
Hallo guysss,,,mohon maaf beribu maaf,,,lama ya author menghilangnya,,huhuhu
Author kembali lagi nih setelah hampir 2tahun lebih novel ini terbengkalai,,author berjanji akan menamatkan novel ini,,bantu suport author ya guysss,,
Maaf banget loh baru nongol lagiiii :(
Selamat membaca kembali "Buah Kesabaran Kania (Istriku)"
“Hallo,,gua kirim alamat, segera lo kesini” perintah Adit pada seseorang di seberang sana, dia kemudian langsung mematikan ponselnya, Adit menatap sekeliling, teriknya matahari membuat matanya menyipit, tapi hatinya seolah merasakan hal yang berbeda, sepertinya hati dia melebar menganga, entah kenapa, rasa yang dulu pernah ada dan tertutup rapat kini terbuka kembali, rasanya Adit jatuh cinta pada pandangan pertama pada perempuan yang baru saja menyelamatkannya
Seketika ingatan tentang Kania muncul dalam fikirannya, tidak Adit,,,cinta pada pandangan pertama lo kali ini sungguh salah, tidak pada waktu yang tepat, karna lo sudah menikah, status lo sekarang adalah suami orang, Adit menggeleng kepalanya
“Tidak,,gua dan Kania menikah tidak atas dasar cinta, melainkan paksaan, tidak masalah jika gua mencintai orang lain, walaupun sebenarnya Kania orang yang baik, tapi hati gue tidak bisa menerimanya, jarang sekali gua bisa jatuh cinta semudah ini pada perempuan, gua harus mengejar cinta gue dan meninggalkan Kania, toh dia juga tidak cinta sama gue” ucap Adit pada dirinya sendiri, dengan hadirnya wanita tadi menyadarkannya bahwa dirinya masih bisa memiliki rasa cinta kepada perempuan, ini sungguh langkah lohh,,makanya Adit ingin sekali tau tentang wanita itu dan ingin bersamanya
“Diittt,,lo gak kenapa-napa??” tanya seseorang dengan raut wajah khawatir, iya,,orang itu adalah Jack
“lama banget sih lo, gak liat apa panas gini” kesal Adit, dia merasa Jack datangnya terlalu lama dan membuatnya menunggu
“sorry,,jalanan macet banget, gak bisa secepat kilat juga gue nyampe disini” jawab Jack kesal, seketika kekhawatirannya hilang saat Adit memarahinya (hanya luka kecil dan untung dia tidak kenapa-kenapa) bathin Jack saat melihat kondisi Adit yang tampak baik-baik saja
“urus itu mobil, gue mau ke kantor” perintah Adit, dia langsung berjalan ke mobil yang tadi dikendarai Jack
“lo gak mau ke rumah sakit?” tanya Jack memastikan, dia takut Adit terluka di bagian dalam yang tidak tampak oleh penglihatannya
“gak, ada sesuatu yang harus gua urus” Adit ingin segera kekantornya, dia ingin mencari tau tentang perempuan yang tadi dia temui, kenapa tidak minta bantuan Jack saja? biasanya kan gitu??? kali ini Adit tidak ingin minta bantuan Jack, karna pasti Jack tidak akan mau dan bisa-bisa dia mengadukan ke Mommynya, tidak tidak, ini sangat berbahaya, fikir Adit
“lu istirahat aja deh mending, biar gua yang handle urusan kantor” pinta Jack
__ADS_1
“gak usah, gua ke kantor aja, nanti gua bisa istirahat disana” Adit tidak ingin kerumah sakit ataupun kembali ke rumah, apalagi bertemu dengan Kania, oh sungguh tidak, kantor jauh lebih baik dari pada bertemu dengan Kania, dia benar orang yang baik, tapi sayang, Adit tidak mencintainya dan tidak bisa menerimanya sebagai istri
“gak usah ngeyel dit” tolak Jack
“gua antar lo pulang” ucapnya lagi sambil berlalu masuk duluan kedalam mobil
“ke kantor” perintah Adit yang sudah mendaratkan pantatnya duduk di kursi samping Jack
“tapi Dittt...shiiittt” kesal Jack saat Adit tidak meresponnya, Adit sengaja menutup mata dan menyandarkan tubuhnya di kursi, dia tidak ingin meladeni omongan Jack yang membuatnya semakin lama mencari identitas perempuan yang tadi dia temui
Tak ada pembicaraan lagi antara Jack dan Adit,, Jack fokus pada kemudinya sedangkan Adit pura-pura tidur, tetapi dalam benaknya selalu terbayang wajah seorang perempuan dengan senyum dan mata yang indah, Adit mengernyitkan dahinya, dia merasa wanita itu tidak asing baginya, namun siapa? Adit benar-benar tidak bisa mengingat dan memang dia tidak pernah bertemu sebelumnya dengan wanita itu, tapi ada sesuatu yang menurut Adit tidak asing baginya, tapi apa??? yahhh,,biarlah,,nanti dia juga akan tau setelah melihat data diri wanita itu, besar harapan Adit kepada wanita yang baru dia temui tadi, jika benar Adit jatuh cinta padanya dan dia membalas perasaan Adit, maka Adit akan melepaskan Kania dan menikah dengan wanita itu, dia akan memiliki anak serta akan bahagia selamanya
*ya elah,,berharap banget lu Dit,,baru ketemu jugaa,,hadeuuwhhh
“dii dimana ini??” Kania terbangun dari pingsannya, dia melihat sekeliling, tampak tak asing, seperti dikamarnya, tapi,,bukankah terakhir dia didalam mobil bersama,,,
“mmmmmmm,,” Kania tersenyum senang, pasti yang menolong dia adalah Adit, ternyata tadi Adit tidak benar-benar meninggalkannya, ternyata Adit membantunya,,Kania sangat senang,,
“Terimakasih Tuhan,,Engkau mendengar doa ku dan terimakasih Engkau sudah mengetuk pintu hati suami ku untuk mau menolong ku” doa Kania, tak henti-hentinya Kania mengucap syukur, dia langsung bangun dari tempat tidurnya, dia ingin menemui Adit dan mengucapkan terimakasih secara langsung kepada laki-laki yang sudah SAH menjadi suaminya itu, dia belum pernah merasakan kesenangan seperti ini sebelumnya
Kania merasakan rumah tangganya akan jauh lebih baik kedepannya, banyak angan dan ingin yang terlintas di benak Kania
“semoga selepas ini mas Adit mau menerima ku dan kita bisa menjalankan rumah tangga sebagaimana orang-orang pada umumnya” harap Kania penuh, masih dengan senyum yang terukir indah di wajahnya
“aaawwhhh” Kania langsung memegang kepalanya, amat sangat sakit,,benturan yang sangat kuat saat tadi menghindari Purwo membuat kepalanya memberontak kesakitan, sudut bibirnya pun ikut terasa sakit,,namun sudahlah,,ini tidak apa-apa, yang penting temui Adit sekarang dan berterimakasih padanya, keinginan Kania untuk menemui adit mengalahkan rasa sakit yang dia rasakan, dengan pelan tapi pasti Kania menyusuri rumah nan megah itu,,dia menaiki anak tangga untuk bisa sampaii di kamar Adit
“tok tok tok” saat sudah sampai di depan pintu kamar Adit, Kania langsung mengetuknya, namun tidak ada jawaban dari sang pemilik kamar
__ADS_1
“Masss..” panggil Kania, dia melihat jam di dingding, sudah menunjukkan pukul 17.04, harusnya Adit sudah pulang dari kantor
“Mas,,tok tok tokk” lama tak ada jawaban, Kania akhirnya memberanikan diri untuk membuka pintu kamar Adit, perlahan dia melangkahkan kaki masuk ke dalam kamar itu, tidak ada siapapun didalam sana
“Mas,,” Kania tetap mencoba memanggil, mungkin suaminya ada di kamar mandi, tapi tidak ada tanda-tanda kehidupan disana
“sepertinya Mas Adit belum pulang” ucap Kania pelan, dia menghela nafas dan membuangnya pelan, Kania berjalan ke arah jendela, dia melihat kearah parkiran,,iyaa,,tidak ada mobil Adit disana,,dengan langkah gontai Kania keluar dari kamar Adit dan kembali turun
“kriukkk,,kriuukkk” perut Kania mengeluarkan suara
“cacing,,kamu lapar ya???” tanya Kania pada perutnya,,
“aku juga,,” dia bertanya dan menjawab sendiri
kali ini langkah Kania menuju arah dapur, dia mencoba mencari sesuatu yang bisa dimakan, tapi setengah perjalanan dia mengerutkan dahi
“kenapa penutup makanannya ada disini??” tanya Kania heran, perasaan tadi pagi penutup makanan ini ada di atas meja makan, kenapa bisa berpindah kesini ya?? dia memungut penutup makanan itu dan berjalan kemeja makan
lagi-lagi Kania tersenyum senang, walaupun masih tersisa banyak, tapi setidaknya Adit mencicipi masakan yang sengaja Kania masak untuknya, rasa lelah Kania yang tadi pagi sudah bersusah payah berjalan ke pasar terdekat untuk membeli bahan masakan dengan uang seadanya terbayarkan juga, dia seperti mendapat lampu hijau, akhirnya Adit luluh juga padanya, inikah akhirnya?? Kania akan benar-benar menjadi istri sepenuhnya? Kania punya suami yang bisa menerimanya apa adanya dan menjadi tempatnya untuk mengadu??? Kania sangat bahagia hari ini, walaupun tadi dia mendapatkan perlakuan yang tidak mengenakkan dari Purwo, tapi balasannya malah seperti ini, Kania sangat bersyukur, akhirnya kali ini penderitaannya berakhir sampai disini...
Kania membayangkan kebahagiaan-kebahagiaan yang akan datang padanya sebentar lagi..
***hmmm gimana ya guys?? Kania terlalu berharap banyak sepertinya, dia seperti diatas angin sekarang,,,walaupun sebenarnya Adit....hehhhh mbuh laa,,gara-gara perempuan yang nyelamatin Adit tadi tuh,,makanya jadi gini,,
lah kan yang nulis ceritanya elu thor hehe
jangan lupa like dan komen ya guysss
__ADS_1
makasihhhhh