rauhib bersedia mengambil Yusuf.


Qithfir bin Rauhib dan istrinya yaitu Ra'il binti Ramayil atau dikenal dengan nama gelarnya Zulaikha, merawat Yusuf sangat baik sampai ia dewasa.


Kejadian Yusuf yang disebut hilang hingga tewas oleh para saudaranya itu, membuat Nabi Yakub sangat sedih dan berkabung selama beberapa hari


Dari peristiwa tersebut, ada banyak hikmah yang bisa didapat. Semua yang Yusuf alami ketika muda merupakan kehendak Allah SWT yang akan memberikan rahmat dan karunia-Nya kepada Nabi Yusuf.


Allah berfirman, "Dan tatkala ia cukup dewasa, kami berikan kepadanya hikmah dan ilmu. Demikianlah kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik." (QS Yusuf ayat 22)


Akhir kisah Nabi Yusuf yang dizalimi oleh saudara-saudaranya ini, mereka semua menjadi orang-orang merugi dan satu hari datang kembali pada Yusuf untuk meminta ampunan.

__ADS_1


__ADS_2