
“ta,,mppphhhh” clara tak dapat menyelesaikan perkataan nya saat bibir jack mendarat cepat di bibir nya, clara membulatkan matanya tak percaya dengan yang barusan terjadi , tangan nya refleks menutup mulut sendiri sangking kaget nya
“jack menciummm bibir guaa??? aaahhhh” pekik bahagia clara dalam hati
pasalnya jack sangat jarang sekali mencium bibir clara, biasanya hanya kening, pipi dan puncak kepala yang menjadi tempat jack mendaratkan ciumannya, kali ini di bibir,, clara benar benar bahagia di buat nya
kania membulatkan penuh matanya saat melihat adegan langsung yang menurutnya mesum itu
“oh my godddd,,,tadi itu apaa??? di dia mencium bibir cewek ituu...oh mata aku benar-benar sudah tidak suci lagiiii” rutuk kania dalam hati
berbeda dengan jack, dia tersenyum bahagia melihat ekspresi clara yang kaget dan msnurutnya sangat imut itu
clara tersadar dari lamunan nya, dia menatap jack namun yang di tatap malah tersenyum senang kearah nya, sontak membuat wajah clara memerah bak tomat kelewat matang
“kenapa yank? mau lagi?” goda jack, berhasil membuat clara memalingkan pandangan nya ke jendela mobil, dia benar-benar malu dan senang bisa di cium oleh laki laki yang sangat dia cintai itu
***
“sayang kenapa kita kesini?” tanya clara heran
begitu pun dengan kania, sedari tadi dia berusaha mengingat jalan yang di lalui mobil jack, dia seolah mengingat jalan ini tapi di mana dan dia kaget begitu sampai di rumah mewah bak istana itu, tidakkk itu bukan istana, tapi neraka! bathin kania
“kenapa laki-laki ini membawa aku kerumah ini?” tanya kania dalam hati
“oh Tuhan,,bukan kah aku sudah berjanji kepada nyonya ajeng untuk datang kerumah nya tadi pagi, kenapa aku bisa lupa??” sesal kania
“apa nyonya ajeng akan berfikir bahwa aku kabur dari tanggung jawab membayar hutang?” takut kania dalam hati
kejadian penculikan tadi pagi berhasil membuat kania melupakan janjinya untuk menemui nyonya ajeng
“ayo turun” ucap jack, menyadarkan kania dari lamunannya
“kak niaaaaaa” teriak aurora dengan senang dari dalam rumah sambil berlari menghampiri kania
“auroraaaa” ucap kania dengan senyum bahagia nya, gadis kecil yang dia tolong waktu itu kini sudah tidak memakai perban lagi, pakaian nya sudah cantik lagi, kania sangat senang melihat itu semua
aurora langsung memeluk kania, begitu pun kania, dia membalas pelukan dari gadis kecil itu
“kak nia aurora kangen” ucap aurora manja
“kakak juga kangen aurora” balas kania
“gimana kabar kamu sayang?” tanya kania memastikan
“aurora baik kak,,lihat,,,” jawab aurora sambil memutar tubuh nya seperti princess
kania melihat itu tersenyum senang, begitu pun dengan nyonya ajeng serta clara dan jack
“ayo kak nia kita masuk” ajak aurora sambil menggandeng tangan kania memasuki rumah
__ADS_1
tak dapat menolak, kania hanya mengikuti langkah kaki gadis kecil yang menyeretnya masuk dan duduk di sofa ruang keluarga itu
“duduk kak” ucap aurora sopan
“hemmm, kak nia aja yang di suruh duduk? uncle dan onty enggak??” tanya jack dengan cemberut dan mimik wajah yang dibuat sesedih mungkin
aurora tersenyum cengengesan, dia menggaruk kepalanya meski tidak gatal
“maaf uncle je” ucap nya sambil berlari memeluk jack
jack pun menerima pelukan dari aurora yang sudah di anggap keponakan kandungnya sendiri itu
“jadi uncle aja nih yang di peluk? onty enggak?” ucap clara yang sontak membuat aurora melepaskan pelukan nya dari jack dan berlari memeluk clara
“onty siiiii, aurora kangen onty” ucap aurora
“uuuuhhh sayang ontyyyy,,,” clara mencium gemas pipi clara, menyalurkan rindunya yang sudah lama tidak bertemu dengan aurora
melihat kehangatan itu membuat nyonya ajeng tersenyum bahagia, kebahagiaan nya benar-benar terasa lengkap, dikelilingi dengan orang-orang yang baik dan sangat menyayangi keluarganya
senyum nyonya ajeng perlahan sirna saat kedua matanya menangkap seseorang masuk kedalam rumah nya tanpa permisi
“tak bisa kah kamu mengucapkan salam sebelum masuk dit? sungguh tidak sopan” sindir nyonya ajeng
namun adit hanya diam tak menjawab, dia melihat aurora berada di pelukan clara tersenyum dengan bahagia
“cih,,dasar laki laki gila, psiko” ucap clara tak kalah sinis, clara sudah paham betul bagaimana sifat adit, dulu clara adalah salah satu wanita yang dikenalkan nyonya ajeng kepada adit, namun dengan kekejaman dan kesombongan adit membuat clara membencinya hingga suatu hari adit dengan sengaja menyakitinya padahal dia sendiri tidak melakukan kesalahan apapun, saat itulah jack datang menyelamatkan clara dan dari situlah mulai timbul benih-benih cinta antara jack dan clara, dari sana juga kisah cinta mereka di mulai
“dit,,bisa kamu hargai momy disini?” ucap nyonya ajeng menghentikan tatapan tajam adit yang siap menerkam clara, adit mengalihkan pandangan nya kearah nyonya ajeng
“sepertinya kamu sudah siap kehilangan momy dan yang lainnya” ucap nyonya ajeng dengan tatapan intimidasi, adit yang ditatap pun menelan saliva nya berat, apa yang harus dia lakukan? sungguh dia tidak mendapatkan jawaban
nyonya ajeng menghela nafas nya berat
“baik lah jika itu sudah keputusan mu, momy harap kamu bahagia tanpa kami di sisi mu” ucap nyonya ajeng sambil berdiri hendak melangkah masuk kedalam kamarnya
“kania, bisa bantu saya untuk mengemas barang barang aurora?” tanya nyonya ajeng, kania yang bingung dengan situasi dan kondisi di hadapannya hanya mengangguk menginyakan
“clara,,,bantu jack mengemasi barang barang nya ya sayang” ucap nyonya ajeng lagi, clara menatap penuh tanya ke arah jack, namun jack hanya mengangkat kedua bahunya sebagai jawaban
saat semua nya hendak melangkah dari posisi mereka, adit pun bergegas ke arah nyonya ajeng
“mom,,jangan kayak gini mom, please,,adit mohon” ucap adit dengan memelas, dia benar benar takut jika momy dan seluruh keluarga nya pergi meninggalkan dia
“momy sudah memberi kamu pilihan dit, dan inilah pilihan kamu, jangan menyesali apapun yang sudah menjadi pilihan mu” ucap nyonya ajeng tak mau di bantah dan berjalan menaiki tangga menuju kamarnya
“baikkk,,,adit ngalah,,,adit akan menikah” ucap adit pasrah
nyonya ajeng yang mendengar perkataan adit itu langsung menghentikan langkah nya, senyum kemenangan terukir di wajahnya, namun segera dia tutupi dengan wajah datar dan berbalik menghadap adit
__ADS_1
berbeda dengan jack dan clara, mereka melongo seakan tak percaya dengan apa yang barisan mereka dengar, pandangan mereka penuh ke adit
“jangan membual dit, momy tidak akan percaya dengan ucapan mu” ucap nyonya ajeng menantang, ingin memastikan kebenaran dari ucap adit
“benar mom,,adit akan menikah, jadi adit mohon sama momy, jangan tinggalin adit” pinta adit
“dengan siapa kamu akan menikah?” tanya nyonya ajeng, pasalnya adit tak membawa siapapun ke rumah nya serta tak ada wanita yang dekat dengan nya sejauh ini
mendengar pertanyaan itu membuat adit terkejut, dia kembali menelan saliva nya kuat, mulut nya seakan kaku, tak bisa menjawab pertanyaan nyonya ajeng
“benar,,dengan siapa gua akan menikah? bodohhhh,,elu sungguh bodohh dittt” rutuk nya sendiri dalam hati
melihat adit yang kebingungan membuat jack mengukir senyum penuh arti
“bagaimana kalau dengan kania” ucap jack santai
ucapan jack mampu membuat kania dan jack menatap nya dengan tatapan terkejut,sekaligus tak percaya, tak lupa dengan tatapan tajam adit, refleks mulut kania berkata
“ a aaku?? tiii tidaakkk” tolak nya
melihat kania menolak membuat adit mengukir senyum penuh arti
"bodoh.. kenapa gua gak mikir ini sebelum nya? permainan sesungguhnya akan di mulai wanita munafik" bathin adit dengan senyum seringai nya
“adit akan menikah dengan dia mom” ucap adit sambil menunjuk ke arah kania
kania kaget bukan main mendengar ucapan adit,,dia menggeleng geleng kepalanya menandakan dia sangat menolak
“nyoo nyoonya,, saya tidak mau menikah dengan nya” tolak kania sambil berlari ke arah nyonya ajeng, berharap dia mendapat perlindungan dan nyonya ajeng tak akan menyetujui nya menjadi istri adit
“adit, momy pegang kata kata kamu” ucap nyonya ajeng tak memperdulikan ucapan kania
“momy jangan pergi” ucap adit lembut, sungguh besar ketakutan di dirinya saat momy nya benar benar meninggalkan dia
“ baik,,momy tidak akan pergi dan minggu depan kamu sudah harus menikah dengan kania” perintah nyonya ajeng
“baik mom” hanya itu yang bisa adit keluarkan dari mulut nya, persetan dengan apa yang akan terjadi kedepannya, yang jelas momy tidak akan pergi meninggalkan dia
mendengar ucapan adit membuat jack dan clara saling pandang, mereka tersenyum bahagia, pasal nya itu adalah kunci yang selama ini mereka tunggu tunggu, mereka akan di izinkan menikah jika adit sudah menikah, ini adalah waktu nya, inilah buah dari penantian mereka selama ini, semua akan terbayar lunassss
“kania kamu ikut saya” perintah nyonya ajeng sambil kembali melanjutkan langkah nya menuju kamar, kania mengikuti langkah nyonya ajeng, dalam hatinya kamia kembali berdoa
“Tuhan,,apa lagi ini?? aku tidak mau menikah dengan nya, bantu aku tuhaaaannnn” ucap kania penuuh ketakutan, sudah terbayang bagaimana kesulitan dan kesakitan yang akan dia alami jika benar benar dia menikah dengan laki laki psikopat itu, tak terasa air mata sudah mengalir di sudut matanya
"Tuhan,,bantu lah aku..."
*** duhh,,,gimana guys?? apa kania akan benar benar menikah dengan adit? semoga kamu kuat menjalani apapun yang akan terjadi kaniiaaa 😢
penasaran dengan kelanjutan ceritanya?? pantengin terus "Buah KeSabaran Kania (Istri Ku) ya guyssss
__ADS_1