
"Ini namanya ayah dan juga bunda egois dan mengesampingkan perasaan Ais!" ucap Ais yang masih berusaha untuk membuat kedua orang taunya paham kaalu dirinya tidak ingin mengikuti apa yang di inginkan oleh keduanya.
Bukan tanpa alasan kenapa Aisyah tidak bisa mengikuti keinginan orang tuanya tersebut, semua karena dia merasa dirinya masih muda dan masih banyak hal yang bisa dia lakukan dari pada menikah. selain itu yang bisa tahu bagaimana bentuk Gus Azka meski dia juga yakin kalau kedua orang tuanya tidak mungkin memilih pasangan untuk anaknya dengan cara sembarangan.
"Ayah sudah mengikuti keinginanmu untuk sekolah di sekolah luar pasantren dan tidak disini, tetapi apa hasilnya? kamu justru bersikap seenaknya dan tidak memiliki batasan sama sekali dalam pergaulan.dengam laki laki buka mahrammu!" ucap ayah Rasya yang bersikukuh dengan apa yang dia katakan.
"Ayah Ais .." ucap Ais terpotong oleh sang ayah.
"Tidak ada negorisasi apa apa karena selama setahun ini Abi sudah cukup untuk memperingatkan mu mengenai pergaulan kamu itu!" jawab ayah Rasya yang memang sebelumnya sudah berulang kali mengingatkan Ais mengenai hal tersebut " kalau kamu menolak ayah akan menikahkan mbak mu dengan Gus Azka Jangan salahkan ayah telah merusak sumau cita cita mbakmu, pembicaraan kita cukup samapai disini,ayah masih ada beberapa perkerjaan lain yang harus ayah lakukan!"
"Ayah Ais, mohon jangan lakukan itu buat mbak zura, Ais gak mau mbak zura terganggu sekolahnya." ucap Aisyah yang bingung.
"Baik Ayah tidak akan mengganggu kuliah mbakmu asal kamu menurut kata ayah." jawab ayah Rasya.
"La-lalu, bagaimana dengan Gus Azka ?" tanya Aisyah yang muali sadar kalau semua penolakannya itu tidak pernah akan berhasil dan dia hanya menemukan ke gagalam dalam usahanya.
"Soal Gus Azka, kamu tidak perlu khawatir karena dia adalah lulusan terbaik dari al-ikhals serta mengambil pendidikan S2 di universitas al-Ahgaff dan dia mendapatkan gelar B.Sc ( Bachelor of Science) dalam waktu yang sangat singkat dan lagi dia menjadi lulusan ternaik disana " terang bunda Amelia yang menjelaskan mengenai pendidikan yang di tempuh Gus Azka kepada putri bungsunya.
Aisyah yang mendengarkan hal tersebut hanya menatap bundanya tidak percaya dengan itu selama ini dia berpikir kalau seorang Gus hanyalah seorang manusiaang terlalu kaku dengan banyak aturan yang ada di pasantren dan meski berkuliah di luar negri tidak mungkin memiliki prestasi yang menakjubkan. namun ternyata dirinya salah karena kini dirinya ditawarkan seorang lelaki yang sangat luar biasa.
__ADS_1
"Bagaimana kamu masih ingin menolak perjodohan tersebut, Ais? bunda sendiri tidak yakin akan menemukan calon mantu sebaik Gus Azka apabila kamu melewatkan perjodohan ini!" ucap bunda Amelia yang berusaha untuk memprokasi putrinya.
Aisyah terdiam dengan apa yang dikatakan oleh bundanya karena dia sungguh Dema dengan apa yang dikatakan oleh bundanya itu, sedangkan Gus Azka dari apa yang dikatakan eh bundanya sudah termasuk dalam salah satu lelaki impian yang diinginkan oleh Aisyah.
Aisyah sadar kalau dirinya memang masih remaja dan masih dalam masa peralihan ke fase dewasa, tetapi bukan berarti dia tidak memiliki kriteria lelaki idaman. hal tersebut yang membuat kedua orang tuanya sangat khawatir dengan hak tersebut karena beberapa kali melihat Aisyah berkhalwat dengan seorang pria dan diakui sebagai Tan sekolah.
"Bunda sangat yakin kalau laki laki yang kadang berkhalwat denganmu tidka memiliki otak se encer Gus Azka" ucap bunda amelia kembali. yang semakin memprofikasi Aisyah agar menerima perjodohan tersebut.
Aisyah akui kalau apa yang dikatakan oleh bundanya itu sebuah kebenaran yang tidka akan bisa dia tolak Sama sekali. lelaki yang selama ini dekat dirinya memang tidak memiliki kepintaran seperti Gus Azka, bahkan dari dirinya saja masih kalah jauh. lalu , apakah sekarang dirinya harus melewatkan tawaran yang sangat menggiurkan itu?
"Sayang kamu pikirkan dengan baik-baik apa yang ayah sama bunda katakan ini demi kebaikan kamu sayang."
Sepeninggalan bunda Amelia, Aisyah memilih untuk menyadarkan tubuhnya pada sandaran kursi dan sejenak memejamkan mata. Bagaimanapun, Aisyah tidak pernah membayangkan dirinya akan mengalami hal tersebut ketika usianya genap enam gelas tahun. Dia menyadari perjodohan pasti akan terjadi keada dirinya, ke kakaknya perntama kecuali azzura yang udah ada ingin melamarnya tapi gadis cantik itu berkata akan selesaikan dulu pendidikannya.
Azzam yang mendengar perjodohan sang adik sangat kaget ia langsung menelpon sang ayah dan bundanya. Panggilan tersambung di Indonesia kedua orang tuanya angkat panggilan telepon dari sang putra.
"Assalamualikum, ayah sama bunda." salam Azzam saat panggilan teleponnya di angkat.
"walaikumsallam Abang, ada apa tumben menelpon ayah, sama bunda." ucap ayah Rasya.
__ADS_1
"ayah Azzam boleh menanyakan sesuatu tentang Ais?" tanya sang putra.
"boleh kok, Abang mau tanya tentang apa Hmm!" ucap ayah Rasya.
"kenapa ayah menjodohkan Ais yang masih kecil, sama Gus Azka." jawab Azzam yang tidak setuju dengan keputusan sang ayah.
"ayah punya alesan yang tepat untuk adik bungsumu Abang." ucap ayah Rasya
"apa alasan ayah, ngotot ingin menikahkan ais?" tanya azzam pada sang ayah.
"Abang kenapa marah sama ayah?" tanya azzura.
"dek, Ais akan dijodohkan demi kamu Dan safa, ais akan berkorban masa depannya hanya untuk kalian." ucap Azzam yang emosi.
"apa Abang kok bisa, Abang aku tidak tau kalau Ais mengorbankan masa depannya." jawab azzura yang tidak percaya apa yang di dengarnya.
"ayah, bunda apa itu benar kenapa Ais berkorban demi kami?" tanya azzura pada sang ayah dan juga bunda.
"iya sayang"
__ADS_1
"kenapa"