
"siapa yang Ning Aisyah hubungi.?" tanya Gus Alwi.
"Ais menghubungi anggota Ais, maaf Ais tidak jujur kepada kalian semua. bahwa Ais selama ini mempunyai anggota, mau tim polisi, TNI, mafia, geng motor. Ais kerja sama sama mereka termasuk mata-mata yang selalu mengawasi kita." jelas Ning Aisyah.
"maksud kamu nak." ucap kyai Abdullah.
Faiz yang baru datang bersama dengan Ning Salma. ia berkata " Ning Aisyah kerja sama dengan kami tim kepolisian, dan saya sebagai pendukung apa yang di buat hal baik."
ayah Rasya Dan juga bunda Amelia hanya tersenyum melihat sikap putrinya yang sangat aktif itu. ia sempat tidak percaya lagi dengan sang putri yang bergaul sangat tidak baik di luar sana. setelah tau itu yang d lakukan hal baik maka mereka mulai percaya lagi buktinya hari ini.
tingggg....
__ADS_1
suara pesan masuk dari teman yang tadi di telepon. mereka telah tiba di rumah sakit. Ning Aisyah berjalan ke luar tapi begitu kejut ada seorang wanita yaitu salah satu ustadzah yang mengajar di pondok pasantren milik mertuanya.
wanita itu berjalan menabrak tubuh mungil Ning Aisyah sampai terjatuh. ia tanpa mengucapkan salam terlebih dahulu masuk begitu saja.
"kyai bagaimana dengan ke adaan Gus Azka." ucap wanita itu.
"seperti yang ustazah lihat bagaimana kondisinya." jawab kyai Abdullah.
"maaf, kenapa ustazah begitu khawatir dengan Abang?"tanya Ning Aisyah yang mengerutkan kening.
Ning Aisyah sudah membaca raut wajah wanita itu begitu perhatian dan menyayangi suaminya.
"astaghfirullah, Gus Azka apa yang terjadi kenapa kamu berbaring seperti ini." ucap wanita itu.
Ning Aisyah hanya melihat raut wajah wanita yang baru saja datang, ia hanya pura-pura bersedih tapi dalam hatinya bahagia. karena Gus Azka menolaka ajakan menikah waktu itu sebelum kejadian sore.
'kenapa raut wajah, wanita ini sangat aneh apa jangan-jangan wanita ini yang menyebabkan ke kacauan terjadi. awas saja kalau itu benar aku akan biarkan suamiku menjadi korban. eh tunggu wanita ini yang tiga minggu lalu ketemu di lobbi hotel kan, dia keluar dengan seorang pria. yang kalah tender oleh suamiku."' ucap batin Ning Aisyah.
__ADS_1
Alfan yang mendekat dan membisikan, sesuatu yang mengejutkan, Ning Aisyah." dek, dia orang yang sama saat penyerangan kantor suamimu, dan orang yang menabrak suamimu itu pria yang ketemu kita di lobby hotel. "
"oke kak, kita lihat dulu dia akan berandiwara di hadapan semua Orang." jawab Ning Aisyah.
"baik, kita ikuti dulu permainan wanita ular ini." bisik Alfan.
"maaf kamu siapa?" tanya Ning Aisyah" kenapa kamu sangat khawatir dengan kondisi Abang."
wanita itu di todong pertanyaan seperti itu membuat ia susah ngelak lagi. "saya hanya mantan pacar Gus Azka."
"benar kah, tapi Abang tidak pernah menceritakan kisah cinta kalian." jawab Ning Aisyah yang menatap tajam wanita yang ada di sampingnya.
"masa sih! tidak menceritakan kisah cinta kita. ? mana mungkin Gus Azka menceritakan kisah cinta kepada kamu anak kecil." ucap wanita itu.
Ning Aisyah tersenyum miring. "Hmm, tapi aku berkata jujur Abang tidak pernah bilang kalian punya hubungan sepesial. "
"jangan so tau anak kecil." ucap wanita itu.
"aku berkata apa adanya. Anda bukan mantan pacarnya. tapi lebih indah kisah aku Sam Gus Azka yang di saksikan kedua orang tauku." jawab Ning Aisyah.
__ADS_1