
Kebahagiaan dalam keluarga sungguh indah dan membahagiakan. Bersama suami dan anak-anak berkumpul di rumah merupakan kebahagiaan yang terindah dalam hidupnya. Dirinya dan kedua anaknya merasakan kasih sayang suami dan ayah yang tak pernah sedikitpun menyakitinya. Meski suami meninggalkan kami setelah melakukan tindakan oprasi tapi sayang tubuh suami tedak menerima dan diabetes tutur kata suaminya lembut dan tidak pernah marah. Sampai kemudian terjadilah apa yang ditakutkan. Serangan penyakitnya datang tiba-tiba, tak tertolong oleh dokter dan rumah sakit. Merenggut nyawa suami tercinta. Dipeluk tubuh suaminya, suami meninggal dipangkuannya, "Jangan kau tinggalkan aku sendiri mas.." teriaknya tak membuat suaminya bangun. Berkali-kali jatuh pingsan, kepergian suaminya membuatnya terpukul. Dia merasa kehilangan pegangan hidupnya, putus asa dan tidak tahu apa yang harus diperbuat, anak-anaknya masih kecil terus menangisi kepergian ayahnya yang begitu menyayangi mereka. Setiap kali anak-anak memanggil "Ayah" hatinya bagai teriris-iris.
Kenangan indah di dalam rumah membuatnya menjadi rumah, tubuhnya lemah tidak berdaya, wajah suami seolah hadir tiap malam. "Ya Allah, berikanlah hambaMu kekuatan.." jeritan hatinya merintih. Dalam kondisi yang perih terluka bersama anak-anak datang ke Rumah umi fatimah. Di Rumah Fatimah terasa ada kesejukan dalam jiwanya. Kasih sayang Alalh menyapanya dengan begitu indahnya. Kesempatan untuk mengenal orang-orang yang sama, kehilangan orang-orang yang dicintainya. Orang yang ternyata hidup lebih menderita daripada dirinya. Dia mampu mengatasi rasa duka akibat kehilangan orang yang dicintainya, menyadari bahwa anugerah hidup sebagai seorang ibu bagi anak-anak amanah Allah yang harus dijalankan. Rasa duka, sepi dan sendiri perlahan mencair dan beliau merasakan hidupnya menjadi lebih indah, lebih sehat dan lebih membahagiakan dalam limpahan kasih sayang Allah. Subhanallah!
Wassalam,
Amelia .
*****
"Terima kasih karena telah menemaniku dalam perjalanan yang sangat menakjubkan ini, yaitu perjalanan rumah tangga kita. Terima kasih sayang, aku selalu sayang padamu."ucap Amelia dalam hati.
"Maafkanlah suamiku ini jika membuatmu menangis dan merasa tersakiti, aku tahu bahwa air mata adalah satu-satunya cara untuk membuat mata berbicara saat bibir tak mampu lagi berkata. Terima kasih telah menjadi orang yang sabar untukku, aku menyayangimu selalu." ucap terakhir ketika berantem gus Nizam selalu meminta maaf.
***
rencannya di kediaman ummi Fatmah dan abi akan mengadakan tahlilan yang pertama sampai ke 7 hari. untuk mendoakan mendiang Gus Nizam agar tenang disana. semua tetangga dan kerabat dekat Abi sama ummi fatimah diundang, para tetangga juga di undang biar bisaendoakan Gus Nizam.
Andre sama Andra datang menyempatkan waktu buat tahlilan sang adik ipar, mana mampu melihat sang adik tersayang menangis dan hancur seperti ini, hati siapa yang gak sakit melihatnya, yang selalu penampilan rapih, sekarang dia tidak memperdulikan dirinya sendiri.
Amelia yang setia membaca ayat suci Al Qur'an dan surat pendek lainya. Amelia terus menagis mengingat semua kenangan yang ada dirumah suaminya.
rasanya kalau waktu bisa berputar akan dimanfaatkan dengan sangat baik untuk bersama dengan suaminya.
semua tetangga Amelia mengucapkan belasungkawa pada Amelia dan keluarga besar.
Terkadang, mengucapkan rasa duka cita merupakan hal yang sulit. Jika demikian, ambil inspirasinya dari kalimat dan ucapan belasungkawa Islam pada artikel berikut ini!
Ya, menyampaikan belasungkawa bukanlah hal yang mudah.
Pasalnya, momen berduka cita merupakan hal yang sensitif bagi mereka yang baru saja merasa kehilangan.
__ADS_1
Mereka sedang membutuhkan dukungan untuk tetap kuat dan tabah dalam menjalani hidup.
Maka, akan lebih baik jika kita bisa menjaga perasaan mereka dengan merangkai kalimat belasungkawa yang tulus
INna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Aku turut berduka cita atas kehilangan yang menimpa dirimu saat ini.
Semoga Allah memudahkan almarhumah/ almarhum untuk melewati seluruh tahapan pada kehidupan di akhirat.
semoga Allah menempatkan almarhum/ almarhumah di Jannatul Firdaus.Aku turut berduka cita atas kepergian atau meninggalnya kakekmu, semoga beliau khusnul khotimah dan mendapatkan kelapangan di akhirat.
Aku turut berduka cita ya atas musibah yang sedang menimpa dirimu saat ini dan keluarga. Semoga seluruh duka yang kamu alami segera berlalu.
Turut berduka cita yang mendalam ya untuk beliau, semoga beliau tenang di Surga.
Turut berduka cita atas meninggalnya kedua orang tuamu, semoga kamu dan keluarga diberikan ketabahan dari peristiwa duka ini. Semoga orang tuamu mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya.
Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Aku turut berduka cita atas kehilangan yang kamu alami hari ini.
Aku merasa sangat sedih dan berduka cita sedalam-dalamnya. Sungguh aku tidak bisa mengatakan apa-apa selain mendoakan kamu agar tetap kuat dan tegar.
****"
"Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un, saat ini yang bisa kita lakukan sekarang hanyalah mendoakan beliau yang telah pergi meninggalkan kita selamanya." ucap pak RT
"Semuanya telah ada dalam rencana Allah Sang perencana terbaik. Semoga almarhum tenang di akhirat dan mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya." ucap pak RW.
"Aku turut berduka cita atas meninggalnya (Gus nizam) semoga keluarga yang ditinggalkan selalu diberikan kekuatan baik itu iman maupun kesabaran." ucap ustadzah Annisa yang menyesal.
"Kehilangan memang tidak pernah mudah. Akan tetapi, ingatlah selalu bahwa tidak ada cobaan yang diberikan oleh Tuhan dan melampaui kemampuan hamba-Nya, kamu pasti bisa bangkit dari rasa duka ini!" ucap kak Andre.
"Segala sesuatu terjadi karena kehendak Allah dan kita semua harus bisa menerimanya dengan lapang dada. Meskipun tidak mudah pada awalnya, tetapi pasti rasa duka ini akan hilang dan dapat kamu lewati dengan mudah." ucap kak Andra.
__ADS_1
"Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Aku turut berduka cita atas apa yang telah menimpamu, aku berharap agar kamu mendapatkan yang terbaik dan beliau mendapatkan kemudahan di akhirat. Semoga kamu kuat untuk menjalani semua ini." ucap pak ustadz.
"Aku turut bersedih serta berduka cita sedalam-dalamnya. Aku hanya dapat memanjatkan doa terbaik saat ini untuk almarhum dan almarhumah di sana." ucap Alma sahabat Amelia.
"Inna ilahi wa inna ilaihi raji’un. Aku turut berduka cita sedalam-dalamnya. Semoga almarhum/almarhumah diampuni seluruh kesalahannya serta diterima semua amal ibadahnya oleh Allah. Semoga, kamu dan keluarga yang ditinggalkan juga diberikan ketabahan, kesabaran dan kekuatan untuk menghadapi cobaan ini." ucap Rapa santri putra.
"Turut berduka cita. Aku hanya bisa mendoakan semoga beliau mendapatkan tempat paling baik saat ini. Semoga kamu juga bisa mengikhlaskan dan melepaskan kepergian beliau." ucap para sahabat Gus nizam
"Turut berbelasungkawa, semoga kesedihan yang kamu alami saat ini bisa segera kamu lalui dan beliau diberikan tempat paling indah, nyaman di sisi-Nya"ucap dokter Rasya yang menundukan kepalanya.
degg....
'ya Allah kenapa dengan jantungku kenapa selalu berdetak ketika mendengar dokter Rasya. ya Allah hamba bingung harus menerima pinangan dokter Rasya atau tidak karena aku baru saja kehilangan kekasih halal ku. tapi ada amanah dari suaminya harus menerimanya setelah 40 hari suaminya.' doa dalam hati Amelia.
tapi sayang anak-anak lebih menyayangi dokter Rasya seperti kepada abinya . kalau gak di sapa pasti nangis keduanya.
ooooeee....oooeee...ooee...
jeritan tangisan bayi kembar Gus Azzam dan Ning azzura. semakin kencang dia menangis setelah mendengar dokter Rasya pamit.
"gus Rasya" panggil Amelia.
"iya ada apa Ning" ucap dokter Rasya yang hendak masuk mobil.
"Gus saya mohon, temui anak-anak mereka menangis setelah mendengar suara Gus Rasya" jawab Amelia mendudukan kepalanya.
"apa mereka tadi ada disana?" tanya Gus Rasya.
"mereka, ada disana mereka terbangun ketika melihat dan mendengar suara Gus Rasya pas pamit pulang mereka menangis, Lia mohon Gus kembali kedalam kasihan mereka merindukan ayahnya." ucap amelia takut melihat muka datarnya ini lebih parah dari almarhum suamiya.
"baik saya akan temui anak-anak biar mereka tenang dan paham karena kita gak bisa tinggal brsama sebelum ada ikatan" jawab Gus Rasya.
__ADS_1
"iya Gus mari" ucap Amelia berjalan dahulu meninggalkan Gus Rasya.
" sangat gemas ingin rasanya mengenal kalian lebih dalam seperti janjiku pada Gus Nizam." gumam Gus rasya.