
“Jack..bagaimana keadaan Kania??” tanya Mommy Adit, kini Orang tua Adit sudah sampai dikediaman Kania.
“Kania sedang istirahat dikamar Mom” jawab Jack, tak lupa dia berjabat tangan dengan orangtua angkatnya itu.
“Momm” sapa Clara, dia pun ikut mencium telapak tangan calon mertuanya itu.
“Daddy mana Mom??” tanya Jack, pasalnya sang Mommy datang seorang diri, padahal infonya Daddy juga ikut pulang untuk berbela sungkawa atas meninggalnya sang besan.
“Daddy sedang mengurus sesuatu” jawab Mommy sambil menghela nafas.
Jack mengerutkan keningnya
“Apa ada sesuatu yang terjadi Mom??” tanya Jack memastikan.
“Kamu akan tau sebentar lagi Jack, Clara, ikut Mommy istirahat didalam nak” Ajak Mommy sambil menarik lembut tangan Clara, wanita itu melihat Jack, seolah bertanya dengan sorotan matanya. Jack hanya menjawab dengan sebuah anggukan.
Clara merasa akan ada sesuatu yang terjadi, namun dia tidak tau apa itu.
“Masuk kamu” Jack mendengar suara dari luar, pintu rumah Kania terbuka, masuklah Adit, Daddy dan beberapa orang Bodyguard.
“Daddd” kaget Jack, laki-laki yang di panggil dengan sebutan Daddy itu berjalan cepat kearah Jack dan...
“Buuggghhh” sebuah bogem mentah berhasil mendarat di pipi Jack.
Jack mundur beberapa langkah akibat bogem mentah itu, dia hanya diam dan menunduk. Lagi...
“Buggghhhh,,Bugghhh” Entah berapa kali bogem mentah itu mendarat di tubuhnya, darah segar pun ikut mengalir di sudut bibirnya. Jack tidak membalas, dia hanya memasrahkan dirinya menerima pukulan-pukulan itu. Disamping Jack sudah ada Adit yang tak kalah lebam akibat kena pukulan.
“Menjaga satu lalat pun kamu tidak mampu!” Hardik Daddy kepada Jack, tak lupa kakinya menendang Adit yang sudah tidak berdaya. Membuat Adit tergeletak dilantai yang dingin, Jack melihat sekilas, tak ada rasa iba untuk laki-laki itu. Memang dari dulu mereka berdua (Adit dan Jack) dididik keras oleh sang Daddy, terlebih menyangkut “Siapa yang berani mengganggu dan mengusik keluarga mu, maka musnahkan orang itu!” Begitu kuatnya sang Daddy menjaga yang namanya keluarga.
Walaupun Adit anak kandungnya, tapi jika dia salah, Daddy akan tetap memberinya pelajaran yang keras.
“Maaf Dad, semua salah Jack” ucap Jack lemah.
“Kalian berdua sama saja, jangan pernah beralih dari situ sampai urusan ini selesai” perintah Daddy.
“Kalian...awasi mereka” perintah Daddy pada Bodyguard
__ADS_1
“Siap Tuan besar” jawab kompak para Bodyguard. Daddy pun berjalan meninggalkan Adit dan Jack
Malam berlalu,,
“Kania,,bangun nak, kita sarapan dulu yuk” Mommy membangunkan Kania. Wanita itu kaget melihat sudah ada sang mertua disampingnya.
“Mommy..” sapa Kania, dia mencoba bangkit dari pembaringannya, dibantu oleh sang mertua.
“Kapan Mommy datang? maaf Kania tidak menyambut kedatangan Mommy” jelas Kania.
“Tak apa Nak,,Mommy turut berduka cita ya nak, Mommy merasa bersalah atas meninggalnya Ayah kamu” sedih Mommy
“Tidak Mommy, semua sudah kehendak yang diAtas, bukan salah Mommy” terang Kania, dia juga tidak mau menyalahkan mertuanya itu tentang kematian sang Ayah.
“Kania yang kuat ya Nak, ada Mommy dan Daddy sebagai pengganti Ayah sama Ibu” Mommy memeluk tubuh Kania.
“Terimakasih Mommy” Kania sangat bersyukur memiliki mertua yang baik, walaupun anaknya... Adittt,,sudah beberapa hari Kania tidak melihatnya, dimana dia sekarang? bagaimana kabarnya? Kania teringat sang suami.
“Kita sarapan dulu ya Nak, Daddy sudah menunggu” terang Mommy
“Daddy??” tanya Kania, pasalnya, ini pertemuan pertamanya dengan mertua laki-laki, Kania belum pernah bertemu Daddy sebelumnya.
Disana sudah duduk Daddy dan Clara.
“Mas Adittt,,,Kak Jackkk” Kaget Kania, dia mencoba untuk mendekati kedua laki-laki itu, namun dihalangi Mommy.
“Kita makan dulu Nak” Ajak Mommy, Kania hanya melihat Adit dan Jack tengah duduk bersimpuh di ruang keluarga.
“Daddy..salam, saya Kania” sapa Kania pada Daddy.
Laki-laki itu menerima uluran tangan Kania
“Duduklah,,waktunya sarapan” perintah Daddy, Kania menurut, sejenak dia melihat kearah Clara, namun perempuan itu hanya menunduk, tanpa melihat kearahnya.
Sarapan pagi itu berlangsung khidmat, tak ada seorangpun berani bersuara, haya ada suara sendok menyapa piring.
“Kita duduk diruang keluarga sebentar ya Nak” Mommy membawa Kania dan Clara menuju ruang keluarga, dimana Daddy sudah terlebih dahulu duduk disana.
__ADS_1
“Berdiri kalian” Perintah Daddy, Jack langsung berdiri, sedangkan Adit sempoyongan, sangat sulit untuknya berdiri. Jack tidak membantu Adit, dia hanya melihat saat tubuh Adit terjatuh.
“Bahkan untuk berdiri saja kamu tidak mampu,,malah mau menjadi sok jagoan!” Daddy bagkit dari duduknya, menarik tubuh Adit dan memaksanya untuk berdiri.
Kania sangat nyilu dan kasihan melihat kondisi Adit saat ini, ingin sekali dia membantu sang suami, namun dicegat oleh Mommy.
“Diam saja Nak, jangan melakukan apapun, nanti Daddy bisa marah” bisik Mommy pelan.
Clara pun juga tidak berani melakukakan apapun, dari semalam dia sudah diperingatkan oleh Mommy, dia hanya bisa diam melihat pujaan hatinya lebam terluka.
“Lihat ke tiga wanita itu, kalian sudah merendahkan harga diriku sebagai orang tua” ucap Daddy pada Adit dan Jack.
“Kalau kalian tidak bisa menjaga ketiga wanita itu,,lebih baik kalian pergi dari dunia ini” bentak Daddy.
Jack langsung melihat kearah Daddy, begitupun Adit, dia melihat bukan karna takut kehilangan Kania, namun karna dia sangat menyayangi Mommynya.
“Clara, apa kamu masih membutuhkan laki-laki ini???” tanya Daddy, Clara mengangkat kepalanya, melihat sumber suara.
“Clara sangat mencintai Jack Dad, Clara membutuhkannya” jawab Clara sambil menatap lekat laki-laki yang sangat dicintainya itu, begitupun Jack, dia menatap dalam wanita satu-satunya dalam hatinya.
“Kania,,apa kamu masih membutuhkan laki-laki yang tidak tau diri ini?? laki-laki yang tidak punya hati ini??” Daddy bertanya pada Kania, Adit melihat kearah Kania, dia takut kalau Kania mengatakan dia tidak membutuhkan Adit, itu artinya dia sedang dekat dengan ajalnya.
Daddy tidak akan mengampuni keluarganya yang berhianat, sekalipun itu anaknya sendiri, sepertinya sifat kejam dan sering melakukan kekerasan didapat Adit dari sang Daddy. Namun Daddynya sangat adil, memiliki hati, tidak seperti Adit.
Kali ini Adit sangat berharap Kania menjawab dengan sangat baik, kalau dia membutuhkan Adit, namun sangat kecil kemungkinan. Adit menatap mata Kania, begitupun dengan Kania. Mereka saling menatap satu sama lain.
(Tolong Kania,,tolong sampaikan kalau kamu membutuhkanku) Begitulah arti dari tatapan Adit, namun Kania,,dia sangat bergejolak dalam fikirannya, dia harus bagaimana??? dia harus menjawab apa?? setelah semua yang Adit lakukan padanya?? haruskah Kania jujur kalau dia tidak menginginkan laki-laki yang kejam seperti Adit ini??? ataukah dia berlapang dada memaafkan dan mau mencoba kembali dengan laki-laki yang sudah sah menjadi suaminya itu???
Sedangkan Clara, dia berharap Kania mengatakan kalau tidak membutuhkan Adit, menurutnya, lebih baik Adit pergi dari hidup Kania, dia hanya menjadi benalu dalam hidup Kania.
Berbeda dengan Clara, Mommy sangat berharap Kania kali ini mengampuni Adit, dia tidak ingin kehilangan anaknya, dia tau Adit salah, namun Adit tetaplah anaknya, ibu mana yang mau melihat anaknya berakhir didepan mata kepalanya sendiri, dengan cara seperti ini..
Gimana nih readersss?? akankah Kania bisa membantu Adit?? atau inilah akhir untuk Adit??
Pantengin terus ya readerssss
Jangan lupa like dan komen yaaa
__ADS_1
Maaciaauuwww