
“Awas aja kamu Kania,,walaupun saya tidak bisa menemukan mu, saya bisa menghancurkan hidup mu” ucap Amel, sedari tadi dia memantau ruang perawatan sang suami (Ayah kandung Kania)
Dia dengan sabar menunggu para Bodyguard lengah, dia ingin masuk kedalam ruangan itu dan membuat perhitungan disana
“Gua ngantuk,,lo jaga ya” ucap Bodyguard 1 pada rekannya
“Gak gak, gua juga ngantuk, gatian tidurnya” perintah Bodyguard 2, mereka stay di depan kamar Handoko 3 orang
“Kita tidur aja, lagian selama ini aman-aman aja, gak ada tanda-tanda ancaman dari siapapun” Tambah Bodyguard 1
“Jangan, kita tidak boleh lengah” Elak Bodyguard 3
“Yaudah kalau gitu, elu aja yang jaga, gua mau tidur” ucap Bodyguard 2 sambil menepuk pundak Bodyguard 3 dan berjalan menuju kursi tunggu
“Bener tuh,,elu aja yang jaga, kita tidur dulu” tambah Bodyguard 1, dia pun mengikuti Bodyguard 2 untuk duduk di kursi tunggu
“Lah, kok pada tidur semua” Bodyguard 3 takut, dia mengantuk, tapi dia juga tidak berani meninggalkan kamar itu
“Lo jaga dulu, gantian aja kalau gitu tidurnya” ucap Bodyguard 2
“Yaudah,,tapi jaga bentar ya,,gua mau beli kopi dulu, biar gak tambah ngantuk” pamit Bodyguard 3, dia berlalu pergi membeli secangkir kopi
“Iye iye,,sana pergi,,gua pantau tu ruangan dari sini” perintah Bodyguard 2
“Cihhh,,udah tidur aje ni orang” Kesal Bodyguard 2 saat melihat Bodyguard 1 sudah terbang kealam mimpinya
“Huaammmm” Bodyguard 2 menguap, kantuknya terasa amat berat, sudah beberapa hari dia berjaga, membuat matanya tidak bisa diajak kerjasama kali ini, bahkan sekedar menunggu Bodyguard 3 datang
Tak terasa Bodyguard 2 pun terlelap, mengikuti Bodyguard 1 bermain didalam mimpinya
“Akhirnya tidur juga kalian” Senang Amel, dia yang sedari tadi memantau pergerakan para Bodyguard itu, kini dia bisa melancarkan aksinya
Dengan pelan namun pasti, dia berjalan dengan tenang, dia membuka pelan pintu kamar suaminya, tanpa mengeluarkan suara sedikitpun, sungguh halus pergerakannya, tak lupa Amel mengintip dari dalam kamar, memastikan para Bodyguard itu tetap tidur dan tidak ada yang tau keberadaannya
__ADS_1
Hhhhhh, Amel bernafas legah saat semuanya baik-baik saja, dengan tatapan penuh dendam dan emosi, dia menatap sang suami yang sedang tertidur pulas diatas ranjangnya
“Enak-enakan kamu tidur disini mas,,,menyesal saya menikah dengan mu, bukannya bahagia,,malah sengsara!! gara-gara kamu, saya jadi santapan pria tua itu, saya jadi kotor sekarang! kamu dan anakmu harus menanggung semua penderitaan saya” Ucap Amel dengan suara bergetar, dia sangat benci kepada suaminya ini, sengaja dia menikah dengan duda kaya agar hidupnya mewah, bergelimang harta, bisa membeli apa yang dia inginkan, namun nyatanya, beberapa tahun setelah menikah, sang suami malah jatuh sakit dan mareka jatuh miskin, dia tidak bisa menerima semua ini, hingga hidupnya hancur
“Lebih baik kamu m*ti, dari pada kamu hidup dan menyulitkan saya!” ucap Amel, dia melihat sekeliling, mencari apa yang bisa dia gunakan untuk menghabisi nyawa sang suami
“Dengan begini maka kita impas mas” ucap Amel lagi, kini ditangannya sudah ada sebuah bantal yang dia dapatkan dari sofa dalam ruangan itu
“Hmmpppp Hmmppp” Tubuh Handoko bergetar, matanya terbelalak, dia tidak bisa bernafas, ada bantal yang menutupi wajahnya, lama aksi itu dilakukan Amel hingga tidak ada lagi pergerakan dari sang suami, tak lupa tadi Amel mematikan mesin Alarm yang sengaja dipasang pada alat pendeteksi yang terpasang pada tubuh Handoko
Amel mengangkat bantal, dia memastikan bahwa sang suami sudah benar-benar menemui aj*lnya
“Cinta tidak bisa membuat saya hidup mas! walaupun selama ini kamu selalu menyayangi saya dengan tulus, tapi saya tidak bisa hidup hanya dengan kasihsayang mu, saya butuh uang mas,,saya butuh uang untuk tetap menjadi wanita sosialita” terang Amel pada laki-laki yang kini sudah tidak bernyawa lagi
Dengan cepat Amel mengembalikan bantal itu serta memantau keadaan diluar, semua masih aman terkendali, dua Bodyguard itu masih tertidur pulas diatas kursi, sedangkan Boodyguard yang tadi pamit membeli kopi tak kunjung kembali
Amel segera keluar dari ruangan itu, dewa keberuntungan sedang berpihak padanya, dia keluar dengan aman, tanpa ada yang tau, dia berjalan menyisiri lorong untuk keluar dari rumah sakit,,tapi tunggu,,di sudut sebelum pintu keluar dari ruangan VIP itu, ada sebuah kamar yang mencuri perhatiannya
Amel mengernyitkan dahinya,,apakah yang ada didalam sana adalah Kania yang dia kenal atau tidak??? dia mencoba mengintip, namun tidak bisa, ruangan itu tertutup rapat, siall,,dia tidak bisa mencari tahu tentang itu
Tapi yasudahlah,,sekarang bukan waktu yang tepat untuknya berlama-lama di rumah sakit ini, dia harus segera keluar dan mengamankan diri, tanpa berfikir lagi, Amel segera keluar dari ruang VIP itu, ternyata dia tadi mencuri nametag seorang suster saat dia tengah beristirhat, dia menggunakan nametag itu untuk bisa masuk kedalam ruangan VIP
“Kania,,kenapa kamu belum tidur??” tanya Clara saat dia terbangun dari tidurnya, Clara dengan setia menjaga Kania
“Mata ku tidak bisa tidur kak” jawab Kania, entah apa yang terjadi, dia tadi terbangun karna mimpi buruk, hingga dia tidak bisa tidur kembali, pikirannya seketika kacau, ada firasat yang tidak enak dia rasakan, namun entah apa itu, dia sendiri tidak tau
“Lo mau minum?? apa mau makan??” tanya Clara lagi, siapa tau Kania tidak bisa tidur karna kehausan dan kelaparan, Kania menggeleng
“Tidak kak, aku hanya kesulitan tidur saja” terangnya
“Tidurlah Kania, lo perlu istirahat, apa lo mikirin sesuatu, cerita aja sama gue” tanya Clara, dia mencoba untuk memahami Kania dari segi psikis
“Aku gak papa kok kak, aku hanya kepikiran Ayah, aku ingin menemuinya” pinta Kania
__ADS_1
“Ini sudah malam Kania, Ayah lo pun pasti sedang tertidur pulas, besok pagi ya kita kesana” bujuk Clara
Kania tersenyum senang
“Benarkah kak?” tanyanya penuh antusias
“Iyaa,,tapi lo harus tidur sekarang, biar besok lo udah fresh saat menemui Ayah lo” terang Clara, dia tidak ingin Kania menemui sang Ayah dalam keadaan lemah, karna bagaimanapun, yang namanya orang tua, tidak ingin melihat anaknya sakit, itu akan membuatnya khawatir dan bisa memperburuk kondisinya sendiri
“Baik kak,,aku akan tidur sekarang” ucap Kania, dia menutup matanya dengan senang hati, dia sungguh tidak sabar bertemu dengan Ayahnya, dia ingin memeluk tubuh laki-laki itu, dia ingin bercerita banyak hal, termasuk tentang pernikahannya, tentu saja Kania tidak akan menceritakan hal buruk yang sudah terjadi padanya, dia akan menceritakan yang baik-baik saja, dia juga tidak ingin terjadi sesuatu pada Ayahnya, dia juga tidak mau menambah beban fikiran sang Ayah
Clara merapikan kembali selimut Kania, dia mengelus lembut pucuk kepala Kania hingga mampu mengantarkan wanita itu pada tidurnya, Clara yang terlahir dari anak tunggal itu merasa senang dengan kehadiran Kania, karna dulu dia sering merengek pada Mami dan Papinya, meminta seorang Adik, namun tidak kunjung dapat, hingga akhirnya, dia menerima takdir menjadi anak tunggal
“Suara apa itu??” tanya Clara dalam hati, sudut matanya melihat kearah pintu, ada sedikit keributan diluar sana, yang berhasil menarik perhatiannya, dia melangkahkan kaki keluar dari ruangan Kania
“Sus,,ada apa?? kenapa ribut sekali??” tanya Clara saat segerombolan suster berlari tepat didepannya
“Maaf bu mengganggu tidurmu, pasien VIP diruangan sana meninggal dunia, kami sedang melakukan pemeriksaan, karna sebelumnya kondisi pasien normal dan tidak ada tanda-tanda vital yang berbahaya” terang salah seorang Suster yang berhenti untuk menjawab dan meminta maaf atas keributan yang mengganggu tidur pasien VIP nya
“Pasien yang mana??” tanya Clara memastikan, jangan sampai pasien yang dimaksud suster ini adalah Ayah Kania
“Pasien yang ada Bodyguard berjaga di depan itu bu” jawab Suster
Degggggg,,Clara menelan salivanya berat,,jantungnya seakan berhenti berdetak,,jangan sampai itu Ayah Kaniaa,,
“Tolong jaga pasien didalam kamar ini Sus, saya mau memastikan sesuatu” ucap Clara, dengan segera dia berlari keruangan Ayah Kania dan Byaarrrrrrrrr
“Yaaankkk” pekik Clara
Yaaahhh,,Gimana nih readers?? Gimana ya perasaan Kania saat tau Ayahnya telah tiada??? pantengin terus ya readersss Buah Kesabaran Kania (Istriku)
Jangan lupa like dan Komen yaa
Makasihhhh
__ADS_1