
mobil yang di bawa jack akhirnya berhenti di sebuah butik yang sangat mewah dan pastinya mahal
“haiii ganteengggg” ucap seorang laki laki tapi setengah mateng, dia memeluk jack senang, namun yang di peluk malah geli dan mencoba mengakhiri pelukan laki laki itu dengan cepat
“iiiihh ganteng mah gitu,,gak sukaa eike peluk, kenapo sehhhh?” tanya nya sambil cemberut, tapi tangan nya membelai lembut dagu jack, jack menghindar dan berlari bersembunyi di balik kania
“eiiitttt,,” ucap laki laki itu saat hampir mendapati tubuh jack tapi terhalang oleh tubuh kania
“omooooo” ucap nya kaget sambil menutup mulut nya
“ganteng,,” ucap laki laki itu sambil megintip jack yang berada di belakang tubuh kania
“inindang celon si tampan adit?” tanya nya lagi
jack mengangguk
“aaaaahhhhhhh” teriak laki laki itu sambil meloncat loncat seperti orang yang ketakutan di lempari ular, tak lupa dengan tangan lentik nya bergerak gerak seperti burung hendak terbang, suasana butik seketika riweh dengan aksi laki laki setengah mateng itu
“eeiittttss siskaaa,,heboh de ye,,,” tegur seseorang yang sama setengah mateng dengan nya
kania menganggukkan kepalanya saat dia tau siapa nama laki laki setengah mateng itu
“iiiihhhh diemmm deh,,eike kagetah neekkkk,, uuhhhh” ucap nya sambil merapikan poni samping nya yang sudah lembek di basahi keringat karna melompat barusan
kania tersenyum melihat jari lentik siska yang merapikan poninya, bahkan dia seorang perempuan tulen tak bisa selentik itu
“ssttt” panggil jack lembut
__ADS_1
kania pun melihat ke arah jack,
“gua tunggu lu di mobil ya, jangan lama lama” ucap nya sambil berlari keluar dari butik yang penuh dengan laki laki jadi jadian itu
kania yang melihat jack berlari ketakutan tersenyum senang,,ternyata laki laki itu ada takut nya juga, batin kania sambil menggeleng kepala nya
“iiiiiiihhhhh ganteeeeengggggg,,kemandosdos seeehhh” kesal siksa yang melihat jack sudah tidak ada di belakang kania lagii
“coomm geuwlisss akikah tunjukin bajuuu youuuu” ucap siska sambil berjalan melenggak lenggok pantat nya yang montok bak model kelas dunia, kania mengikuti langkah siska untuk mencoba baju yang akan dia kenakan di pernikahan nya nanti, kania seolah mendapatkan tontonan gratis melihat tingkah siska yang sangat lucu menurut nya itu
***
tak terasa waktu sangat cepat berlalu, hingga kini sudah tiba saat nya kania menikah dengan adit, selama beberapa hari belakang kania tidak bertemu dengan adit, dia hanya bertemu dengan jack untuk membicarakan persiapan pernikahannya
“haiiii,,lo cantik banget” puji clara, kini kania sedang duduk melihat pantulan tubuuh nya di cermin, tampak cantik, sungguh sempurna
“haiii,,,kenapa bengong??” tegur clara yang melihat kania hanya diam tak menanggapi ucapan nya, kania sadar dari lamunan nya
“ah iyaa,,maaf” ucap kania
“lo takut ya?” tanya clara sambil memegang tangan kania
kania hanya diam, berusaha menguat kan diri nya sendiri dan berusaha menerima jalan hidup untuk menikah dengan seseorang yang sama sekali tidak dia kenal dan seseorang yang sangat kejam
“lo harus kuat, gua yakin lu pasti bisa menjadi istri adit selamanya dan yang akan merubah adit menjadi adit yang dulu” semangat clara
“SAAAAHHHH” terdengar suara orang orang mengatakan sah membuat kania menelan kuat saliva nya sendiri
__ADS_1
kini dia sudah sah menjadi seorang istri, kini dia sudah sah menjadi milik laki laki psiko yang sangat dia takuti “ ayah,,ibu,,,kania sudah menjadi istri orang” ucap nya dalam hati, tak terasa air mata sudah jatuh mengenai pipi nya, air mata yang sedari tadi dia coba tahan, kini tumpah juga
“jangan menangis” ucap clara lembut sambil menghapus buliran air itu dari pipi kania, namun kania malah menangis dengan histeris, clara dengan cepat membawa tubuh kania kedalam pelukan nya, mencoba menenangkan gadis malang itu
“sudahhh,,jangan di tangisi,,sekarang lo udah sah jadi istri adit, jangan di sesali, gua yakin lu bisa,,gua yakin lu akan melunak kan keras nya hati adit” semangat clara, dia mengusap lembut punggung kania
“kaniaaa,,kenapa kamu menangis??” khawatir nyonya ajeng yang tiba tiba sudah berada dalam kamar bersama kania dan clara
“jangan menangis nak,,momy akan selalu membantu mu, kita sama sama berusaha untuk merubah adit yaa,,” semangat nyonya ajeng dan membawa tubuh kania ke dalam pelukan nya
“sudah nak,,jangan menangis lagi,,ayo kita keluar, semua orang sudah menunggu kedatangan mu,,” ucap nyonya ajeng sambil memegang lembut pipi kania, ibu jarinya menghapus air yang masih turun dari mata kania
“ayok,,” ajak nyonya ajeng sambil memegang kania di sisi kanan dan clara memegang kania disisi kiri
kania menguatkan diri nya, dia menghela nafas dan membuang nya pelan
“bismillah,,” ucap nya dalam hati
“ayah, ibu,,doakan kania ya” ucap nya sambil melangkah keluar dari kamar dan mengahampiri semua orang, terlebih laki laki yang sudah sah menjadi suami nya yaitu adit, dia sudah menunggu kania dari tadi untuk memasang cincin pernikahan mereka, sungguh lama dan membuang buang waktu ucap adit kesal dalam hati
tak ada perubahan ekspresi yang di tunjukan adit, muka nya masih datar hingga dia memasangkan cincin pernikahan mereka di jari kania, begitu pun saat kania memasang cincin di tangan nya, tatapan adit kembali menajam saat penghulu memintanya mencium kening kania, kania yang tau dengan arti tatapan adit segera menunduk pandangan matanya hingga dia merasakan hangat bibir adit menempel sekilas di kening nya, dengan ragu kania pun meraih tangan adit dan mencium punggung tangan laki laki yang sudah sah menjadi suami nya itu
“Tuhan, laki laki ini sudah sah menjadi suami ku, restui pernikahan kami meski tak ada cinta di dalam nya, jadikan aku istri yang taat pada nya dan jadikan dia imam ku yang baik, ketuk lah hati nya untuk bisa menerima ku dan pernikahan ini” bathin kania
***uuuhhh mulia sekali doa kania.. semoga adit juga berdoa demikian ya guys,, mesti tak mungkin hehe
bagaimana kelanjutan hidup kania selepas menikah guys? akan kah adit benar benar mengantarkan dia ke gerbang kematian atau justru ke gerbang cinta??
__ADS_1
pantengin terus cerita "Buah KeSabaran Kania (Istri Ku) ya guys