
“ Kak,,kak Kania kenapa menangis? tiba-tiba Kemal datang dan memeluk Kania.
“Oh Tuhan,,Engkau Maha Adil, walaupun Ibu tiri ku tidak baik kepada ku, tapi engkau masih memberiku adik tiri yang sangat baik dan pengertian ini” syukur Kania dalam hati.
Kania langsung menyeka buliran air yang jatuh membasahi pipinya dan menatap wajah sang adik dengan senyuman manisnya.
“Kakak tidak apa-apa sayang, tadi kakak hanya kesandung, jadi kakak jatuh dan kaki kakak sedikit sakit, makanya kakak menangis” jawab Kania dengan tangan mengelus elus puncak kepala Kemal.
“Kakak gak bohong kan? Ibu tidak membuat masalah buat kakak lagi kan?” tanya Kemal yang tidak percaya dengan apa yang barusan kakaknya katakan.
“Enggak koq sayang, Ibu tidak melakukan apa-apa sama Kakak, kamu jangan berfikir yang macam-macam sayang,,sudah sana kamu mandi gih, habis itu makan, dan jagain Ayah yah,,oke??” pinta Kania.
“Siap kak” jawab Kemal degan senyuman indah nya.
Kemal adalah anak yang baik, tampan, tinggi dan putih,,walaupun ia masih kecil, namun dia sudah banyak fans, terbukti dengan bunga dan coklat yang banyak di dalam kamarnya, yah itu pemberian dari teman-teman disekolah nya, terkadang orang tua temannya juga sering memberikan dia mainan karna dia sangat baik, menggemaskan dan friendly. Kania juga sering mendapatkan coklat dan bunga, karna Kemal selalu memberikan itu kepada Kania, Kemal bilang, kakak adalah yang terbaik, kakak adalah segalanya bagi Kemal, jadi Kemal selalu memberikan hadiah itu kepada kakaknya, Kania hanya bisa tersenyum dan selalu memeluk adik tampan nan baik itu.
Bukan Kemal saja guys yang menjadi idola kaum hawa, Kania juga merupakan idola kaum adam, namun Kania tidak mempunyai waktu untuk membalas dan bermain dengan ya katakanlah fans nya itu, Kania merupakan sosok pribadi yang baik, ramah, selalu ceria, jika kalian penasaran dengan body Kania, maka kalian harus persiapkan mental, karna apa? body Kania adalah yang terbaik,,dijamin kalian akan menelan ludah jika sudah melihat betapa bohay nya tubuh Kania. Gadis cantik dengan tinggi 168 cm, kulit putih, hidung mancung, badan seperti gitar spanyol, siapa yang tidak tergoda? kalian bayangkan sendiri buah da** yang besar dan padat, serta bo*ong yang membuat kaum adam berfikir yang tidak-tidak, bisa dikatakan tubuh yang sangat sempurna..
------
“Hehh,,lu layani pelanggan yang di meja nomor 9 sekarang” pinta Gendis dengan kecut.
“Maaf kak, aku lagi melayani pelanggan di meja nomor 15” jawab Kania dengan memegang pesanan yang siap diantar kan ke meja.
“Semua aja pelanggan lu deketin, dasar gatel” timpa Anes.
“Maksud kakak gimana? aku hanya datang karna mereka memesan makanan, aku tidak mendekati mereka” bela Kania.
“Alah banyak muka lu, di depan kita sok baik, di depan pelanggan malah jual diri, munafik!” tambah Gendis yang kesal dengan Kania, karna semua pelanggan yang datang ke restoran, apalagi kaum adam minta di layani oleh Kania dan Kania juga sering mendapatkan tip berupa uang yang lumayan banyak, membuat para karyawan disana iri dan kesal padanya.
“Saya tidak jual diri kak, tolong jaga bicara kakak” jawab Kania, dengan tangan yang sudah gemetaran, apalagi memegang pesanan yang lumayan banyak dan berat.
__ADS_1
“Tidak jual diri apanya, kamu lihat itu, dasar jalang” tunjuk Anes ke arah payuda** Kania yang sedikit keluar, karna kancing baju Kania lepas, dan dia tidak menyadari itu.
Kania melihat ke arah telunjuk Anes
“Astaga ya ampun” rutuk Kania, karna tidak menyadari keteledorannya.
“Kalau mau jual diri, sono ke klub malam yang banyak om-om dan laki-laki ****** seperti lu, jangan disini” tambah Gendis, mereka berlalu pergi dan “Aaauhhhh panasss,,” teriak Kania.
Anes dengan sengaja menyenggol Kania dan membuat semua makanan di tangan Kania tumpah mengenai badannya, Gendis dan Anes yang melihat hanya tersenyum kecut dan berlalu pergi begitu saja, tanpa berniat meminta maaf apalagi menolong Kania.
“Astaga Kaniaaa,,kamu tidak apa-apa?” tanya Purwo Sucipto (Bos gatel) kepada Kania, dia membantu Kania berdiri dan mata nya terbelalak melihat buah da** Kania yang sedikit terbuka itu.
“Wawww sungguh indah, besar dan padat,,aku ingin sekali mencicipinya” batin Purwo, berbagai fikiran mesum sudah terbayang di kepalanya.
“Saya tidak apa-apa pak,,maaf sudah membuat keributan” ucap Kania menyesal, namun tidak ada respon dari purwo, dia masih saja menatap buah da** Kania, air liur menetes di sudut bibir nya, Kania tersadar dengan apa yang di lihat oleh Purwo, dengan segera dia menutup buah da** yang sedikit terbuka itu, dengan kedua tangannya.
“Dasaaaarr tua gatelll,,lu kenapa tidak sadar sih Kaniaaaaa?? Bukankah kak Anes sudah memberi tahu, kalau kancing baju lu lepas?? kenapa elu gag nutupin??? keenakan kan si tua mesum ini” gerutu Kania dalam hati.
Tak mendapat respon dari Purwo sang atasan, Kania langsung duduk membersihkan pecahan piring dan gelas, serta makanan yang berserakan di lantai, beruntung pelanggan masih belum ramai, karna masih jam 9 pagi, jadi tidak terlalu malu dan buat keributan pikirnya, walaupun dia tau hukuman apa yang akan menantinya nanti, yaitu mengganti semua kerugian dan mendapat ceramah dari bos gatel, yang hanya memandangi dan tersenyum nakal kepadanya, sesekali mencari cari kesempatan agar dapat mengelus pipi mulus dan menyentuh bok**g Kania,,sungguh menjijik kan!!! sangat menjijikkan...itulah yang dihadapi Kania setiap hari.
“Kamu,,” sambil menunjuk ke arah Anes
“Saya pak?” tanya Anes memastikan.
“Iya kamu, kamu bersihkan ini semua,,setelah itu kamu antarkan kotak p3k keruangan saya” perintah Purwo.
“Kenapa saya pak? bukankah dia yang sudah melakukan kesalahan? kenapa saya yang harus membersihkan ini semua?” bela Anes.
“Disini yang atasan saya atau kamu? kalau kamu mau membantah saya, silahkan antar kan surat pengunduran diri kamu ke ruangan saya” tegas Purwo.
“Ba,,baiik pak, saya akan membersihkan ini semua” jawab Anes takut, pandangan matanya tajam ke arah Kania.
__ADS_1
“Awas lo,,gua bakal buat perhitungan sama lo, gua pastiin lo akan menyesal Kania” batin Anes sambil mengepal kedua tangan nya.
Mendapat tatapan yang tajam dari Anes, Kania langsung berdiri dan meminta kepada Purwo, agar dia saja yang membersihkan semua, karna semua ini karna kesalahannya.
“Maaf pak,,biar saya saja yang membersihkan ini, karna ini adalah kesalahan saya pak”
“Kamu mau membantah saya juga? mau saya pecat? ha?” tanya Purwo tegas dan keras.
“Ti tidak pak,,saya minta maaf pak” jawab Kania ketakutan dan menunduk.
Padahal Purwo hanya menggertak Kania saja, bagaimana mungkin dia memecat berlian padat bohay nan indah di pandang itu, apalagi kalau di cicipi,, uuhh nikmat nyaaaa...
“Aku tidak akan memecat kamu Kania,,aku akan mendapat kan kamu, aku ingin mencicipi kamu Kania,,oh Kaniaaa,,aku sungguh tidak sabar ingin menikmati skidipapap dengan kamuuu,,oohh aahhh ahhh uuhhh pasti sungguh enakk,,” pikir Purwo, dia terseyum penuh arti kepada Kania yang masih setia menundukkan kepalanya itu.
“Kamu cepat bereskan semua kekacauan ini (menunjuk ke Anes), kalian semua lanjutkan pekerjaan kalian, dan kamuuuu,,,kamu ikut saya keruangan sekarang! (sambil menatap Kania) dan berlalu pergi menuju ruangannya.
Tanpa banyak fikir, Kania mengikuti langkah Purwo menuju ruangannya, tangannya masih setia menutupi buah da**nya yang terbuka, “Tuhan,,lindungi aku dari laki-laki mesum ini,,semoga dia tidak melecehkan aku lagiii..” pinta Kania dalam hati, itu yang selalu Kania ucapkan di sepanjang jalan, menuju ruangan bos gatel nya itu.
Tepat di depan pintu, Purwo berdiri dan menatap Kania yang masih berjalan menuju ruangannya “Kali ini aku tidak akan melepaskan kamu bohayyy ku” ucap Purwo senang dalam hati, dia sudah tidak sabar untuk mendapat kan Kania seutuhnya, dan tanpa sadar, sesuatu sudah mulai meronta untuk segera di lepaskan di dalam sangkarnya.
"Sabar uyung ku,, sebentar lagi kamu anak mendapat kan apa yang selama ini kamu tunggu-tunggu" ucap Purwo pada sesuatu yang mulai mengeras itu.
Kania masuk kedalam ruangan Purwo, seketika terdengar suara pintu di kunci.
“Ceklekkkk” Kania kaget,,tidak pernah selama ini Purwo mengunci pintu saat Kania masuk keruangannya, dengan ragu-ragu Kania bertanya.
“Kee,,kenapa pintunya di kunci pak?”
“Karna saya ingin menghukum mu” jawab Purwo dengan senyum menggodanya, dia berjalan mendekati Kania, Kania berusaha untuk mundur dan Purwo semakin mendekat.
“Pakk,,bapak mau apa?? tolong jangan lakuin apa-apa pak” ucap Kania dengan suara bergetar,,tubuhnya menggigil ketakutan.
__ADS_1
“Tuhaaaannn,tolong akuuu...” batin Kania.
*** bagaimana kelanjutannya guys?? apakah Purwo si tua bangka nan mesum itu akan mendapatkan Kania seutuh nya? ataukah kania bisa lepas dari dia?? pantengin terus cerita "Doa Istri" yahh,,,