
"inalilahi wainalilahi rojiun, semoga cepat sembuh yah om, Tante buat suaminya Aisyah" ucap Aulia dan Amira.
"amin alllahumma amin, terimakasih ya nak atas doanya. tapi tolong rahasiakan ini dulu yah " kata ayah Rasya.
"baik, om kami akan merahasiakan ini dari semua orang." jawab Aulia.
"semoga sahabat kita tidak kenapa-kenapa yah termasuk, bayi yang dalam kandungannya." ucap Amira.
"amin, Allahumma amin." jawab semua ya
di dalam ruangan, seorang dokter sedang menangani Ning Aisyah, yang hampir saja ke guguran karena ulah temannya. yang sengaja melakukan itu semua.
Ning Aisyah tidak pernah melukai teman sekolahnya, ataupun ia berniat menyakiti perasaan mereka, tapi mereka selalu berniat
jahat kepada Ning Aisyah. ke dua sahabatnya selalu ada buat Ning Aisyah bagaimana pun mereka menjalani mau senang atau susah mereka bertiga selalu bersama-sama.
"bagaimana ke adaan sang pasien sus?" tanya dokter wanita itu.
"ke adaan ya masih sama belum ada perubahan " jawab suster itu.
__ADS_1
"terus bagaimana dengan ke adaan kandungannya.?" tanya dokter wanita itu.
"kandungannya udah mulai membaik, dok tinggal nungguin pasien sadar dari bawah alam tidurnya " jawab suster itu.
"baik, saya akan berbicara dengan keluarganya dulu di luar " ucap dokter wanita itu.
"baik, dok saya akan awasi perkembangan pasien." jawab suster itu.
setelah itu, dokter wanita itu langsung berjalan ke arah pintu keluar. sudah ada keluarga Ning Aisyah.
"bagaimana, dok dengan ke adaan putri saya?" tanya ayah Rasya.
"begini dokter Rasya, putri anda sekarang belum bisa melewati masa keritisnya" ucap dokter wanita itu.
"astaghfirullah, ayah bagaimana ini, putri kita belum bisa melewati masa keritisnya." jawab bunda Amelia, menangis histeris mendapatkan kabar tentang sang putri.
"astaghfirullah, bunda istigfar putri kita kuat insya Allah bisa melewati masa keritisnya." ucap ayah rasya, yang memeluk sang istri.
sedangkan keluarga kyai Abdullah dan ummi Livia, berusaha berbicara bersama putra bungsunya, yang masih dalam koma itu. karena tabrak lari, Gus Azka belum bisa melewati masa komanya, yang sudah dua bulan ini.
"Azka, nak lihat istri kecilmu sedang membutuhkan kamu disampingnya " ucap ummi Livia.
__ADS_1
"benar, yang di ucapkan ummi kamu nak, cepat sadar istrimu sedang membutuhkan kamu saat ini. cepat sadar nak Abi butuh kamu sekarang." ucap Abi Abdullah.
Gus Azzam, sangat khawatir dengan kondisi sang adik maka ia berkata." Gus Azka sampai kapan kamu akan seperti gini, istri dan calon bayi kalian sedang membutuhkan kamu saat ini."
Ning azzura ikut berbicara." benar Gus Azka , Ning Aisyah sekarang lagi membutuhkan kamu, apa kamu tega melihat istri kecilmu sekarang berbaring lemah berusaha untuk mempertaruhkan nyawanya demi calon bayi kalian."
tiba-tiba ada seseorang pria tampan yang berkata. " Gus, kau pengecut, kalau begitu saya akan mengambil istri kau saat ini. karena dia tidak pantas buat pria lemah kaya kamu."
"gue pastikan Ning Aisyah gue rebut dari tangan Lo Azka." ucap pria tampan kedua.
"wah, benar-benar si Azka udah gak peduli lagi sama istrinya, kita ambil saja istrinya." ucap sahabat Azka ketika kuliah dulu.
kedua orang tua Gus Azka hanya tersenyum melihat ulah sahabat-sahabat putranya, yang kocak jahil kepada putranya. mereka sengaja melakukan ini demi kesembuhan sahabatnya. yang satu ini.
tidak lama, Ning azzura melihat jari Gus Azka bergerak. langsung memberitahu sang ayah. Yang tidak jauh dari ruangan adik iparnya.
"Ning zura mau kemana?" tanya ummi livia.
"ummi, lihat jari Gus Azka bergerak, saya harus memanggil ayah dulu." ucap Ning azzura.
"benarkah, iya Ning kamu harus memanggil dokter Rasya." jawab ummi Livia.
__ADS_1