Doa Istri Yang Teraniaya

Doa Istri Yang Teraniaya
Ttd ayah


__ADS_3

“Sssttt diam sayang,,” ucap Purwo sambil membelai lembut pipi Kania.


Kania melepas tangan Purwo yang menyentuh pipinya.


“Jangan begini pak,,saya tau saya salah dan saya akan mengganti semua kerugiannya, bapak jangan seperti ini” ucap Kania, berusaha menghentikan aktifitas nakal bos nya itu.


“Mengganti?? hayolah Kania?? kamu mau mengganti dengan apa? gaji kamu saja tidak cukup untuk membayar kekacauan pagi ini,,belum lagi hutang Ibu kamu yang sudah sangat banyak itu, kamu mau mengganti dengan apa? seumur hidup pun kamu bekerja dengan saya, kamu belum tentu mampu melunasinya”


“Saya janji pak,,saya akan berusaha dan secepatnya saya akan mengganti semua hutang Ibu saya sama bapak” mohon Kania.


“Kamu tau berapa semua hutang Ibu kamu kepada saya, Kania?” tanya Purwo dengan senyum kecutnya.


“Be,,berapa pak?” tanya Kania ragu, karna dia tau hutang Ibunya pastilah sangat banyak, bagaimana tidak? Ibu nya selalu membeli barang-barang branded dan makan di restoran yang mahal, menggunakan kartu atm yang dipinjam oleh Amel, ibu tiri Kania kepada Purwo, dengan alasan Mania akan membayar semua, tanpa Kania tau, sudah terjadi kesepakatan antara Amel dengan Purwo, jika Kania tidak mampu membayar semua hutang beserta bunganya.


“Sini,,kamu lihat ini...” ucap Purwo, sambil melihatkan setumpuk kertas print, bukti pengeluaran yang dilakukan oleh Amel, Kania kaget melihat lembar demi lembar kertas itu, tak kalah kaget Kania melihat harga dari setiap lembar nya.


“Dan kamu tau berapa total dari itu semua Kania?” tanya Purwo dengan senyum penuh arti.


“Be,,berapa?” tanya Kania dengan suara bergetar.


Purwo mengeluarkan selembar kertas print, total semua pengeluaran yang sudah dilakukan Amel, Kania melihat kertas itu dan seketika matanya terbelalak, mulutnya pun menganga tak percaya, seketika Kania lupa bahwa ada sesuatu yang harus ditutupi dengan tangannya, karna kedua tangannya kini refleks menutup mulutnya yang menganga karna terkejut, seketika Purwo kembali membelalakkan matanya, sesuatu yang ditutup Kania dari tadi kini sudah bebas dia lihat kembali.


“Wahh,,kamu sungguh mengerti apa yang saya mau Kaniia” ucap Purwo, dia mendekat kearah Kania dan berusaha menyentuh buah da** Kania yang sedari tadi menantang dan memanggil manggil nya, sontak Kania kaget, ia segera menepis tangan Purwo.


“Bapak jangan kurang ajar,,saya akan membayar semua hutang Ibu saya dan saya juga akan berhenti bekerja mulai hari ini” ucap Kania tegas, karna dia sudah muak melihat kelakuan bos mesum yang tidak sadar umur itu.


Mendengar ucapan Kania yang lantang itu, membuat Purwo tertawa dan bertepuk tangan.

__ADS_1


“Wah wah,,kamu sudah berani melawan saya sekarang ya? saya semakin berhasrat untuk memilikimu" ucap Purwo menyentuh tangan Kania.


Kania menepis “Tidak,,jangan lakukan apapun pak,,saya mohon” Butiran kristal sudah membanjiri pipi Kania, dia sudah ketakutan.


“Ayolah Kania, saya sudah menunggu moment ini sangat lama, saya janji,,jika kamu mau melayani saya, saya akan menghapus semua hutang Ibu kamu, dan saya akan memberikan apapun yang kamu mau” Purwo mencoba merayu Kania dengan uang dan kemewahan, tapi anda salah tua bangka, Kania tidak akan tergodaa...


“Tidak pak,,saya tidak akan mau melakukan apapun dengan anda,,tolong buka pintunya pak,,dan saya akan segera membayar semua hutang itu" tolak Kania.


“No no noo,,tidak semudah itu Kania,,saya tidak akan melepaskan kamu,,perlu kamu tau Kania,,ibu kamu sudah menjual kamu kepada saya sebesar 2M, dan tadi pagi saya sudah transfer uangnya, dan mau tak mau kamu sudah menjadi milik saya sekarang” ucap Purwo dengan tertawa penuh kemenangan.


Kania seperti tersengat aliran listrik “Aaa apaa?? tidak,,tidak pak,,Ibu saya tidak akan mungkin melakukan itu” bela Kania.


“Oh ayolah Kania,,sudah ada hitam diatas putih, antara saya dan Ibu kamu,, disini yang harus kamu lihat,,(Sambil menunjuk sebuah nama lengkap dengan tanda tangannya) Ayah kamu juga sudah setuju dan menandatangani surat ini”


Sontak Kania kaget mendengar nama sang Ayah di bawa-bawa, Kania mengambil kertas yang diberikan Purwo, lagi-lagi Kania seperti disambar petir, disurat perjanjian itu sudah sangat jelas bahwa sang Ayah setuju, bahwa Kania dijual kepada Purwo seharga 2 milyar rupiah,,


Kania langsung teringat sang Ayah, apalagi tadi pagi Amel sudah bilang kalau obat Ayahnya habis,,bagaimana ini,,apa yang terjadi dengan Ayah?? apakah Ayah akan baik-baik saja? Ayah tunggu Kania Yah, maafkan Kania yang tidak bisa menjaga Ayah” ucap Kania dalam hati, tangis nya pun tak bisa ditahan lagi.


“Sekarang mari kita menikmati hari ini Kania,,mari kita panaskan ruangan yang dingin ini” ucap Purwo, mendekat kearah Kania, tanpa aba-aba dia langsung meremas bo**ng Kania.


Kania langsung mendorong tubuh Purwo dengan keras, membuat tubuh tua itu membentur meja kerja nya.


“Dasar gadis tidak tau diri” bentak Purwo dan “Plaaaakkkkk” satu tamparan mendarat di pipi Kania, air mata tak henti-hentinya mengalir, Kania takut,,sungguh takut.


“Jangan pakk,,saya mohon jangaann,,saya akan bayar semua,,tolong jangan ganggu saya” mohon Kania.


Purwo tak menjawab ucapan Kania, dia hanya tersenyum kecut,,kakinya kini berjalan mendekat kearah Kania, tangannya perlahan membuka kemeja kerja nya,,Kania semakin ketakutan,,dia berusaha menghindar sebisa mungkin.

__ADS_1


“Tolooonggg,,,tolooonggg” teriak Kania, karna pergerakan nya sudah habis, tubuhnya sudah membentur dinding dan dihadapan nya sudah ada Purwo yang siap menerkamnya, bak harimau yang sudah 3 hari tidak makan.


“Berteriak lah Kaniaaaa,,berteriak lah sayaaang,,tidak ada yang akan mendengar teriakan kamu,,ruangan saya ini kedap suara,,akan lebih baik kalau kamu mendesah nikmat dan memuaskan saya” ucap Purwo dengan senyum mesum nya.


“Tolooongg,,siapapun toloooonggg” teriak Kania lagi dan lagi.


Purwo sepertinya sudah tidak bisa menahan lagi, nafsu sudah memenuhi tubuhnya, bajunya kini sudah terbuka dan dibuang sembarang olehnya, kini terlihat lah perut buncit dan kulit hitam nya, Kania semakin ketakutan, tangis Kania seolah menjadi penambah gairah oleh purwo,,dia segera melepaskan celananya, Kania langsung menutup kedua matanya,,kini dia sudah terduduk lemah di lantai,,


“Tuhan,,kenapa semuanya begitu kejam? bantu aku Tuhan,,bantu aku bebas dari laki-laki tak berhati ini,,bantu aku untuk bisa pulang melihat Ayah ku Tuhan,,bantu akuuuu” doa Kania dalam tangisnya, tubuh Kania seolah tidak memiliki tulang untuk menopang badan nya.


Purwo menyentuh pundak Kania, dia mengelus lembut puncak kepala Kania, “Mari sayang,,layani saya, ini sungguh enak, percayalah, saya akan memuaskan kamu” bisik Purwo di telinga Kania.


Kania mundur dan menjauhkan tubuhnya dari Purwo, karna masih mendapat penolakan dari Kaania, Purwo seakan habis kesabaran,,dia mendorong tubuh Kania, ditariknya baju yang menutup pandangan yang selama ini ingin dia lihat, dengan sekali tarikan baju Kania robek,,kini nampak lah pemandangan yang selalu menggoda itu, walaupun masih tertutup oleh bra hitam yang dipakai Kania,,Purwo sungguh tidak bisa menahan, dia ingin segera mer**** gunung kembari itu.


“Buka Kaniaaa,,saya sudah tidak tahann,,” pinta Purwo dengan suara serak yang sulit di artikan.


“Tidak,,jangan lakukan ini sama saya pak” mohon Kania dengan sangat,,


Melihat masih ada penolakan dari Kania, membuat Purwo sudah tidak bisa menahan amarahnya dan “Plaaaaakkkkk” lagi,,Purwo menampar pipi Kania.


“Berhenti menolak saya gadis tidak tau diri!” bentak Purwo dan mendorong Kania dengan kuat, hingga kepala Kania terbentur lantai,, dengan cepat Purwo menindih tubuh Kania.


“Jaaa,,jaangaaann” ringis Kania dan “Braaakkkkkk” pintu ruangan Purwo terbuka.


*** Siapakah yang datang mendobrak pintu?? apakah bantuan atau justru seseorang yang akan mencicipinya bergiliran?


Pantengin terus cerita “Buah KeSabaran Kania (Istri Ku)” yah guysssss

__ADS_1


__ADS_2