Doa Istri Yang Teraniaya

Doa Istri Yang Teraniaya
Adit sayang...


__ADS_3

“Adiiiiiiiiitttt hentikaaaannnn” teriak histeris seseorang yang tak lain adalah nyonya Ajeng.


Adit seolah dirasuki setan, dia tak mendengar teriakan sang Momy, dia masih dipenuhi amarah masa lalunya, hingga akhirnya nyonya Ajeng mendorong kuat tubuh Adiit dan menamparnya kuat.


Seolah tak terjadi apa-apa, Adit hanya diam mematung, dia masih berdiri dengan tatapan kosong nya.


“Kamu gak apa-apa nak?? maafkan anak saya yaa,,maafkan” ucap nyonya Ajeng, sambil mendekap tubuh Kania kepelukannya, dia mengelus lembut puncak kepala Kaania.


Kania seolah terbuai dengan pelukan nyonya Ajeng, bagaimana tidak, pelukan nyonya Ajeng sangat hangat, dan mampu membuatnya tenang, sama seperti pelukan almarhumah Ibunya dulu.


Kania kembali menitikan air mata, kali ini bukan air mata kesakitan, namun air mata rindu kepada Ibunya, saat Kania sudah merasa tenang, nyonya Ajeng tersadar dengan yang dia lakukan kepada Adit tadi, sontak dia langsung melihat ke arah Adit, namun Adit masih diam mematung.


“Dittt,,” nyonya Ajeng memanggil Adit, namun Adit hanya diam.


Melihat putra nya tak merespon apa-apa, nyonya Ajeng melepas pelukannya dari Kania, dan menghampiri Adit.


“Ditt,,Adiiittt” teriak nyonya Ajeng, sambil menggoyang goyang tubuh putra bungsunya itu.


“Mom,,” ucap Adit pelan, setelah sadar dari diamnya.


“Kamu kenapa Nak?? kenapa kamu sakiti gadis itu?” tanya nyonya Ajeng.


“Mom,,dia telah melukai Aurora, Adit hanya membalaskan apa yang sudah dia lakukan kepada Aurora” jelas Adit.


“Tidak Nak,,tidakk,,dia tidak melukai Aurora,,justru dia yang sudah menolong Aurora” nyonya Ajeng menjelaskan.


“Tidak mom,,Adit yakin dia yang sudah menyelakai Aurora, dia hanya berpura pura baik, untuk menutupi kejahatannya Mom” tambah Adit.


“Tidak Nak,,Aurora sendiri yang bilang sama Momy, kalau gadis itu yang sudah menyelamatkan nya”


“Mom,,jangan mudah percaya, bisa saja dia sudah mengancam Aurora untuk berkata demikian, Momy jangan tertipu dengan wajah polos dia, Adit tau isi kepala wanita murahan ini Mom” ucap Adit, sambil menunjuk Kania.


“Stop Adit!! berterimakasih lah sama dia, berkat dia Aurora ada bersama kita sekarang” pinta nyonya Ajeng.


Adit tertawa keras.


“Berterimakasih?? ahahahhaa Momy tidak salah? meminta Adit berterimakasih, sama orang yang sudah membuat ponakan Adit kesakitan seperti itu??”


“Jangan harap Mom” tambah nya lagi.


“Adiittt,,,jaga bicara kamu!” tegas nyonya Ajeng.


“Adit akan mencari tau semua, Adit akan mencari bukti dan menunjukkan sama Momy, bahwa dialah yang sudah mencelakai Aurora” ucap Adit tegas, sambil menatap tajam ke arah Kania.


“Baik,,silahkan,,jika terbukti dia tidak mencelakai Aurora,,kamu harus siap mempertanggung jawabkan semua yang sudah kamu lakukan kepada nya, dan meminta maaf telah menuduhnya” pinta nyonya Ajeng menantang.


Adit hanya tersenyum remeh.

__ADS_1


“Jika terbukti dia yang sudah melukai Aurora,,maka dia juga harus bersiap untuk kehilangan lehernya” jawab Adit tak kalah menantang, membuat Kania terkejut, dan tubuhnya bergetar ketakutan.


“Kenapa kamu takut Kania?? kamu tidak salah,,jangan seperti ini tubuh,,jangan bergetar” ucap Kania dalam hati.


“Kaliaaan,,,” ucap Adit sambil menunjuk kepada dua orang pengawal.


“Iya tuan” jawab mereka serempak.


“Cari tau semua yang sudah terjadi kepada ponakan saya hari ini, dan pastikan kalian tidak melewatkannya, bahkan sedetik saja” perintah Adit.


“Baik tuan” jawab mereka dengan kompak kembali.


“Bersiap siap lah wanita murahan,,sebentar lagi kau akan mati ditangan ku” ucap Adit dalam hati, sambil menggenggam kuat kedua tangannya.


“Ayo nak masuk kedalam, beristirahat lah, kamu pasti lelah” pinta nyonya Ajeng, sambil menuntun Kania untuk masuk kedalam rumahnya.


“Tidak,,jangan pernah Momy bawa wanita ini masuk kerumah kita, Adit tidak sudi dia menginjak kan kaki kotornya dirumah kita” tolak Adit.


“Cukup Adit, tidak kah kamu lihat dia kesakitan? dia juga kelelahan, apa salahnya dia beristirahat dan bermaalam disini” jelas nyonya Ajeng.


“Tidak Mom, Adit tidak sudi wanita murahan ini satu atap dengan kita”


“Adiiiiitt,,jaga ucapan mu!!” ucap nyonya Ajeng, dengan nada tinggi kepada Adit, melihat pertengkaran antara ibu dan anak itu, membuat Kania melepaskan tangan nyonya Ajeng dari tubuhnya.


“Maaf nyonya, sebaiknya saya pulang, Ayah saya pasti sudah khawatir, karna saya belum pulang sudah selarut ini” tolak Kania sopan.


“Tidak nak,,ini sudah malam, bermalam lah disini, besok saya akan mengantarkan kamu pulang” tahan nyonya Ajeng.


“Tunggu nak,,biarkan sopir saya mengantar kan kamu, sampai kerumah mu ya” pinta nyonya Ajeng.


“Tidak!!!” dengan cepat Adit menjawab ucapan Momynya.


“Tidak ada sopir yang akan mengantarkan dia pulang, biarkan dia pulang sendiri” tambah Adit lagi.


“Apa apaan kamu Dit,,ini sudah malam, lagian sangat jauh dia berjalan, hingga sampai di gerbang depan” jelas nyonya Ajeng.


“Yasudah,,Adit yang akan mengantar dia, tapi hanya sampai gerbang depan” jawab Adit jengah, dia malas berdebat lagi dengan Momynya.


“Benar kamu akan mengantar kan dia Dit?” tanya nyonya Ajeng memastikan.


“Iya Mom, sudah sana Momy masuk, temani Aurora” pinta Adit, nyonya Ajeng mengiyakan ucapan Adit, tanpa ada rasa curiga, apakah Adit benar-benar akan mengantarkan Kania atau tidak, dan berpamitan kepada Kania.


“Terimaksih ya Nak, kamu sudah mau membantu cucu saya, maaf atas sikap anak saya ya” ucap nyonya Ajeng lembut, kepada Kania.


“Iya nyonya” jawab Kania sambil menundukkan kepalanya.


Adit tersenyum penuh arti, melihat sang Momy sudah masuk kedalam rumah, dia menatap tajam kepada Kania.

__ADS_1


“Jangan harap gua akan mengantarkan lu wanita murahan” ucap Adit dengan senyum menyeramkan nya.


Kania hanya diam “Alhamdulillah” ucapnya dalam hati, Kania juga tidak berharap Adit mengantarnya pulang, bahkan sampai pintu gerbang sekalipun, pergi dari hadapan laki-laki menyeramkan ini adalah yang terbaik pikirnya.


“Nikmati sisa hidup lo, yang akan berakhir sebentar lagi pencuri” ucap Adit tepat di telinga Kania, dia masuk kedalam mobil nya dan berlalu pergi.


Kania menatap mobil hitam lamborgini itu, menghilang dari pandangannya, air matanya kembali menetes, Kania melangkahkan kakinya, menjauhi rumah mewah yang indah itu.


Tidak,,sekarang sudah tidak indah lagi,,itu bukan lagi rumah, tapi neraka bagi Kania, dimana dirumah itu, dia hampir kehilangan tangannya, dirumah itu, dia dituduh sudah mencelakai anak kecil yang sudah ia tolong dengan tulus, dirumah itu juga, dia sudah dituduh menjadi seorang pencuri..


“Ibuuuu,,,” ucap Kania sambil menangis terisak.


“Kenapa semua seberat ini? Kania ingin istirahat..” ucapnya sambil terus melangkahkan kaki yang sudah lelah itu, kepalanya mendadak sakit, pandangannya seakan gelap, tubuhnya lemah, perutnya sakit menahan lapar karna belum terisi dari tadi pagi, dalam tangis nya, Kania menatap ke langit yang penuh bintang dan tersenyum.


“Bintang,,kalian sungguh kejam, bagaimana bisa kalian bersinar dengan sangat indah, disaat aku seperti ini?” tanya Kania, sambil tertawa masih dengan air mata yang tak hentinya menetes.


“Tidak kah kalian kasihan kepada ku? hah??” tanya Kania lagi, kini Kania berjalan seperti orang yang sedang mabuk, tidak kuasa lagi mengimbangi tubuhnya, kepalanya sangat sakit dan...


“Bruuuukkkk” Kania jatuh pingsan ditepi jalan.


Diujung jalan sana, mata elang itu masih menatap tajam kearah Kania, bahkan saat tubuh Kania tergeletak di jalan pun, dia enggan untuk membantu, rasa iba itu seolah tak pernah ada, senyum jahat pun selalu menghiasi wajah tampan nya.


“Sungguh semua wanita itu sama, gila akan harta!” kesal Adit.


Lagi-lagi, bayangan masa lalu datang menghampirinya, Adit memukul stir mobil nya kuat, melampiaskan semua rasa dendam dan sakit hatinya.


“Aaaaaahhhh shitttt,,wanita brengsek,,sialannn,,penghianatttttt!!!!!!” teriak Adit, dengan nafas yang memburu, detak jantungnya seperti sedang maraton sekeliling kompleks, Adit menghentakkan kasar kepala nya pada sandaran kursi mobil, dia memijit mijit kepalanya, yang terasa amat berat.


“Diiitttt,,Adit sayangg...” Adit menghentikan gerakan tangan yang memijit kepalanya, Adit seoalah mendengar seseorang memanggil.


“Diiitttt,,sayaaaanggg” lagi,,Adit mendengar suara wanita, memanggil manggil namanya.


“Sayaaanggg,,Aditttt...” masih, suara wanita memanggilnya, Adit paham betul suara siapa itu.. Suara wanita penghianat yang sangat Adit cintai, suara wanita yang sudah menyakitinya.


“Aaaaaaaahhhhhh” Adit menutup kedua telinganya.


"Stoppp jangan panggil guaaa lagiii" pekiknya.


“Jangan panggil gua wanita penghianatttttt” teriak Adit.


Lagi,,Adit mendengar suara mantan pacar, yang sangat dia benci, namun masih sangat dia cintai.


"Pergi,,,pergi dari hidup guaaaaaa,,"


Tak terasa, air mata mengalir di sudut mata Adit.


*** Aah.. Adit menangisss.. sungguh langkah..

__ADS_1


Bagaimana nasib Kania guys???


Pantengin terus "Buah KeSabaran Kania (Istri Ku) ya guyssss


__ADS_2