
sEtelah usai mengajar Amelia meninggalkan kelas10. Amelia berpamitan kepada seluruh santri putri.
"kalau begitu tidak ada yang ditanyakan lagi saya pamit karena saya masih belum tenang suami saya belum sembuh. assalamualaikum." salam Amelia.
"walaikumsalam" jawab semua santri putri.
Amelia bener meninggalkan kelas tapi pas tengah perjalanan Amelia dihentikan oleh seorang ustadzah, ustadzah itu mencintai dokter Rasya. Amelia tidak mengetahui itu, ia kaget saat mendengarkan ucapan ustadzah itu.
"tunggu"
"iya ada apa?" tanya Amelia heran kenapa dia memberhentikan langkah kakinya.
"boleh tanya sesuatu kepada Ning Lia.?" balik tanya ustadzahitu. "apa benar Gus Rasya sedang sakit? sakit apa.?"
"iya dia sakit karena sebentar lagi akan menjadi seorang ayah." ucap Amelia tersenyum dibalik cadarnya. "kenapa ustadzah nanya seperti itu kepada suami saya"
"gak cuman pengen tau saja" jawab ustadzah itu.
Amelia menatap curiga dengan sikap ustadzah tadi dengan cara bicaranya sudah beda.
"hmmm baiklah saya pamit duluan, assamualaikum." salam Amelia meninggalkan ustadzah.
"walaikumsalam." jawab ustadzah.
Amelia baru saja melangkahkan, kakinya sudah terhenti karena mendapatkan pelukan secara mendadak dari belakang.
"sayang kenapa lama sih ngajarnya aku bosen nunggunya." ucap Rasya.
"maaf kakak sayang Lia ketemu sama ustadzah itu dulu." jawab Amelia smabil menunjuk ustadzah dengan dagunya.
rasya menatap kedepan disana emang ada ustadzah yang pernah menyatakan perasaannya dulu sebelum Rasya melanjutkan pendidikan ke luar negri.
"ustadzah Salwa" ucap Rasya.
__ADS_1
"iya Gus"
Amelia menatap penuh curiga kepada suaminya dan ustadzah Salwa.
" tolong kalian jujur ada hubungan apa kalian kenapa kaya ada yang kalian sembunyikan dari saya.?" tanya Amelia.
mereka tidak ada yang menjawab satu sama lain. Amelia mulai curiga karena tidak ada yang ingin jujur kepada dirinya.
" Hmm baik lah kalian tidak ingin jujur maka aku yang pergi silakan selesaikan masalah yang belum selesai." ucap Amelia meninggalkan pasantren.
"sayang kamu gak usah pergi, dengerin penjelasan aku dulu." jawab Rasya. " dulu ustadzah Salwa mengatakan tentang perasaanya kepada saya tapi saya tidak membalas perasaan dia karena Abi sama umi tidak mengizinkanku untuk membalas perasaannya karena aku tidak mempunyai perasaan apa-apa padanya."
deg....
jantung Salwa berdetak kencang saat tau orang yang mencintainya secara diam menyakitkan.
"Gus"
💫💫💫💫💫💫
Menyampaikan perasaan cinta bukan perkara yang mudah bagi sebagian orang. Ketika jatuh cinta, nggak semua orang berani mengungkapkannya secara langsung kepada seseorang yang dicintainya. Karena tidak memiliki keberanian untuk mengungkapkan perasaannya, tak jarang orang memilih untuk menyembunyikan perasaannya dan hanya mencintai dalam diam.
Bisa menyayangi namun tak bisa memiliki. Lebih sakitnya lagi jika orang yang kamu cintai ternyata tahu kalau kamu menyukainya, tetapi dia pura-pura tidak tahu dan mengabaikanmu. Untuk mengontrol perasaanmu pada si dia, kamu bisa membaca kata-kata mencintai seseorang dalam diam, yang telah inspirasi kata rangkum di bawah ini
Mencintai seseorang dalam diam, berikan perasaan terbaik karena cinta diam selalu benar.
Cinta diam tidak memiliki kata-kata. Ia memiliki bahasanya sendiri, yang hanya bisa didengar oleh orang yang kita cintai.
Aku tidak pernah menuntutmu untuk jadi orang terdekatku, sebab mengagumi diam-diam sudah menjadi kegemaranku.
Cukup menjadi pengagum rahasiamu, mencintaimu dalam diam, merindukanmu dalam doa.
Aku ingin menjadi bumi. Biarpun tak bersinar, bumi akan selalu menjadi tempatmu bernaung. Melindungimu ketika kau sibuk mengagumi bintang.
__ADS_1
Dalam sudut hatiku menyimpan rasa, hanya dalam sudut ruangku memandang, biarkan aku jatuh cinta diam-diam.
Selama ini aku di dekatmu, memelukmu dalam doa, mencintaimu dalam kebisuanku.
Aku harap kita dipertemukan bukan untuk mengagumi dalam diam, tapi untuk saling mengenal lebih dalam.
Aku memiliki cara lain mencintaimu. Tak secara gamblang di depanmu. Namun aku secara nyata memintamu pada Tuhan.
Biarkan semesta jadi perantara ada cinta di antara kita.
Diam-diam mencintai, diam-diam sakit sendiri.
Mengagumi belum tentu mencintai. Begitupun perihal mencintai belum tentu bisa memiliki.
Hanya sebagai pengagum rahasia karena lidah ini sering mendadak kaku kalau bertemu denganmu apalagi ingin menyapa.
Apakah sosokmu nyata? Mengapa engkau begitu sempurna, bahkan dari kejauhan.
Memilih untuk diam, memperhatikan dari jauh, atau mendoakan diam-diam. Setiap orang punya caranya sendiri untuk jatuh cinta tanpa membaginya dengan orang yang dia cinta. Setiap hati selalu mempunyai sebuah nama.
Hal yang paling indah ketika dua orang saling rindu, namun tidak berkomunikasi, tetapi keduanya saling mendokan di dalam sujudnya masing-masing.
Mengagumimu dalam diam merupakan hal yang menyenangkan bagiku.
Ada yang mendoakanmu meski kamu mengabaikan. Ada yang merindukanmu meskipun kamu tak tahu. Itu aku.
Jangan salah kaprah, aku hanya mengagumi, bukan mencintai.
Aku harus membuat dan melihat tawa di wajahmu, kalaupun karena aku atau tanpa aku.
itu yang dirasakan Salwa.
💫💫💫💫💫💫
__ADS_1