Doa Istri Yang Teraniaya

Doa Istri Yang Teraniaya
Ibu Tiri


__ADS_3

Namaku Kania putri, saat ini aku berusia 20 tahun, aku bekerja sebagai pelayan di salah satu restoran di kota X, yah, untuk anak seusia ku ini adalah masa-masa dimana mereka menikmati masa muda, kuliah dan pacaran.. aku ingin sekali menikmati semua itu, terlepas dari ibu tiri ku yang selalu membuat kan aku bon hutang untuk membeli keperluan rumah, biaya sekolah adik tiri ku dan barang-barang yang selalu ia beli seperti tas dan sepatu dengan harga yang mahal, dan menurut ku tidak terlalu penting, gaji ku juga tidak cukup untuk membayar itu semua, belum lagi di restoran tempat ku bekerja, bos nya selalu saja menggoda ku, selalu punya cara menjebak ku untuk datang keruangan nya dan mencoba melecehkan aku. ingin sekali aku berhenti bekerja dan memukul bos tua gatel itu, tapi apa daya ku, banyak nota yang sudah menanti ku untuk segera di lunasi, apalagi kalau bukan ulah Ibu tiri ku


"kania, maaf kan ayah ya nak,, karna ayah kamu jadi harus mencari uang untuk kehidupan keluarga kita" ucap handoko (ayah kania) sambil memegang tangan putri cantik kesayangannya itu


"ayah bicara apa sih yah?? ini tuh udah kewajiban kania yah, kania akan berusaha sekuat tenaga buat ngumpulin uang supaya ayah bisa operasi, jadi ayah enggak perlu menahan sakit lagi" jawab kania dengan mata yang sudah berkaca kaca


"terimakasih nak, kania memang anak ayah yang baik, maafkan ayah yang engga bisa apa-apa dan engga bisa membantu kamu sayang" tangis handoko pun pecah


tak dapat dipungkiri kalau handoko tidak tau kelakuan istri nya yang selalu saja membuat hutang setiap hari untuk kania, tapi apa boleh dikata, memang dia tidak bisa memberikan dan mencukupi semua kebutuhan material istrinya itu


"sudah lah ayah, kania ikhlas koq, ayah jangan banyak fikiran oke? ayah harus kuat dan sembuh, biar bisa liat kania sukses, menikah dengan laki-laki yang baik seperti ayah dan menggendong cucu yang comel-comel" hibur kania dengan senyuman indah nya, menampakkan barisan giginya yang putih dan rapi.


ayah pun ikut tersenyum mendengar ucapan putrinya itu, beraharap ia akan mempunyai umur yang panjang dan bisa melihat putrinya bahagia, tidak menderita seperti saat ini


"oke kalau gitu kania berangkat kerja dulu ya yah.. ayah istirahat disini dan jangan lupa minum obat"


ayah mengangguk menanggapi ucapan kania, kania memeluk ayah lama, sambil berdoa di dalam hati "Tuhan, panjang kan umur ayah ku, sehat kan dia Tuhan, angkat semua penyakitnya, aku tak bisa kehilangan ayah, sudah cukup aku kehilangan ibu,, izinkan aku membahagiakan malaikat aku ini Tuhan" kania melepaskan pelukannya dan meraih tangan yang dulu gemuk berisi namun sekarang kurus dan lemah, kania mencium punggung tangan ayah nya


"kania pergi ya yah, assalamualaikum yah" sambil berlari melambaikan tangan ke arah ayah nya, karna jam sudah menunjukkan pukul 07.15 yang artinya kania harus segera berangkat untuk bekerja, jika tidak maka dia akan di hukum dan dipanggil oleh bos gatel itu keruangannya

__ADS_1


"waalaikum salam nak, hati-hati ya sayang" membalas lambaian tangan kania


"iya ayah" jawab kania sedikit berteriak karna ia sudah berada di luar kamar sang ayah, kania buru-buru berangkat bekerja takut ketinggalan bus yang hanya lewat sekali 30 menit itu


"hey,, mau kemana kamu?" teriak amel (ibu tiri kania)


kania menghentikan langkah kaki nya dan melihat ke arah asal suara, kania sudah paham suara siapa itu dan kania juga sudah mengerti apa maksud dan tujuan ibu tirinya memanggil


"kania mau berangkat kerja bu" jawab kania sambil menunduk kan kepala, pandangan mata nya melihatt ke bawah dan berharap hari ini ibu nya tidak memberi bon/nota sejumlah uang yang harus ia bayar


"ini" amel mengipas ngipas kan selembar kertas ke kepala kania yang masih menunduk itu


"anak pintarrr,, oh ya, uang yang kamu kasih kemaren ibu pakai buat beli lipstik, jadi ibu belum membeli obat buat ayah kamu, jadi ibu mau minta uang lagi buat beli obat ayah kamu, ibu enggak mau nanti penyakit ayah kamu kambuh dan menyusahkan ibu"


sontak kania menaikan kepalanya, ia kaget mendengar ucapa ibu tiri nya itu


"bu,, bukannya kania sudah bilang kemaren? cuma itu uang yang kania punya, itu uang terakhir kania bu, kenapa ibu belikan lipstik?? bukan kah obat ayah lebih penting bu? bukankah kemaren ibu juga sudah berjanji akan membelikan uang itu untuk obat ayah?? " jawab kania dengan suara bergetar, kania paham betul bagaimana kondisi sang ayah jika telat minum obat sekali saja, sedih bercampur kecewa itulah yang di rasakan kania


"heh anak kurang ajar, berani sekali kamu menjawab perkataan saya, asal kamu tau ya, lipstik saya lebih penting dari obat ayah kamu, laki-laki yang tidak bertanggung jawab, tidak bisa memberikan istrinya uang dan hanya bisa menyusahkan" teriak amel sambil menunjuk nunjuk kepala kania

__ADS_1


"tapi kania sudah tidak punya uang lagi bu, bagaimana nasib ayah jika tidak ada obat bu?" tanya kania dengan kedua tangannya yang sudah bergetar


"ya palingan kejang-kejang, masuk rumah sakit dan mati" jawab amel sambil tersenyum penuh arti


mendengar jawaban yang sangat menyayat hati itu membuat kristal indah mengalir di kedua matanya, kania tak kuasa lagi menahan air mata yang sedari tadi ia bendung


"bu,, kenapa ibu cepat sekali pergi dan meninggalkan kania? ibu amel sama sekali tidak mengurus ayah dengan baik seperti ibu mengurus ayah dulu, kania rindu ibu, bantu kania bu" ucap kania dalam hati


ibu kandung kania sudah meninggal 10tahun yang lalu, hingga 2tahun kemudian handoko memutuskan untuk menikah kembali dengan amel dan mempunyai seorang anak laki-laki yang saat ini sudah berusia 7tahun, namanya Kemal.


"sudah pergi kamu sana, oh ya, besok saya ada arisan dengan teman-teman saya, saya butuh uang, jangan berani kamu kembali kerumah ini sebelum kamu mendapatkan uang, ngerti kamu? ucap amel sambil mendorong kepala kania


"kania dapat uang dari mana bu? gajian kania masih lama?" jawab kania berharap ibu nya dapat mengerti


"terserah kamu mau dapat uang dari mana, mau nyopet kek, mau jadi pelakor kek atau jual diri kamu di pinggir jalan kek, saya nggak peduli, yang penting besok harus ada uang, titik.!" ucap amel pelan di telinga kania sambil berlalu pergi


tulang di kaki tania seakan tidak bekerja dengan baik, membuat kania terjatuh di lantai, bagaimana bisa ibu sambung nya bicara seperti itu? bagaimana bisa dia mengeluarkan kata-kata seperti itu? menjual diri?? tidak,, kania tidak serendah itu!!!


bukankah dulu disaat ayah nya masih sehat dan bekerja, ibu amel bersikap baik kepadanya? ya walaupun hanya di hadapan sang ayah, apakah memang, uang adalah penentu segala-gala nya? masih adakah yang tulus karna apa adanya bukan karna ada apanya?

__ADS_1


*hay guys,, mohon maaf jika novel author masih jauh dari kata sempurna ya.. author msih belajar nulis.. mohon bantuan dan masukan semuanya.. mksih readerss😍😍


__ADS_2