
*** flashback off
“kita harus bantu kania yank, gua gak mau adit menyakiti wanita lagi, laki laki psiko itu harus segera kita musnah kan” ucap clara dengan semangat 45
“ssstttt,,koq malah musnahin adit sih sayang? kamu mau di penjara?” tanya jack sambil melihat clara sebentar dan kembali fokus ke kemudinya
“iiiiiihhh lo koq mikir nya gitu sih yank?" kesal clara
"maksud gua tu, kita musnahkan sifat psiko nya, bukan orang nya, ya walaupun gua gak suka sama dia” terang clara dengan mulut yang di majukan kesal
jack tersenyum melihat ekspresi gadis pujaan hatinya yang sangat imut itu, bagaimana pun bencinya clara sama adit, namun dalam lubuk hati nya clara adalah anak yang baik, dia bahkan mau membantu untuk membuat adit kembali lagi menjadi adit yang dulu, adit yg baik, hangat dan tidak pernah menyakiti siapapun
“iyaa iyaaa,,gua tau koq” ucap jack sambil mengacak acak rambut clara
“iiiiiihhh lu tu yaaaa,,suka banget berantakin rambut gua” kesal clara sambil menggelitik jack
“ahahahha udah udah sayang,,gua lagi nyetirrr,,nanti kita nabrak orang” jelas jack
clara langsung menghentikan gerakan gelitik tangan nya pada pinggang jack, mereka saling tatap dan tersenyum satu sama lain, api cinta mereka seolah tak pernah padam
“love u istri gua” ucap jack sambil meraih tangan clara dan mencium punggung tangan kekasih yang sangat di cintai itu
“love u too yang bentar lagi jadi suami gua” balas clara dengan senyum bahagia nya, dia menyandarkan kepalanya ke pundak jack dan memeluk bahagia sebelah tangan jack
***
“silahkan duduk” perintah nyonya ajeng saat kania sudah masuk ke dalam kamar nya
kania langsung mengikuti perintah nyonya ajeng untuk duduk tanpa menjawab
__ADS_1
“kenapa kamu tidak datang tadi pagi?” tanya nyonya ajeng dengan tatapan tajam nya
kania menunduk ketakutan
“ma af nyonya, sa” ucap kania terbata
“sa apa? kamu mau kabur?” tanya nyonya ajeng dengan sedikit menaikkan nada suara nya
kania mendongak kan kepalanya menatap nyonya ajeng
“tidak nyonya, sungguh saya tidak berniat untuk kabur” jelas kania
“lantas kenapa kamu tidak datang? apa yang di katakan anak saya benar? kalau kamu punya maksud lain dalam menolong cucu saya? kamu hanya mau uang saya? ” tuduh nyonya ajeng
kania menggeleng cepat kepalanya
“masalah apa?” tanya nyonya ajeng penuh selidik, kedua bola matanya menatap kania meminta penjelasan
“ibu tiri saya menjual saya kepada mantan bos saya untuk melunasi hutang keluarga saya nyonya” ucap kania, dada nya serasa sesak, buliran air mata siap untuk turun namun masih di tahan oleh kania, betapa pahit kenyataan dan jalan hidup yang di lalui nya
“lalu kemana uang yang saya berikan kepada kamu tempo hari?” tanya nyonya ajeng penasaran
“uang itu sudah saya bayarkan untuk biaya operasi ayah saya nyonya” jawab kania lagi
“berapa hutang keluarga kamu hingga ibu tiri kamu tega menjual kamu?” tanya nyonya ajeng penasaran
“banyak nyonya” jawab kania, karna memang hutang yang sudah di buat ibu tiriinya itu sangat besar jumlah nya
“berapa? sebutkan?” perintah nyonya ajeng, dia tak peduli dengan nominal yang di anggap banyak oleh kania itu
__ADS_1
“2M nyonya” jawab kania menunduk diiringi dengan turun nya buliran yang sedari tadi dia tahan membasahi pipi nya
“cihhh,,memang wanita murahan,,munafik”
bathin seseorang dari balik pintu, yang lagi lagi dia hanya mendengar sebagian obrolan orang yang berada di dalam kamar itu, tangan nya mengepal kuat, rahang nya mengeras, matanya menatap tajam ke arah kania, yahhhh,,dia adalah adit
“gua benar benar akan membuat lo berada di neraka yang sesungguh nya” bathin adit sambil berlalu pergi masuk kedalam kamar nya
*** kenapa sih diiittt? lo itu datang di saat yang tidak tepat teruuussss???
adit memperbesar langkah kakinya berjalan memasuki kamar, dia membanting kuat pintu kamar nya itu
“aaaaaaaaa wanita munafikkkk,,murahannnn,,,wanita siaalaaaaaaannnnnnnn” teriak adit
benda diam tidak bersalah yang tersusun rapi d kamarnya tak luput dari sasaran kemarahan adit, dia melempar semua benda itu ke dinding
“uang uang uang,,lagi lagi uanggggggggg” teriakkk adit dengan sangat keras, suara nya menggema di dalam kamar yang kedap suara itu
emosi adit benar benar memuncak
“bugghhhhhhh” tangan adit meninju kristal antik yang berada di sudut kamar nya, darah bercucuran keluar dari tangan nya, namun adit seakan kebal dengan rasa sakit, muka nya merah menahan amarah
“gua gak akan lepasin lo wanita biadapp,,gua akan antar kan lo ke gerbang kematian” ucap nya dengan nafas berat
setelah dia rasa lelah dengan meluapkan segala emosi nya, dia membanting kuat tubuhnya ke atas kasur empuk dan mengistirahatkan fikiran serta tubuhnya
*** selamat terlelap dit,,,besok besok jangan nguping pembicaraan orang ya,, apalagi nguping nya dikit doank,, jadi makin salah paham kan?? jadi makin benci kaaannn??
bagaimana kelanjutan nya guys?? pantengin terus cerita "Buah KeSabaran Kania (Istri Ku) ya guys
__ADS_1