
“sial,,kenapa bisa gua diam setelah menatap bola mata wanita munafik itu?” kesal adit, dia merebahkan kuat tubuhnya di atas sofa ruang kerjanya yang berada tak jauh dari kamar nya
“gua yakin dia sudah menghipnotis gua tadi,,cihh,,ternyata dia sangat berbahaya, gua harus hati hati sama dia, gua harus menghindari kontak mata dengan nya, bisa bisa gua diam gak berkutik lagi di depan dia”
“huaaaammmm” kantuk adit, dia benar benar kelelahan
tak lama tubuh nya sudah tidak bergerak lagi, nafas nya berhembus teratur, dia tertidur di atas sofa setelah bergelut dengan fikiran nya yang mengatakan kania telah menghipnotis nya
***
tepat jam 4 subuh adit terbangun dari tidur nya, cacing di perut dia memberontak ingin di isi, begitupun dengan kerongkongan nya, dia haus, ingin minum
“shittt,,bisa bisa nya gua tertidur di atas sofa” kesal adit setelah sadar dirinya tertidur di atas sofa, tak pernah selama hidup nya dia tidur di atas sofa, dia selalu tidur di tempat tidur kesayangan yang sudah menemani nya sejak kecil, seketika dia teringat kania
“jangan sampai wanita munafik itu berani tidur di atas tempat tidur gua, akan gua bunuh dia jika sampai itu terjadi” rutuk adit sepanjang jalan dari ruang kerja menuju kamar nya, dia berjalan dengan amat cepat
dengan amarah yang meluap adit membuka pintu kamar nya, mata nya langsung menatap tajam ke arah tempat tidur empuk kesayangan nya itu, tidak ada kania disana, namun tak membuat amarah nya hilang, mungkin saja wanita itu tadi tidur disana, dia mendekat ke arah tempat tidur nya, dia mengecek sendiri dengan mata kepalanya
“masih rapi” ucap nya
tangan nya kini mengusap sepray yang terpasang dan hidung nya pun langsung mencium sepray itu takut ada bau kania disana, namun tetap tak ada
“bagus lah kalau dia tau diri” ucap adit
"bahkan tempat tidur gua aja gak pantas untuk tubuh nya yang menjijik kan itu, apalagi untuk gua" bathin adit
“tapi kemana dia?” tanya nya penasaran, dia mengecek seluruh sudut kamar nya, dia juga mengecek kamar mandi, tetap tidak ada, terakhir adit mengecek walk in closet nya, dia mengelilingi setiap ruangan yang penuh dengan baju baju, sepatu, jas serta barang barang mewah yang memang dia simpan disana
“ngapain dia disini?” bathin adit saat mendapati kania tidur dengan beralaskan sajadah masih dengan memakai mukenah nya lengkap
“ooh sepertinya dia habis shalat” fikir adit, dia segera berjalan keluar meninggalkan ruangan walk in closet itu, tiba tiba langkah kaki nya terhenti setelah beberapa langkah berjalan
“tidak mungkin wanita munafik itu shalat, shittttt” kesal adit dengan segera kembali ke tempat kania tertidur dan kaki panjang nya menendang tubuh kania hingga membuat gadis itu terbangun
“masss” ucap kania setelah mendapat kan kesadaran nya, kedua mata nya pun sudah terbuka sempurna
“bangun lo maling” teriak adit
“maling? siapa yang maling mas?” tanya kania heran
“siapa lagi kalau bukan elo, buka mukenah dan baju lo sekarang” perintah adit
__ADS_1
“mas,, aku bukan maling, aku gak tau mau tidur dimana, makanya selepas shalat aku tertidur disini dan aku tidak mengambil apapun mas” terang kania
“alahhh,,gak usah banyak alasan lu, cepat buka!!!” perintah adit lagi
“tapi mas” tolak kania
“kalau gitu biar gua yang buka sendiri” ucap adit, tangan nya mencoba meraih mukenah kania hendak melepas paksa
“tidak mas, biar aku yang buka sendiri” ucap kania, dia membuka mukenah nya, tapi dia ragu untuk membuka pakaian yang melekat pada tubuh nya, dia sungguh malu, tak pernah selama hidupnya dia memperlihat kan tubuh nya polos kepada siapapun, meski pun laki laki yang ada di depan nya ini sudah sah menjadi suami nya, tapi dia juga belum mau memperlihat kan
“kenapa diam?” tanya adit mulai emosi, dia benar benar tidak sabar membuka kedok kania, dia benar benar yakin kalau kania sudah mencuri sesuatu dari walk in closet nya dan menyembunyikan di tubuh nya
“tapi mas,,aku malu” tolak kania
“cihhh” sanggah adit
“wanita murahan dan jal*ng seperti lu punya urat malu rupanya” ucap adit dengan seringai remeh nya
“aku bukan wanita murahan mas, aku juga bukan ******, aku istri kamu!” bela kania
“gak usah banyak omong lo, cepat buka!” teriak adit, kesal kania masih menjawab ucapan nya
“kalau lo benar gak mengambil apapun disini, cepat buka baju lo, gua mau mastiin sendiri” ucap adit tak mau di bantah
“tapi masss” tolak kania lagi
“cepat bukaa!!! gua juga gak akan nafsu melihat tubuh lo yang sudah di jamah oleh banyak laki laki itu, gua gak suka bekas orang” ucap adit dengan tatapan jijik
dada kania mendadak sesak, sungguh perih rasanya ucapan adit barusan
“sabar kaniaaa,,sabar,,suami mu tidak mengenal kamu, jangan salahkan jika dia berfikiran buruk kepada mu” kuat kania dalam hati
“tapi tidak harus kata kata itu juga yang dia keluarkan” bathin kania lagi, kristal bening ingin segera keluar dari matanya, namun masih sanggup dia bendung
“jangan menangis kania, tahan,,jangan jadi wanita lemah,,kamu bisaaa” semangat nya pada diri sendiri
“cepat bukaaaa” tegas adit yang sudah habis kesabaran nya, dia menarik paksa baju kania, dengan cepat kania menahan bajunya dari tarikan tangan adit, mendapat perlawanan dari kania membuat adit semakin di penuhi keyakinan bahwa memang ada yang di sembunyikan wanita ini
“kreekkkkkkk” adit menarik cepat dan kuat baju kania hingga terbelah dua
seketika bola mata adit membulat sempurna melihat sesuatu yang masih terbungkus dengan bra berwarna hitam itu, adit menelan kuat saliva nya, seakan ada yang memanggilnya untuk singgah dan mencicipi
__ADS_1
kania yang paham dengan arah pandang adit segera menutup buah da*a nya dengan kedua telapak tangan nya
setelah kania menutup isi yang masih terbungkus dengan erat itu dengan kedua telapak tangan nya, kesadaran adit kembali
“kenapa lo tutup?” tanya adit penasaran, pasti dia menyembunyikan sesuatu dalam bra itu pikir nya
“baju aku sudah terbuka mas, lalu apa lagi?” tanya kania
tidak mungkin kan adit ingin melihat buah da*a nya? takut kania, dia belum bisa memperlihatkan dan memberikan harta berharga yang selama ini dia jaga dengan sangat baik, dia jaga hanya untuk suami nya kelak
oh kania,,,lupakah kamu adit itu siapa?? bukan kah kamu yang bilang sendiri kalau kamu istri nya? berarti dia adalah suami mu? kenapa kamu tidak mau memperlihatkan apa yang selama ini kamu jaga untuk nya?
aku belum siap,,aku akan memberikan seluruh tubuh ku seutuh nya jika dia sudah mau menerima ku sebagai istri nya
“bukaaa itu sekarang!” tunjuk adit pada bra hitam yang masih melekat di tubuh kania
“aku sungguh tak menyembunyikan apapun mas” tolak kania
“buktikan jika lo benar benar tak menyembunyikan apapun disana” ucap adit datar
kania tak punya pilihan lain selain membuka bra itu dan membuktikan kalau dia tidak mengambil apapun
dengan ragu kania membuka pengait bra dengan satu tangan nya, sedangkan tangan yang satu lagi masih setia menutupi isi dalam bra nya
lagi lagi adit menelan kuat saliva nya saat bra yang menutupi buah da*a besar kania yang menantang itu telah lepas dari sarang nya
“sungguh indah, besar dan padat” bathin adit, tak terasa nafas nya memburu melihat sesuatu yang selama ini tak pernah dia lihat langsung, meski masih di tutup dengan tangan kania, namun tangan nya tak mampu menutup seluruh isi bra hitam itu
adit juga laki laki normal, meskipun dia membenci wanita, tapi bukan berarti dia tak mempunyai nafsu, apalagi dengan usianya yang mau memasuki 29 tahun
adit masih perjaka ya guys,,adit juga belum pernah berciuman, meski dulu dia mempunyai kekasih, tapi dia benar benar tidak mau menyentuh dan menjaga kekasih nya. setelah menikah, dia baru akan melakukan nya untuk pertama kali, begitu prinsip adit
lama berkutik dengan fikiran nakal nya, adit segera sadar, tak terpungkiri juga sesuatu sudah mulai mengeras dalam celana nya, dia takut tak bisa mengontrol diri nya, walaupun rasa jijik lebih dominan di fikiran nya mengenai tubuh kania yang sudah di jamah banyak orang
tanpa sepatah kata pun lagi lagi adit berlalu pergi meninggalkan kania
*** wohooo,, mulai tergoda nih aditt,, hati hati ditt,, nanti doyan😂
jangan lupa like dan komen nya ya guys
biar author makin semangat nulis nya, author juga masih pemulaa
__ADS_1