
“Ayah,,maafin kania yah,,maaf kania gak bisa jaga ayah” ucap kania sambil memegang lembut tangan ayah nya yang masih terbaring kritis di sebuah ruangan vip terbaik yang ada di rumah sakit milik nyonya ajeng
semenjak kania sudah menerima tawaran nyonya ajeng untuk menikah dengan adit, ayah kania langsung di pindahkan ke ruang vip dan mendapat kan perawatan yang terbaik, serta pengawal yang siaga menjaga nya di depan pintu
“ayah kenapa ayah belum bangun? ayah jangan tinggalin kania ya yah,,ayah harus bisa seperti dulu lagi, kania kangen ayah,,” tak terasa bendungan air mata yang sedari tadi kania tahan sudah mengalir di pipi nya
“yah,,kania akan menikah, tidak kah ayah mau bangun dan melihat kania bersanding dengan suami kania?” harap kania
“yah,,apa pilihan kania untuk menerima pernikahan ini sudah betul? kania sungguh tak punya pilihan lain yah, Cuma ini jalan yang bisa kania ambil untuk bisa mengobati ayah dan melunasi semua hutang keluarga kita, doakan kania ya yah,,doakan supaya kania bisa menjadi istri yang baik buat suami kania, meskipun itu sangat sulit” kania tak dapat menyelesaikan ucapannya, dia tak ingin menceritakan bagaimana sifat calon suami nya itu, kania tak ingin membebani ayah nya
“doa kan kania ya yah,,semoga ini pernikahan pertama dan terakhir kania, semoga kania bisa bertahan dengan rumah tangga kania nanti nya, ayah harus cepat bangun, ayah harus sembuh, jangan tinggalin kania ya yah” tangis kania pecah, sekarang dia memeluk erat tubuh sang ayah yang masih penuh dengan selang di mana mana
tangis kania terhenti saat seseorang mengetuk pintu ruangan ayah nya, dengan cepat kania menghentikan tangis nya dan menghapus sisa air mata yang membasahi wajah nya
“masuk” ucap kania lembut
“sorry gua ganggu” ucap jack tak enak, karna dia melihat wajah kania yang merah habis menangis
“iya tak apa, ada maksud apa anda kesini tuan?” tanya kania sopan
“gua kesini mau jemput lo buat fitting baju pernikahan yang akan lo pakai nanti” jelas jack
kania mengangguk mengerti
“baik lah, mari kita pergi tuan” ajak kania
“bisakah elu tidak berbicara formal sama gua?” tanya jack, pasalnya kania memanggilnya dengan panggilan tuan, bukan kah itu terlalu tua? dan formal?
“dan satu lagi, jangan panggil gua tuan, santai aja, gua gak gigit koq” tambah jack sedikit mencair kan suasana, jack tau kania takut dengan adit, tapi bukan berarti juga harus takut kepadanya bukan?
“baik lah pak, mari kita pergi” ucap kania merubah panggilannya buat jack
“pak? oh tidak, itu sama saja dengan tuan, terlalu tua dan gua benar benar tidak suka” bantah jack
“lalu apa?” tanya kania bingung
“kak,,lu panggil gua kakak” perintah jack, yah,,jack sekarang baru mengerti, kenapa dia bisa terpesona melihat bola mata kania, itu mengingatkan jack kepada adik perempuan nya yang sudah tiada
“baik lah kak” ucap kania sambil tersenyum ramah
__ADS_1
“kania, berapa usia lo?” tanya jack penasaran
“20 kak” jawab kania
“jika adik gua masih hidup, mungkin dia akan cantik seperti lo” ucap jack lembut
jack sungguh sangat merindukan adik kecil nya, adik yang hanya berbeda umur 2 tahun dengan nya, adik kecil yang selalu mengganggu nya, yang selalu meminta di belikan permen saat kedua orang tua nya tidak mengizinkan dia untuk makan permen, adik kecil yang selalu mengikuti kemana jack pergi, yang selalu tidur memeluk jack, jack sangat sangat mencintai adik kecil satu satu nya itu, yang sudah pergi bersama keluarga nya yang lain dalam kecelakaan pesawat
“kamu bisa menganggap aku sebagai adik mu kak, itupun jika kamu mau” ucap kania sambil tersenyum saat melihat raut kesedihan dan kerinduan di wajah tampan jack
jack tersadar dari lamunannya
“sungguh? boleh kah gua menganggap lu sebagai adik gua?” tanya jack senang
kania mengangguk pasti tak lupa dengan senyum manis nya, bisa di pastikan siapapun yang melihat senyum itu akan meleleh dan jatuh cinta seketika, tapi tidak untuk jack, karna dia hanya mencintai clara, cinta pertama dan terakhirnya
“baik lah adik,,mulai sekarang lo jadi adik gua, dan beberapa hari lagi lo juga akan jadi adik ipar gua” jelas jack
seketika senyum kania hilang mendengar ucapan jack tentang adik ipar, bayangan wajah adit yang menakut kan muncul seketika di ingatan nya
melihat perubahan ekspresi kania membuat jack paham, dia mendekati kania dan memegang pundak kania lembut
kania sedikit mendapat kekuatan, memang benar, jack selalu menyelamatkan nya dari kekejaman adit, kania menatap dalam ke dua bola mata jack, seolah mengisyarat kan ketakutan dan memohon untuk di lindungi
jack yang seakan paham dengan maksud tatapan kania mengangguk yakin
“ayok kita berangkat sekarang, gua banyak pekerjaan hari ini, jadi gak bisa lama lama” jelas jack
mereka berangkat menuju butik langganan keluarga nyonya ajeng, suasana hening tercipta di dalam mobil sport super mewah itu, tak ada yang mau memulai pembicaraan, baik kania maupun jack, keduanya sibuk dengan fikiran nya masing masing, hingga kania memberanikan diri untuk bertanya pada jack
“apakah nanti di butik ada adit kak?” tanya kania ragu, dalam hatinya dia berharap tidak akan bertemu dengan adit lagi, walaupun akan sangat sulit untuk tidak bertemu dengannya secara sebentar lagi dia akan menjadi istri dari laki laki yang kejam itu
jack menoleh sebentar ke arah kania dan kembali fokus ke jalanan
“enggak, dia lagi ada keperluan di luar kota” jawab jack
kania bernafas lega, setidak nya dia tidak bertemu dengan adit hari ini
“kania,,” panggil jack
__ADS_1
kania melihat kearah jack yang masih fokus dengan kemudi mobil nya
“gua tau lu takut untuk bertemu dengan adit, tapi bisakah elu sedikit kuat di hadapan nya?” tanya jack
kania mengerutkan kening nya tak mengerti
“maksud kakak?” tanya kania
“adit sangat membenci wanita,,itu karna kisah buruk masa lalu nya dengan mantan pacar nya terdahulu, gua harap lu ngerti dan jaga sikap supaya adit tidak kembali melakukan hal hal yang membahayakan diri lu sendiri” jelas jack
kania mencoba mencerna kata kata jack, dia masih belum mengerti apa yang barusan jack katakan
“kania, sebentar lagi lu akan menikah dengan adit, baik buruk sifat adit nanti nya, itu tergantung dengan sifat dan sikap lu, memang dia orang nya keras, tapi gua yakin dia bisa berubah, gua mohon sama lo untuk sedikit keras jika berhadapan dengan nya, coba untuk melawan jika dia menyakiti lu” terang jack lagi
“jangan biar kan dia terus terusan menyakiti lu, lu punya hak buat lawan dia, gua yakin lu pasti bisa” harap jack
kania menghela nafas dan membuang nya berat, dia mulai mengerti dengan semua ucapan jack
“bagaimana jika dia makin keras menyiksa aku kalau aku melawan nya kak?” tanya kania
“bukan kah kekerasaan jika kita balas dengan kekerasan hasilnya akan makin keras? lalu apa beda nya aku dengan dia jika sama sama keras” bathin kania
jack membuang nafas nya “ benar kania, mungkin dia akan makin menyakiti lo, tapi setidak nya lo punya sedikit kekuatan buat ngelawan dia, jangan hanya diam saat dia menyakiti lo” ucap jack
“karna tak selama nya gua berada di samping lo, gak selamanya juga gua bisa bantuin lo”
jack kembali menarik nafas sebelum melanjutkan ucapan nya
“ketahui lah kania,,adit sebenarnya orang yang baik, sangat baik, gua yakin dia akan berubah dan gua harap lu bisa membaca sifat dia dan melunak kan hatinya” terang jack
“itu pasti sulit kak” ucap kania sambil membetul kan duduk nya dan menatap ke arah depan jalanan
“bagaimana pun lu akan jadi istri nya, lu akan 24 jam bersama nya, lu harus terbiasa dengan nya, buat dia berubah kania, gua mohon” pinta jack
kania hanya diam tak menjawab ucapan jack, bagaimana bisa meluluhkan batu besar yang sangat keras? tidak mungkin, kalau pun mungkin itu pasti sangat sulit, bathin kania
*** hayo kaniaaa,, lu harus bisa merubah batu yang keras itu, tak ada usaha yang sia sia,, semangat kaniaaa,,, hehe
pantengin terus cerita "Buah KeSabaran Kania (Istri Ku) ya guysss
__ADS_1