
“hai kaniaaa,,lama kita tidak berjumpa..” ucap purwo dengan senyum bahagia nya saat mendapati kania sedang duduk di bangku taman kota seorang diri
Lama sudah dia mencari kania, namun tak kunjung bertemu, kali ini keberuntungan ada padanya, dia bertemu kembali dengan gadis montok yang selalu bisa membuat gairah tua Bangka nya bangkit
Kania kaget melihat purwo sudah berdiri tepat di depan nya, bahkan kini dia berdiri dengan senyum mesum nya
“oh Tuhan, kenapa aku bisa ketemu sama tua Bangka ini” rutuk kania dalam hati
Dengan cepat kania bangkit dari duduk nya, dia ingin segera pergi meninggalkan laki laki yang ada dihadapan nya ini, apalagi pertemuan terakhir dengan nya sangat menyakitkan untuk di ingat, apalagi di kenang.
“lepasiiiinn” teriak kania saat purwo memegang kuat tangan nya
“mau kemana sayang?” Tanya purwo dengan senyum nya
“lepasin, saya tidak ada urusan dengan anda lagi” terang kania, masih meronta mencoba melepaskan diri dari purwo
Purwo tertawa senang melihat penolakan kania, dia semakin bersemangat dengan gadis ini
“kamu yakin kita tidak ada urusan lagi sayang?” Tanya purwo dengan senyum penuh arti nya
Kania bingung dengan senyuman purwo
“apalagi ini?” bathin nya
“kalian,,pegang dia, jangan biarkan dia lepas” perintah purwo pada 2 orang bodyguard yang sedari tadi diam di tempat
“baik bos” jawab mereka serempak, kini mereka sudah memegang tangan kania dengan erat, kania meronta
“lepasiiiinnnn,,,mau apa lagi anda dengan saya?” Tanya kania bingung, purwo masih tertawa tanpa menjawab pertanyaan kania
“cepat katakana ada apa?” Tanya kania lagi penasaran, yang kania tau urusan nya dengan laki laki ini telah selesai, kania sudah membayar semua hutang ibu tirinya, lalu apa lagi yang di inginkan tua bangka ini?
“kamu sungguh tidak sabar sayang”jawab purwo sambil mengelus lembut pipi kania, membuatnya kesal dan langsung menendang pejantan tangguh purwo, namun sayang nya laki laki itu cepat mengelak hingga tendangan kania mengenai hanya kaki nya
“shitttttt, berani berani nya kauuu menendang ku” tegas purwo dengan emosi, dia mengeluarkan handphone nya dan melihat kan sesuatu kepada kania, sontak membuat mata kania membelalak sempurna
“lepasin adikku” tegas kania dengan menatap tajam ke arah purwo
“anda sungguh kejam, jangan pernah main main dengan adik ku” purwo hanya tertawa mendengar kata kata kania, dia tidak peduli dengan ancaman kania
“jika kamu mau adik mu aman, kamu ikut dengan ku sekarang” ajak purwo
“tidak, saya tidak akan ikut dengan anda” tolak kania tegas
__ADS_1
“baik lah kalau kamu tidak mau ikut dengan ku, tapi jangan salahkan aku jika sesuatu terjadi pada adik mu” ancam purwo, kania sungguh tidak mempunyai pilihan, dia terpaksa ikut dengan laki laki tua Bangka itu, setidaknya adik nya akan aman dari laki laki ini fikir nya
“nah gitu donk,,itu baru anak yang penurut” senang purwo saat kania hanya diam dan mau ikut dengan nya, purwo mengelus lembut puncak kepala kania, sungguh kania sangat jijik saat tangan laki laki itu menyentuh nya
kania berdoa sepanjang perjalanan, semoga adik nya baik baik saja, begitu pun dengannya saat ini
“anda mau membawa saya kemana?” Tanya kania saat dia lihat mobil purwo memasuki sebuah hotel mewah
“kamu akan tau nanti sayang, ikut saja dengan ku, aku tidak akan menyakiti mu” terang purwo dengan tawa bahagia nya, kali ini dia benar benar akan mendapat kan gadis yang selama ini dia idam idamkan, simontok dan sexi kania
“ayo turun” perintah purwo saat mobil yang mereka tumpangi sudah berhenti
“apa yang akan di lakukan laki laki ini?” bathin kania, dia mulai merasakan ketakutan, untuk apa dia membawanya ke hotel? Mau apa dia? Pertanyaan pertanyaan itu muncul mengelilingi kepala kania
Kania masih duduk di dalam mobil, dia tidak ingin melangkahkan kaki nya keluar, dia takut purwo akan melakukan sesuatu yang tidak tidak, seperti sebelum nya
“ayo turun” perintah purwo lagi”
“tidak, saya tidak akan keluar” tolak kania, purwo tersenyum senang, memperlihat kan rentetan gigi palsu nya yang terdapat emas di salah satu giginya itu
“jadi kamu mau melakukan nya disini sayang?” Tanya purwo dengan sebuah kedipan mata nya, membuat kania ketakutan dan jijik tentunya
“apa yang mau di lakukan tua Bangka ini” kesal kania, purwo masuk kembali kedalam mobil
“didalam mobil juga enak” bathin nya senang, dia benar benar tidak sabar kali ini
“kita akan melakukannya disini sayang” terang purwo makin mendekat, kini tubuh kania sudah berada disudut, dengan cepat kania membuka pintu mobil, namun sial pintunya sudah terkunci
“kamu tidak akan bisa keluar sayang, mari kita nikmati hari ini bersama” tangannya kini sudah meraba paha kania
“jangan sentuh saya” kania mendorong tubuh purwo dengan sekuat tenaga nya, dia sedikit kesusahan menghadapi kania yang menggila, kania memukul dan menendang nendang nya, kehabisan kesabaran akhirnya purwo mendaratkan sebuah tamparan ke pipi mulus kania
Kania memegang piipinya yang sakit dan mengeluarkan darah di sudut karna tamparan yang sangat kuat dari laki laki tua Bangka itu
kania menatap nya tajam, kania sungguh marah dan sakit hati dengan laki laki yang tidak tau diri ini, padahal sudah memiliki istri tapi tetap saja mengganggu dan menginginkannya
“jauhi saya sekarang atau anda akan tau akibatnya” ancam kania dengan masih memegang pipinya yang sakit
Bukan nya menjawab, purwo malah tertawa
“memang apa yang bisa kau lakukan dengan ku kania? Apa?” Tanya purwo sepele sambil membuka baju nya
“jangan macam macam anda” jawab kania masih mempertahan dirinya, dia tidak ingin di sentuh laki laki tidak tau diri ini
__ADS_1
purwo menarik paksa baju kania, namun kania mampu menahannya hingga purwo kesal dan mendorong kuat kepala kania hingga membentur kuat kaca mobil
"aauwwwh" pekik kania, kepalanya sungguh sakit, meski sudah tua namun tenaga laki laki ini sangat kuat, kepala kania mendadak sakit, penglihatannya buram
"tidakk,, jangan seperti ini kania,, jangan sampai pingsan" kuatnya pada diri sendiri, bisa dipastikan, kania akan kehilangan mahkota berharganya jika dia benar benar pingsan
kania masih mencoba menetralkan sakit di kepalanya, dia tidak ingin kehilangan kesadarannya, disela pandangan matanya yang kabur, dia dapat melihat purwo sedang membuka celana nya
pandangan kania semakin kabur, kepalanya sangat sakit, dia mencoba membuka pintu dengan sisa tenaga yang dia punya, namun tetap tidak bisa
"diaaaaa" syukur kania dalam hati saat ada sebuah mobil terparkir di samping mobil purwo, seseorang yang kania kenal
kania memukul mukul kaca mobil, mencoba memanggil orang itu
"masss,,, mas tolong akuuu" teriak nya masih menggedor gedor kaca mobil
ya seseorang itu adalah adit, dia ada janji temu dengan client nya di hotel ini
sejenak adit menoleh ke mobil purwo, dia seolah melihat seseorang yang dia kenal, adit menyipitkan matanya saat dia melihat dengan pasti seseorang yg ada di dalam sana adalah kania, wanita yang dia cari cari sejak tadi
kania senang saat adit menoleh ke arah nya, tangan kania menyatu memohon pertolongan kepada adit
adit melangkah mendekat, kania sangat senang melihat adit berjalan kearahnya
"Terimakasih Tuhan,, dia datang membantu ku" syukur kania dalam hati
"dasar wanita murahan, ini yg kau sebut dengan mencari kerja?" kesal adit saat melihat seorang laki laki bertelanjang dada dan tengah membuka celananya didalam mobil itu
adit melangkahkan kakinya menjauhi mobil itu, rahangnya mengeras, emosinya yang sempat mereda tadi kini datang kembali
"kenapa dia pergi?" bathin kania kaget
"masss... masss tolong akuuu" teriak kania, kini air mata sudah jatuh membasahi pipinya
"kenapa dia tega sekali meninggalkan aku, kenapa dia tidak mau menolong ku?" sedih dan kecewa yang di rasakan kania
"ayo sayang.. layani aku sekarang" ucap purwo sambil berusaha membuka baju kaniaaa
"tidaaakkkkkk"
***hayoyoiiiii apa yang terjadi sama kania guys.. apakah dia akan kehilangan mahkota berharga nya?
maaf author telat update ya, lagi kurang enak badan soalnya
__ADS_1
jangan lupa like dan komen ya guysss
makasihhhh