
suara adzan subuh berkumandan, disana sepasang suami istri yang baru bangun tidur,, Gus Rasya memandangi wajah cantik sang istri yang mulai membuka matanya. Gus Rasya tersenyum ke arah sang suami yang memandangi dirinya Amelia semakin malu terutama mengingat kejadian tadi malam.
"kakak, kok lihatin aku kaya gitu malu lah kak" ucap Amelia menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya.
"Hmm, kenapa malu Hmm, kan kakak udah lihat semuanya tadi malam sayang." jawab Rasya tersenyum hangat kepada Amelia.
"ih,,, kakak udah aku malu tau kakak, jangan terus ingatin ke jadian malam dong" ucap Amelia cemberut.
Rasya yang gemas melihat kelakuan sang istri rangsung mendekat dan mengecup singkat bibir mungil istrinya.
cupp...
"sayang udah jangan cemberut kita mandi terus melaksanakan yang dua rokaat." kata Gus Rasya.
Amelia hanya menanggukan kepalanya tandanya ia setuju atas perkataan suaminya.
Rasya menggendong tubuh mungil istrinya, walaupun Amelia telah melahirkan tapi tubuhnya tidak ada yang berubah bahkan seperti anak gadis saja terutama saat melakukan kaya kemari malam dia seperti gadis yang baru di buka segalnya mengeluarkan darah itulah anugrah yang dimiliki Amelia membuat suaminya selalu betah dirumah
setelah mandi dan sholat subuh mereka selalu mengisi waktunya tadarusan setelah sholat dan berdoa. Rasya sangat kagum dengan suara merdu sang istrinya.
"sayang kamu kalau kita pindah kegiatan kamu nanti apa sayang apa mau ikut bertugas di rumah sakit.?" tanya Rasya menatap sang istri yang sedah selesai mengoles sedikit lipbam d bibir mungilnya dan wajahnya menggunakan pelembab dan bedak tabur bayi.
"aku mau fokus ngurus kalian bertiga kakak, kalau aku ikut serta kerja dirumah sakit bagaimana dengan anak-anak kakak, " ucap Amelia. menatap kedua putra dan putrinya yang sedang bermain.
"baik sayang tapi mau kan jadi asisten pribagiku nanti sayang dimana kalau aku butuh bantuan dokter nanti" jawab Rasya menatap lekat wajah istrinya.
"insya Allah siap menolong orang yang butuh pertolongan kak, tugasku itu aku siap datang ketika kakak butuh bantuan dan aku siap membantu " ucap Amelia.
"kakak boleh bantu aku gak" sambung Amelia.
"bantu apa sayang, kakak siapa membantu kamu kapanpun." jawab Rasya.
"kakak, suka pekerjaaan kantor atau dosen ?" tanya Amelia menatap suaminya yang kebingungan.
"Hmm, insya Allah bisa sayang? emang ada masalah dengan keduanya ?" tanya penasaran Rasya.
"Hmm, iya kakak aku udah gak periksa email masuk di leptop sana yang ada dimeja. kemarin asisten kakak Andra mengirim email yang harus aku periksa" jawab Amelia.
__ADS_1
"jadi kakak harus memeriksa semua email masuk gitu sayang?" tanya Rasya.
"iya kakak, boleh kan bantu salah satunya Kakak mau yang mana biar yang satu Amelia yang kerjakan. Amelia ada laporan dari rumah sakit tempat Kakak kerjan dan ditugaskan semua raporan udah masuk, tinggal Amelia kerjakan tapi Amelia sulit harus berbagi waktu sama anak-anak tapi kakak juga kan nanti harus segera kembali berkerja." jawab Amelia.
"baik kakak, ambil dua kerjaan dek, tinggal yang dia kamu kerjakan ya biar Sama-sama adil membagi tugasnya." ucap Rasya mengambil pekerjaan laporan rumah sakit. sedangkan istrinya mengambil tugas kanir dan kampus.
"terimakasih kakak, udah mau bantu aku" jawab Amelia memeluk suaminya.
"sama-sama, Kakak ambil dari pihak rumah sakit, karena kalau ambil kantor atau kampus nanti takut salah itu kan kantor milik almarhum suami kamu sayang dan kampus itu milik kamu sayang" ucap Rasya membalas pelukan istrinya.
"iya gak papa Kok kakak, emang Amelia juga sering bantu ayah sama kedua Abang Amelia masalah kantor atau kampus dll" jawab Amelia.
"Hmm iya sayang kamu wanita kuat yang pernah kakak kenal kamu wanita mandiri tidak tergantung dengan orang lain" ucap Rasya.
"he he,,, iya kakak, tadi Amelia gak sengaja lihat hp kakak, ada pesan masuk yang tertera namanya doktor Aisyah " jawab Amelia. menutupi rasa cemburunya.
"Hmm, emang dia kirim pesan apa sayang?" tanya Rasya yang tau hati istrinya pasti sakit.
"dia bilang kapan mulai kembali bertugas di rumah sakit,apa benar dipindahkan tugas katanya." jawab Amelia.
"kakak saja yang balas pesannya.aku gak tau balas apa " jawab Amelia.
drrttt
drrtt
panggilan masuk di hp Rasya yang menelpon adalah Aisyah....
Aisyah adalah wanita yang mencintai dokter /Gus Rasya tapi dia tau diri dia siapa gak mungkin Rasya mencintai dirinya. Aisyah hanya mencintai dalam diam saja tidak dengan dokter Anita yang terang terangan mencintai Rasya...
Rasya mengangkat panggilan dari Aisyah di hadapan sang istri.
"Assalamualikum dok, apa bisa dokter datang kerumah sakit ada pasen dalurat yang membutuhkan dokter disini dia seorang perempuan yang mengalami kecelakaan yang cukup parah aku gak sanggup melakukanya sendiri." ucap Aisyah diserbang sana.
HMmm, baiklah nanti istri saya yang akan menangani pasen tersebut saja tidak bisa menanganin pasen wanita itu yang lihat rumah sakit menyetujui keinginan saya hanya khusus memeriksa pasen laki-laki saja. Rasya
"tapi dok" ucapan Aisyah belum selesai rangsung dipotong.
__ADS_1
"tidak ada tapi-tapian dokter Aisyah pasen itu lebih membutuhkan pertolongan secepatnya.nanati saja mau berdebat." jawab Rasya.
"sayang bersiaplah kita akan ke rumah sakit sekarang" ucarasya pada sang istri.
"tapi kakak, anak-anak bagaimana ?" tanya Amelia pada sang suami.
"pergilah kakak, biar aku yang jaga keponakan aku, pasen itu butuh kakak ipar disana"
kedua mertuanya Gus Nizam menanggukan atas persetujuan ucapan putri bungsunya.
"pergilah nak Ridho kami merestui kamu disetiap langkahnya." ucap Abi
"terimakasih ummi, Abi, dan adek" jawab Amelia.
"sama-sama yang pergilah " ucap Abi
"baik amelia sama kakak Rasya berangkat dulu assalamualaikum" salam keduanya.
"walikumsalam sayang" jawab ketiganya.
mereka pergi menuju rumah sakit membutuhkan. waktu sekitar empat puluh lima menit... sampai di rumah sakit. mereka berlari ke arah ruangan oprasi Amelia masuk sudah lengkap dengan pakaian serba hijau.
"sayang semoga operasinya berhasil iya sayang semagat suamimu menunggu disini sama keluarga pasen." ucap Rasya mencium kening sang istri.
"terimakasih suamiku" jawab Amelia melangkah masuk ke ruang oprasi.
sedangkan Rasya berdoa agar operasinya lancar dan pasennya selamat dan sehat selalu seperti biasanya. keluarga pasen mendekat.
"assalamualaikum dokter" salam kedua orang tau pasen.
"walikumsalam " jawab dokter Rasya.
"dok, apa yang menangani putri kami adalah istri dokter.?" tanya ibu itu
"iya ibu,, itu istri saya kami udah mempunya bayi kembar." jawab Rasya.
"Masya Allah semoga dokter dan keluarga nya bahagia." ucap kedua orang tua pasen
__ADS_1