
Pagi ini kania memberanikan diri untuk menjalankan fungsinya sebagai seorang istri, pernikahan adalah hal sakrar baginya,dan hanya sekali seumur hidup, terlepas dari kenapa dan bagaimana dia bisa menikah dengan adit, dia sudah mengikhlaskan dan pasrah sama jalan Tuhan
Kania seolah melupakan ancaman adit untuk menjauh dan tidak mengganggu nya, tepat setelah shalat subuh kania masuk kedalam kamar adit, semalam dia tidur di kamar yang sebelum nya telah di persiapkan mertuanya itu, kania memilih untuk berpisah kamar dengan adit, dia yakin, jika sudah saat nya tiba, dia akan satu kamar dengan suami nya itu, untuk sekarang biar lah seperti ini, dia akan bergerak perlahan untuk merubah laki laki yang sudah sah menjadi suaminya itu
Adit tertidur sangat pulas saat kania mengendap endap masuk kedalam kamar nya, nampak raut kesedihan dan kelelahan pada wajah adit, ingin sekali kania mengelus lembut puncak kepala adit, memberikan sedikit kenyamanan dan kehangatan, tapi semua itu hanya angan dan belum bisa terlaksanakan, tunggu saja, jika sudah saat nya nanti juga akan terjadi, bathin dan harap kania
Kania membuka pelan walk in closet yang ada di dalam kamar adit, dia menyiap kan semua keperluan adit, mulai dari baju, celana, jas hingga pakaian dalam laki laki itu, ada sedikit ragu ragu dan rasa takut saat kania menyiapkan semua itu, tapi seakan ada dorongan dari hatinya untuk tetap melakukan itu, terserah apa yang akan terjadi nantinya, yang penting dia sudah berusaha menjadi istri yang baik dan berguna buat suaminya, walaupun belum sepenuhnya
Kania menata rapi semua keperluan dan perlengkapan yang akan adit kenakan, setelah itu dia keluar dari kamar adit dengan sedikit hembusan nafas kasar, dia merasa lega bisa keluar dari sana dengan aman, tanpa ketahuan dan kejadian yang tidak dia inginkan
“huaaaammmm” adit merenggangkan tubuh nya, dia berguling kesana kemari menyisiri setiap sisi tempat tidurnya, sangat nyaman, entah kenapa tidurnya kali ini sangat pulas, tanpa ada mimpi buruk atau apapun itu, pagi ini dia awali dengan senyuman, semoga semua nya akan aman dan bahagia selalu, ingin nya
Setelah puas mengelilingi setiap sisi tempat tidur nya yang cukup luas itu, dia segera meraih benda tipis yang terletak di atas nakas di samping tempat tidur nya, dia meraih benda itu dan mengecek semua pesan masuk, email atau apapun itu
Cukup lama dia berkutat dengan benda tipis yang berlabel kamera 3 dibelakang itu, akhirnya dia bangkit dan berjalan menuju kamar mandi, tubuh nya sangat lengket, dia ingin berendam sambil mendengarkan alunan music galau versi nya, namun langkah nya terhenti saat menyadari ada sesuatu di atas meja
Kening nya berkerut dalam, dia segera mendekat ke meja itu, memastikan apa yang ada disana, baju, celana, jas, pakaian dalam, dasi, ikat pinggang , sepatu dkk sudah tertata rapi disana
“siapa yang menyiapkan ini semua?” Tanya nya dalam hati
Tidak ada yang berani masuk kedalam kamar nya meskipun itu momy nya sendiri, bahkan aurora keponakan tersayang nya harus izin dulu jika ingin masuk, siapa yang sudah lancang masuk dan memegang semua barang barang milik nya, dan lagi,,apa ini? Pakaian dalam? Oh tidak,,ini menjijikkan, siapa yang berani memegang dan mengambil kan celana dalam nya? rahang adit mengeras kembali, senyuman yang tadi membuka hari nya kini hilang berganti dengan kemarahan, hanya ada satu orang dirumah ini, hanya ada satu tersangka disini, siapa lagi kalau bukan kania
“berani sekali dia” ucap adit penuh amarah, dia segera mengambil langkah penuh untuk mencari keberadaan wanita yang sudah siap untuk menghadapi malaikat maut itu
“mana wanita itu” umpat adit saat tidak menemukan kania berada dalam kamar nya, adit langsung menelusuri setiap sisi rumah nya, namun yang dicari tak kunjung berjumpa
__ADS_1
“sial,,kemana dia pagi pagi begini” kesal adit lagi, emosi yang sudah di ujung tanduk dan siap untuk meledak tapi tidak bisa tersalurkan karna penerima nya tidak ada
Adit meninju angin untuk pelepasan rasa kesal dan amarah nya, nafas nya memburu tak beraturan, jika saja kania berada disana, mungkin ini benar benar akan menjadi akhir hidup nya
setelah lelah mengelilingi rumah mencari keberadaan kania, Akhirnya adit berjalan ke dapur, dia ingin mengaliri tenggorokan nya yang sudah kering, dia lelah dan haus, dia segera meraih gelas yang sudah tergantung rapi tepat di depan nya, dia mengisi gelas itu dengan air putih, dia meneguk nya hingga habis tak bersisa
*biasakan bangun pagi minum air putih ya guys, jangan minum kata kata manis doi aja hehe
Dia mendaratkan pantat nya di kursi yang berjejer rapi di meja makan
“hehhhhh” lega nya saat tenggorokan nya sudah basah teraliri air, dia menopang kepalanya yang berat dan sakit, emosi yang tidak tersampaikan membuat nya menahan sakit pada kepalanya sendiri
adit memijat mijat kening nya, pandangan mata nya tertuju pada secarik kertas yang ada di atas meja
“apa ini?” pikirnya, dia segera meraih kertas itu
Mata adit menyipit setelah membaca secarik kertas yang ternyata dari kania itu, dia lekas bangun dari duduk nya dan membuka sesuatu yang tertutup di ujung meja makan itu
Kening nya berhasil mengekerut sempurna, tatapan tak percaya keluar dari matanya setelah melihat apa yang tersaji di atas meja makan itu
Goreng tempe dan tahu, di sebelah nya terdapat cabe entah apa itu, adit tidak tau, dia tidak pernah melihat cabe seperti muntah*n itu
“apa ini? Dia pikir gua bisa makan makanan seperti ini” ucap adit sambil melempar penutup makanan itu kesembarang arah
“shiiiittt” kesal jack
__ADS_1
Adit melihat ke sumber suara, ternyata lemparan adit tadi mengenai wajah jack
“sejak kapan lu disitu?” Tanya adit, perasaan tadi tidak ada siapa siapa, kenapa sekarang ada makhluk tak di undang muncul di dekat nya
“dari tadi” jawab jack enteng, dia berjalan ke meja makan, perut nya sangat lapar, dia ingin sarapan dulu di rumah sebelum berangkat kerja ke kantor
Mata jack menyipit tak percaya, dia menggeleng geleng kepalanya mencari kesadaran, tak lupa dia mengusap kedua bola matanya, kali aja dia salah lihat, tapi sama saja,,tidak ada yang salah dan berubah, seketika tawa jack pecah
“hahaha dit apa ini?? seorang adit yang sangat kaya raya dan punya perusahaan dimana mana sarapan dengan tahu tempe kayak gini??? haha ” ejek jack sambil mengeluarkan dompet nya, dia mengeluarkan beberapa lembar kertas bertuliskan 100.000 dari sana
"niiihh ambilll.. gratis.. gua ikhlas" ucap nya terbata masih dengan tawa ledekan nya sambil mengipas ngipas kan lembaran kertas itu di depan wajah adit
adit seperti hilang muka disana, dia segera berjalan meninggalkan jack, dia benar benar malu
“sialll,,bikin malu aja wanita brengs*k itu, awas aja lo nanti” umpat adit dalam hati
“ditt,,hoooiiii,,mau kemana lu?” teriak jack saat melihat adit sudah menaiki tangga
"iniiii... gratisss loh.. " teriak jack masih dengan mengibas kan lembaran uang itu di udara
adit tak peduli dengan panggilan jack, dia terus menjalankan kaki nya menuju kamar, tawa jack mengiringi setiap langkah adit sampai menuju kamar nya, tak henti henti nya adit mengumpati kania sepanjang langkah nya
***hayooo siapa yang suka tahu tempe?? enak banget kan ya?? author juga suka.. rakyat missqueen kah? enggak kan hehe
jangan lupa like dan komen ya guyssss
__ADS_1
makasihhh