Doa Istri Yang Teraniaya

Doa Istri Yang Teraniaya
Jangan ungkit masa lalu


__ADS_3

jack yang sedari tadi dipenuhi tanda tanya dalam kepalanya pun akhirnya bertanya kepada adit saat tubuh nya mendarat sempurna di sofa empuk yang ada di ruang kerja adit


“dit,,lo hutang banyak penjelasan sama gua” seru jack sambil melipat kedua tangan nya di atas perut


“apaan sih lo, gak jelas” tutur adit malas


“siapa wanita itu? sepertinya lo mengenalnya” tanya jack penuh selidik sambil melihat ke arah adit dan kania secara bergantian


kini mereka sudah berada di ruangan adit, dengan kania yang masih berdiri tanpa di suruh duduk oleh si empu CEO pemilik perusahaan itu, padahal kania sudah tidak tahan dengan kaki nya yang sakit akibat di tabrak tadi, belum lagi dia malu saat masuk ke dalam perusahaan nan mewah itu dengan pakaian yang lusuh, kotor serta acak-acakan, kania seperti seorang pengemis yang menerobos masuk kedalam kantor adit meski pun dia hanya mengikuti adit dan jack dari belakang, riuh suara karyawan adit yang bergelut dengan kata-kata mereka tak lepas dari pendengaran kania, ya,,dia hanya menunduk tanpa mau menghiraukan ucapan dari mereka, bagi kania kata-kata itu sungguh tak mempan baginya, sangking sudah sering dan biasa nya dia mendengar cemooh ataupun hinaan orang kepada dirinya


adit hanya melirik sekilas kepada kania, senyum terukir di wajahnya, bukan senyum kebahagiaan namun senyum licik penuh arti, kania hanya menunduk sambil meringis menahan sakit kakinya


“diiittt, jawab,,kok lo diam aja sih?” tegur jack


“lo mau tau siapa dia?” tanya adit


“ya iyalah, dari tadi juga gua nanya” kesal jack


“dia itu wanita murahan, munafik dan penipu” jelas adit penuh penekanan dalam setiap kata-katanya


mendengar jawaban adit, jack menyipitkan kedua matanya seakan tidak percaya dengan jawaban adit, sedangkan kania hanya menelan kuat saliva nya, bukan kah tuduhan semacam itu sudah sering dia dengar? sudah lah kania, jangan di ambil hati, kania menghela nafas panjang dan berat


“sabar kania,,biarlah dia berbicara apapun tentang mu, yang penting semua itu tidak benar adanya,,stok sabarr kamu masih banyak kania, jadi jangan khawatir” ucap kania dalam hati memberi semangat kepada dirinya sendiri, tak lupa senyum semangat terukir di sudut bibirnya


“lo srius dit?” tanya jack penuh selidik


menurut jack, wanita yang didepannya ini adalah wanita yang baik, meski baru sekalu bertemu namun jack merupakan seseorang yang sangat pandai dalam membaca sifat seseorang, walau dengan sekali lihat dan semua tuduhan yang adit katakan jauh dari sifat dan diri kania


“ceh,,” decis adit


jack mendekatkan duduk nya di samping adit, hingga tak ada celah antara dia dan adit


“dit, gua rasa dia orang yang baik” bisik jack di telinga adit


“apaan sih lo,,sana jangan dekat-dekat gua” ucap adit sambil mendorong tubuh jack menjauhi tubuhnya


tapi bukan jack namanya, dia kembali mendekatkan tubuhnya ke samping adit


“apa lagi sih?” kesal adit

__ADS_1


“dit,,gua rasa lo salah menilai wanita itu deh, dia orang baik, percaya sama gua” jelas jack


“jangan tertipu dengan muka palsu dia jack” ucap adit jengah sambil memutar kedua bola matanya malas


“gua gg pernah salah dalam menilai dan membaca sifat seseorang dit dan wanita ini bener-bener jauh dari tuduhan lo tadi”


“dan gua gak peduli” ucap adit datar sambil berdiri hendak keluar ruangan


“dit tunggu,,” teriak jack


“jangan banyak omong jack, kita harus meeting sekarang, client sudah menunggu dari tadi” potong adit malas berdebat dengan jack


“hmmmm” jack menghembus kuat nafas nya


“yaudah, gua siapin berkas-berkas nya dulu” ucap jack sambil berlalu pergi meninggalkan ruangan adit


adit melihat kepergian jack hingga tubuh jack tidak terlihat lagi dari pandangan nya, pandangan mata adit kini beralih ke wanita yang sedari tadi diam mematung di tengah-tengah ruangan nya, siapa lagi kalau bukan kania


kania bergidik ngeri saat mendengar langkah kaki mendekat ke arah nya


“Tuhaaan,,selamat kan aku dari laki-laki ini” pinta kania dalam hati sambil memegang erat ujung bajunya


melihat ekspresi kania yang ketakutan membuat adit tersenyum licik, sepertinya bermain-main dengan wanita ini akan sangat menyenangkan dan dendam yang selama ini gua tahan akan tersalur kan, pikir nya


“kenapa lo mundur? bukannya tadi lo yang bilang akan melakukan apapun yang gua mau?” tanya adit tepat di telinga kania


tubuh kania meringsut ketakutan tapi dalam benak nya dia berfikir dan mengingat ingat perkataan nya “tadi aku tidak mengatakan itu padanya, kenapa dia yang menghukum aku begini?” heran kania


“aaauhhhhh” teriak kania saat tubuh nya mendarat sempurna di lantai


“aaahh sa kiitt tuaann,,saaakiiittt” ringis kania saat kaki adit menginjak kaki nya yang terluka, air matnyaa pun tak memberi aba-aba untuk turun


“Tuhaan,,sakit Tuhan,,sakiiiiit” adu kania pada sang penciptanya


mendengar tangisan kania membuat adit semakin menguatkan pijakan kaki nya pada kaki kania yang terluka itu, tanpa ada rasa iba dan hati sedikit pun, senyum kesenangan terukir jelas di wajah adit


“diiittt,,apa apaan sih lo?” kaget jack sambil mendorong kaki adit yang menginjak kaki kania


“kamu gapapa?” tanya jack khawatir

__ADS_1


kania hanya menggeleng kan kepalanya sebagai jawaban masih dengan tangis yang membasahi pipinya


“dit, kenapa lo nginjak kaki dia? lo gak liat kakinya udah sakit karna ketabrak tadi dan lo malah nginjak nya lagi?? keterlaluan lo dit” kecewa jack


“cih,,gua gak peduli, untung gak gua patahin tu kaki” jawab adit datar


“gua benar-benar gak nyangka sama lo dit, lo masih sama kayak dulu, menindas orang-orang yang lemah dan gak bersalah” ketus jack tak kalah datar dan dingin


“karna mereka memang pantas mendapat kan nya” ucap adit sambil menatap tajam ke arah jack


“cihhh,,hanya karna satu wanita yang menghianati lo, dan elo nyamain semua wanita dengan masa lalu lo, bukan kah itu jauh lebih keterlaluan dit?” jack membalas tatapan tajam adit dengan senyum meremehkan nya


“jangan pernah ungkit masa lalu gua jack” ketus adit sambil berlalu pergi meninggalkan jack dan kania yang masih berdiri di dalam ruangan nya


jack menatap kepergian adit hingga tak nampak lagi tubuh tinggi tegap itu di penglihatan nya


“bangun lah dan ikut saya” perintah jack, kania diam tanpa menjawab ucapan jack, dia berjalan mengikuti jack kedalam sebuah ruangan


“duduk lah” perintah jack kembali


tanpa ada penolakan, kania segera duduk di sofa itu karna memang dia sudah tidak tahan lagi untuk berdiri, kaki nya sungguh sakit kali ini, apalagi setelah adit menginjak nya


“ini,,”ucap jack sambil memberikan kotak P3K ke hadapan kania yang masih diam menunduk


“untuk saat ini sampai saya kembali, jangan pernah tinggalkan ruangan ini, jika kamu lelah, tidur lah di ruangan itu” tunjuk jack ke sebuah ruangan pribadi nya


“disana ada kasur dan toilet, nanti saya akan suruh orang untuk antarkan kamu makanan dan pakaian, jadi bersihkan lah diri mu sebelum saya kembali” ucap jack sambil berlalu pergi meninggalkan ruangan nya


“tunggu tuan” akhirnya kania memberanikan diri untuk bicara, jack menghentikan langkah nya dan berbalik menghadap kania


“terimakasih atas bantuan anda tuan” ucap kania tulus


“tidak perlu berterimakasih, saya akan cari tau siapa kamu, jika ada hal yang mencurigakan tentang kamu, maka saya sendiri yang akan menghabisi mu” ucap jack sambil berbalik dan melanjutkan langkah nya


walaupun dalam hatinya jack sangat percaya bahwa wanita itu adalah wanita yang baik dan jack akan tetap mencari tahu tentang kania untuk dijadikan senjata melawan adit supaya dia tidak menyakiti atau menyiksa kania lagi


"semoga feeling gua kali ini gak salah" batin jack


“Tuhan,,semoga semua nya baik-baik saja” ucap kania dalam hati, saat didapati jack sudah pergi dan dia segera meraih kotak P3K dan mengobati luka nya sendiri

__ADS_1


***wah wah wah apakah jack akan menjadi pelindung kania kali ini guys??? semoga yahhh guys,, kasian kania tak henti-hentinya dapat masalah.. author jadi syediiihhh 😂😅


pantengin terus cerita "Buah KeSabaran Kania (Istri Ku) ya guysss


__ADS_2