
“Braaaakkkk,,,” seseorang mendorong pintu dari luar,
Kania dan Purwo langsung menoleh kearah pintu, Purwo terkejut siapa yang ada di ambang pintu, berbeda dengan Kania yang sangat bersyukur “Terimakasih Tuhan, aku tau Engkau maha penolong” syukur Kania dalam hati.
“Lepaskan saya, lepaskaaaan” teriak Purwo, Kania terkejut, kenapa Purwo berteriak dan “Lepaskan?” apa yang harus dilepaskan? Kania sungguh bingung, semua orang yang ada di ambang pintu langsung masuk kedalam ruangan Purwo.
“Maaa,,mama lihat sendiri kan, wanita ini memegang tangan papa, dia menggoda papa ma” bela Purwo, semua melihat, dan ya, tangan Purwo berada di sela tangan Kania, mereka seolah percaya dengan sandiwara Purwo,, Kania kaget.
“Tidak,,saya tidak menggoda dia,,dia yang sudah berusaha memperkosa saya” bela Kania.
“Heh, akhirnya kelakuan busuk lu ketahuan Kania,,sekarang semua sudah sangat jelas, elu menggoda pak Purwo” ucap Anes.
“Tidakk,,itu tidak benar,,saya tidak pernah menggoda dia” lagi-lagi Kania membela dirinya.
Gendis tanpa sengaja melihat kertas pengeluaran, dengan nominal fantastis diatas meja pak Purwo “Ini saat nya kau enyah dari sini Kania” batin Gendis.
“Lihat ini buk,,” unjuk Gendis kepada Tiwi (Istri sah Purwo) Tiwi segera melihat apa yang di tunjuk Gendis, dia terkejut melihat banyaknya kertas bukti pengeluaran, yang tidak dia ketahui berada di meja suaminya.
“Apa apaan ini? siapa yang sudah melakukan pengeluaran sebanyak ini?” tanya Tiwi kepada Purwo dengan suara lantang dan sorot mata tajam.
“Semua pengeluaran itu dilakukan oleh Kania Ma” jawab Purwo, sontak semua yang ada di ruangan kembali terkejut tak terkecuali Kania.
“Tidak buk,,saya tidak pernah melakukan itu semua” bela Kania.
“Apalagi ini Tuhan? drama apa yang dilakukan tua bangka ini??” batin Kania dengan air mata yang masih beruraian.
“Kamuuu,,,dasaarrr pelakooorrr,,wanita murahan,,wanita tak tau diri kamuuu” hardik Tiwi,,kini tangannya sudah menarik rambut Kania dan memukul mukul tubuh Kania.
“Ampun buk,,saya tidak pernah melakukan itu semua,,ampun buk” Kania kesakitan mendapat pukulan dari Tiwi, tak ada satu orang pun yang menolong Kania, meski di dalam ruangan itu kini penuh dengan semua karyawan.
“Mampus lo,,sekarang lo rasain jambakan istri sah, dasar pelakor" bathin Anes dengan senyum puas penuh kemenangan.
“Habis loo,,mampuss” bathin Gendis tertawa senang.
“Kasian Kania, padahal dia baik” “yang sabar Kania” “Yes,,hajar terus hajarr” seperti itulah isi hati semua karyawan yang ada di dalam ruangan, mereka tidak berani untuk melerai.
“Sudah ma,,sudah,,papa sudah memaafkan dia,,mama jangan sakiti dia lagi” akhirnya Purwo melerai istrinya, Purwo memegang tangan istrinya, Tiwi terkejut saat purwo memintanya untuk menghentikan aksi nya.
“Lepasin,,oohh jadi papa membeli pelakor ini? iyaa?” teriak Tiwi dengan nafas yang sudah tidak beraturan.
“Tidak ma,,tidak,,papa tidak membela dia, justru karna papa sayang sama mama makanya papa melerai” jelas Purwo.
“Apa maksud papa?” tanya Tiwi tak mengerti.
“Mama orang baik, mama itu bidadari, jangan kotori tangan mama dengan menyentuh apalagi memukul pelacur ini,,papa gak mau tangan istri papa ini ternodai oleh dia” jelas Purwo lagi.
Seketika Kania menoleh ke arah Purwo, "Dasar laki-laki bermuka dua, munafikkk" Kania ingin sekali bangkit dan memukul kepala tua bangka itu hingga dia mati, Kania menepis fikiran buruknya, "Tidak.. aku tidak boleh membunuh orang,, itu adalah dosa yang besar" bathin Kania.
__ADS_1
“Papa,,apa benar semua yang papa bicarakan? papa bukan mau membela dia kan” tanya Tiwi yang seolah termakan oleh kata-kata manis suaminya.
“Iya ma,,untuk apa papa membela wanita ****** ini,,terimakasih mama sudah datang dan menyelamatkan papa dari godaan nya,,terimakasih ma” ucap Purwo sambil memeluk tubuh istrinya.
“Iya pa,,mama yakin papa tidak akan macam-macam, semua karna pelakor yang haus uang ini,,wanita tidak tau diri yang rela menukar tubuh dengan uang,cih,,memalukan sekali, kasihan sekali orang tua kamu yang sudah melahirkan dan membesarkan anak seperti kamu” hardiik Tiwi.
Deggg,,,jantung Kania seakan berhenti berdetak mendengar ucapan istri bos tua bangka mesum itu,,ingin sekali Kania membalas ucapan nya dan membela diri, namun apalah daya, semua akan percuma. Tidak akan ada orang yang percaya kepada nya, biarlah Tuhan yang akan membalas ini semua, seperti itu lah Kania sabar dengan kejadian pagi ini.
“Sekarang kemasi semua barang-barang kamu dan mulai hari ini kamu saya pecat” ucap Tiwi, Anes, Gendis dan mereka yang tidak menyukai Kania bersorak gembira, walaupun hanya dalam hati, mereka yang menyukai Kania merasa kasihan dengan nasib nya, sudah di lecehkan, difitnah dan sekarang di pecat, Purwo nampak kecewa dengan keputusan sang istri, karna Kania dipecat dan itu artinya dia tidak akan bertemu dengan bohaynya lagi, berbeda dengan Kania, dia merasa berterimakasih karna sudah di pecat, ini saat nya dia lepas dari tua bangka mesum itu.
“Kenapa di pecat ma? bagaimana nanti dia akan membayar semua uang papa yang sudah dia ambil? bela Purwo, berharap istrinya membatalkan keputusannya untuk memecat Kania.
“Tidak,,mama tidak rela pelakor ini bekerja disini, mama tidak sudi, mama enggak mau nanti dia menggoda papa lagi dan untuk uang papa, mama akan melaporkan dia kepolisi, biar dia masuk penjara" jawab Tiwi tegas tak mau di bantah.
Kania kaget mendengar kata penjara “Tidak,,dia tidak boleh masuk penjara, siapa nanti yang akan merawat Ayah nya? siapa yang akan mencari uang untuk membelikan ayah obat? tidak..” batin Kania sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
“Tidak buk,,saya mohon jangan masukkan saya ke penjara, saya mohon” pinta Kania sambil bersujud memegang kaki Tiwi.
Tanpa iba, Tiwi menepis tubuh Kania dari kakinya, “Jangan sentuh saya ******, jangan sentuh saya dengan tangan menjijikkan kamu itu”
“Beri saya waktu untuk membayar itu semua buk, saya janji akan melunasinya secepat mungkin” mohon Kania.
“Cih,,dasar ******, akhirnya lo mengaku sendiri kalau memang elo yang udah memakai uang itu” kini Anes berani bicara.
“Sok bilang, bukan saya buk, bukan saya,,kenapa elo mau bayar semua kalo yang makai tu uang buka lo? dasar murahan” tambah Gendis.
Tak ada yang keluar dari mulut kania, dia hanya menunduk dan diam “Takk perlu kalian tau siapa dan untuk apa uang itu, semoga suatu saat Tuhan akan membuka kebenarannya” batin Kaniia.
“Tolong beri saya waktu satu bulan untuk melunasi semua hutang saya” akhirnya Kania angkat bicara.
“Satu minggu, saya kasih kamu waktu satu minggu, jika dalam kurun waktu satu minggu kamu tidak bisa melunasi semua hutang itu, kamu siap-siap saja, penjara sudah menunggu mu” ucap Tiwi, berlalu pergi membawa Purwo suaminya.
“Dasar ******,,cihhh” ucap Anes.
“Pelakor, mampus lo” tambah Gendis.
Dan berbagai kata-kata hinaan yang karyawan lain katakan kepada Kania, mereka berlalu pergi dengan pandangan jijik ke arah Kania.
“Satu minggu? dimana aku bisa mendapatkan uang 7M dalam waktu 1 minggu?” bathin Kania.
“Ayah...” ucap Kania lirih, Kania teringat ayah nya, ia bergegas berlari keluar dari ruangan neraka itu dan mengganti bajunya, membereskan semua barang-barang dan bergegas keluar dari restoran.
“Tuhan,,semoga Ayah baik-baik saja” kata-kata itu yang diucapkan Kania sepanjang perjalanan.
-------
20 menit perjalanan menggunakan bus, akhirnya Kania sampai di rumah nya.
__ADS_1
“Ayaaahhh,,yaahhh” teriak Kania, dia sungguh tidak sabar melihat sang Ayah dan memastikan kondisi Ayah nya.
“Klekkk,,kleekkk,,” bunyi pintu kamar Ayah, pintunya terkuncii.
“Loh,, kenapa terkunci? yah,,ayah dimana? ayah ada di dalam?” tanya Kania.
“Apasih berisik banget kamu,,bisa diam tidak?” bentak Amel.
“Bu,,kenapa pintu kamar Ayah terkunci? Ayah mana Bu? Kania mau bertemu Ayah,,”
“Ayah kamu ada di dalam, dia lagi tidur”
“Tapi kenapa pintunya di kunci Bu?” tanya Kania.
“Suka-suka saya lah, kan saya yang kunci” jawab Amel dan berlalu pergi meninggalkan Kania.
“Bu,,tolong buka pintu Ayah Bu, Kania mau melihat Ayah” pinta Kania.
“Benar kamu mau melihat Ayah?” tanya Amel dengan senyum licik nya.
“Iya bu,,tolong berikan kuncinya Bu” jawab Kania sambil mengulurkan tangannya.
“Saya akan memberikan kunci ini kalau kamu mau menikah dengan Purwo” ucap Amel tanpa basa basi, Kania terkejut, menikah? dengan Purwo? tidak,,Kania tidak akan menikah dengan tua bangka mesum itu.
“Tidak bu, Kania tidak akan menikah dengan nya, asal Ibu tau, tadi dia mau perkosa Kania bu, dia juga fitnah Kania di depan istri dan teman-teman kerja Kania” tolak Kania.
“Apaaa??? dasar bodoh,,kenapa kamu menolaknya? kamu bisa mendapatkan banyak uang dari dia, memang anak tidak berguna kamu” kesal Amel.
“Bu,,apa benar ibu sudah menjual Kania kepada laki-laki tua itu?” Kania mencoba bertanya, walaupun kecil kemungkinan jika Ibu tirinya itu tak melakukannya, masih ada sedikit harapan bahwa mungkin itu hanya surat palsu buatan Purwo.
“Iyaa,,saya memang sudah menjual kamu ke Purwo, kenapa? tidak terima? harusnya kamu bersyukur masih ada yang mau membeli kamu, dan asal kamu tau Kania,,Ayah kamu sudah menandatangani surat perjanjian itu, ang mana jika kamu menolak Purwo, maka Ayah kamu masuk ke pernjara sebagai ganti rugi nya” jelas Amel.
“Apaaaa??” tanya Kania kaget,,
"Whatttt,,apalagi ini Tuhan? apakah ini mimpi?? kenapa tak henti-hentinya masalah datang kepada ku? kenapa harus aku yang menghadapi ini semua Tuhan? kenapa???” batin Kania.
“Sekarang kamu pilih,,Ayah kamu yang sakit-sakitan itu masuk penjara, atau kamu menikah dengan Purwo dan semua akan selesai??” tanya Amel.
“Tidak,,tidakkk,,Ayah tidak akan masuk penjara dan Kania tidak akan menikah dengan tua bangka itu” jawab Kania.
“Terserah kamu, saya tidak peduli, kalau kamu tidak mau menikah dengan Purwo ya silahkan, maka Ayah kamu akan membusuk di penjara dan satu lagi, sebelum kamu menyelesaikan urusan ini dengan Purwo, maka saya tidak akan membiarkan kamu bertemu dengan Ayah kamu,,” ucap Amel dan berlalu pergi meninggalkan Kania.
“Buu,,kenapa ibu tega lakuin ini semuaaa,,,Kania mau bertemu Ayah buu,,” ucap Kania sambil terduduk menangis di lantai ruang keluarga nya.
*** Wah,,sepertinya banyak sekali masalah hidup Kania ya guys,,penasaran gimana kelanjutan ceritanya?? apakah Kania akan menikah dengan tua bangka nan mesum itu??
Jangan lupa like dan komen yaa guyss
__ADS_1
Terimakasih banyaakk