
karena banyak tamu yang datang Amelia merasa ke kelahan, meskipun nyatanya dia hanya duduk di kursi sambil menyapa mereka, tetap saja tenaganya seolah terkuras habis. kini l, Amelia berbarin di kamar sambil memejamkan mata.
klek...
pintu terbuka tak terlalu di perhatikan oleh Amelia tentang siapa yang masuk, Amelia mengira itu adalah suaminya.
"mas, lemas banget, tolong Ambilin minum dong," titah Amelia, bukan tak sopan atau apa, dia hanya benar-benar kelelahan mengingat kurangnya asupan makan dari kemarin setelah melahirkan.
"sudah ummi bawakan, silakan kamu makan ha Amelia."
mendengar suara mertuanya mendadak mata amelia melebar sempurna, bahkan saking kaget degan itu jantung Amelia seolah mau copot dari tempatnya, Amelia bangkit memposisikan diri menjadi duduk dan melihat jelas siapa yang datang ke kamar suaminya.
"ah,,,ummi maaf Amelia" cicitnya oelansambik menunduk dalam, di balik selimut tangan Amelia meremas sprey, merituki diri sendiri karena telah berbicara se enaknya di rumah mertuanya.
"minta maaf kenapa sayang, kamu gak buat salah kok." ummi menyiapkan nampan berisi makanan dan minuman di atas nakas, lalu lengannya terlilit nengusao pundak Amelia yang ke lihatan sekali segan kepadanya.
"hey,, ummi juga waktu melahirkan rasya bukan cuman minta ambilin air ke Abi, umi bahkan meminta di pijit, menta di gendong buat ke toilet, minta bantuan banyak Sama Abi itu wajar kok, mereka sebagai seorang suami pasti mengerti. kamu gak salah lagian Karana cuman mau nyuruh ambil minum."
__ADS_1
Amelia pun berbinar mendengarnya, seperti sikap umi lebih melunak padanya, mertuanya baik dan perhatian seperti mertuanya dulu sangat baik yaitu ibu dan ayah Gus Nizam. sampai menghantar makanan ke kamarnya." Masya Allah, terimakasih ummi."
"seharunya ummi yang makasih, karena kamu udah memberi cucu cantik seperti Ning aisyah, ummi bolehkan ikut merawat Aisyah bersama."
"boleh banget ummi, Amelia ikut senang dengernya."
"sekarang kamu pasti lapar kan, sini ummi suapin." ummi mengambil makanan yang ada di atas naska lantas bersiap menyuapi, namun karena rasa tujuh Amelia menolak sang mertua dengan cara halus.
"tidak usah repot-repot umi, sini Amelia saja sendiri "
benar ucapan ummi, oleh karena itu Amelia tak lagi protes, satu piring penuh makanan itu akhirnya habis kandas di makannya, sampai perut Amelia merasa sesak dan kenyang akibat itu.
"udah umi, Amelia kenyang."
"Alhamdulillah kalo gitu ummi pergi dulu ya, kalo butuh apa apa jangan sungkan, anggap ummi sebagai orang tua kandung kamu sendiri."
__ADS_1
orang tua kandung sendiri. tiba tiba saja Amelia teringat akan ayah sama bundanya yang jauh disana karena tugas sang kakak pertamanya di malang.
saat sudah sendiri Amelia tiba tiba menangis, rindu paling berat, adalah rindu kepada kedua orang tuang dan abangnya yang sudah kembali ke tugas masing-masing.
\*\*\*\*\*
ummi celingukan setelah keluar dari kamar Amelia, mengingat kondisi menantunya yang masih lemah karena Amelia kekeh ini lahiran normal tidak mau melakukan oprasi Caesar lagi. ummi pun berinisiatif untuk mencari Rasya. ternyata oh ternyata putranya itu sedang asyik mengobrol dengan tamu di ruang tamu.
"Rasya" kode ummi agar Rasya meninggalkan perkumpulan itu, Rasya yang peka dengan sinyal sang ummi tanpa banyak bicara langsung menyambungi ummi yang berdiri dengan jarak tak terlalu jauh dari sana, putrinya sengaja dia titip pada hilya untuk sementara waktu.
" nitip ya dek, Abang mau ke ummi dulu"
"dengan senang hati Abang" katanya menerima Aisyah ke pangkuanya.
"awas hati-hati ya, masih kecil dan rawan celaka. jangan sampai jatoh atau kenapa Napa"
hilya cemberut, mukanya di tekuk masam. " ih Abang gak tau diri banget, udah nitip anak pake bilang gitu segala. gak tau kalau hilya juga dokter kandungan tau bagaimana menjaga anak."
"gak ikhlas banget kamu dek, ya udah sini" Rasya berniat mengambil alih kembali anaknya dari pelukan hilya.
__ADS_1
"apa sih, holy jagain kok sepenuh hati." ucapnya