Doa Istri Yang Teraniaya

Doa Istri Yang Teraniaya
Duka Kania


__ADS_3

“Apa???” Kaget Clara. Ayah Kania meninggal??? oh Tuhan,,bagaimana dia menjelaskan kepada Kania nantinya?? betapa hancurnya hati perempuan yang sudah dianggap seperti adik sendiri itu kalau tau Ayahnya sudah tiada????


“Kenapa??? bukannya kondisinya sudah membaik?? kenapa bisa tiba-tiba meninggal?” pekik Clara, dia benar-benar emosi kali ini.


“Semua karna mereka” jawab Jack, dia masih stay dengan tatapan tajam kearah tiga Bodyguard itu


“Kalian apakan Ayah Kania?? kenapa kalian membunuhnya??” Tanya Clara, sambil menarik kuat baju Bodyguard yang berada tak jauh darinya.


“Jawaaaaabbb” Pekik Clara,,Jack langsung memeluk Clara, dia mencoba menenangkan wanitanya.


“Sabar Yank,,jangan emosi,,ini adalah tugas gua” tenang Jack,,


“Tolong urus Ayah Kania yaa,,gua mau mengurus manusia tidak berguna ini”


“Tidak,,kita urus bersama” ucap Clara, dia tidak ingin Jack menghabisi Bodyguard itu, dia tidak ingin Jack menjadi seorang pembunuh. Andai lu tau Clara,,sudah berapa manusia yang habis ditangan laki-laki yang lu cintai itu.


Jack menarik nafas berat, mencoba menetralkan dirinya.


“Ayok,,” ucapnya pada Clara, mereka masuk kedalam ruang rawat inap Ayah Kania.


Tanpa Clara ketahui, Jack memberikan isyarat kepada orang kepercayaannya untuk menghabisi ke 3 Bodyguard yang sudah lalai dari pekerjaannya itu.


“Sepertinya ada yang masuk dan sengaja mematikan alarm ini Pak” Jelas Dokter yang berjaga malam itu.


(Sial,,siapa yang berani masuk dan menghabisi nyawa Ayah Kania??) bathin Jack.


“Jadi menurut Dokter, ada seseorang masuk dan memb*nuh pasien ini??” Tanya Clara memastikan.


Dokter mengangguk


“Kenapa bisa??? bukannya setiap yang masuk ke ruangan ini harus punya akses??” tanya Clara lagi, dia tidak menyangka, dengan pengamanan seketat ini masih bisa di tembus oleh orang. Siapa yang berani masuk dan melakukan pemb*nuhan ini???


“Kita masih mengecek cctv dan polisi akan melakukan penyelidikan” terang Dokter.


“Yank,,bisakah kamu temani Kania?? gua akan urus ini semua” pinta Jack.


Clara menatap wajah laki-laki yang sangat dicintai itu. Jack membelai lembut rambut Clara, wanita itu mengangguk perlahan.


“Semua akan baik-baik saja” tenang Jack. Clara mengangguk, dia keluar dari ruangan Ayah Kania, tak lupa dia membacakan Al-Fatihah untuk Almarhum yang sudah tenang disisi Allah.


“Apa??? Ayah Kania meninggal??” tanya Adit saat seseorang menelphonenya


“Siapa??”

__ADS_1


“Yaudah,,biarkan itu menjadi tugas Jack” ucap Adit sambil memutus sambungan telphonenya.


Entah kenapa dia merasa senang dengan meninggalnya Ayah Kania, dia merasa sangat bahagia jika wanita yang sudah Sah menjadi istrinya itu menderita.


“Itu adalah balasan karna lu mengganggu hidup gua” ucap Adit senang, dia meraih ponselnya, menekan tombol panggil.


“Hallo,,apa kamu sudah tidur?? maaf mengganggu malam-malam”


Tanpa ada rasa iba, bukannya menelpon Kania, Adit malah menelphone wanita lain


“Ada apa kamu menghubungi ku larut malam begini???” tanya seseorang diseberang sana.


“Aku tidak bisa tidur, bisakah kamu menemaniku hingga aku tidur???” tanya Adit, dia merasa seperti anak ABG yang tengah jatuh cinta. Tidur sambil telphonan, hadeuuhhh Dittt,,ingatt umurrr


“Apa yang membuat kamu tidak bisa tidur??” tanya Angel, ternyata Adit menelpon Angel, padahal istrinya tengah terbaring lemah di rumah sakit, ditambah lagi Mertuanya barusan meninggal. Bukannya kerumah sakit menemani istri dan berbelasungkawa, malah selingkuh,,Dittt..Ditt...


“Aku merindukan mu” Jawab Adit to the point.


“Kamu seperti anak kecil saja”Angel tak habis pikir dengan Adit, laki-laki yang baru beberapa hari dia kenal.


“Angel, bisakah besok kita bertemu?” tanya Adit.


“Bisa,,”


“Oke, besok pagi aku akan menjemput mu”


“Rahasia”


“Ih,,kok gitu,,aku jadi penasaran”


“Dandan yang cantik ya, besok kita akan pergi ke tempat yang indah”


“Okee deh kalau gitu, apa kamu sudah mengantuk????” tanya Angel.


“Belum” jawab Adit, mendengar suara Angel sangat candu untuknya.


“Tidurlah,,sudah jam 1 malam, katanya besok mau keluar” ingat Angel


“Oke,,tapi jangan matikan telphonenya ya,,” Adit benar-benar tidak ingin hidup tanpa Angel.


“Iyaaa,,” Jawab Angel, dia sudah tidak tahan dengan kantuknya.


Entah siapa yang mulai terbang ke alam mimpi terlebih dahulu. Sambungan telphone itu masih saja terhubung, meski tuannya sudah tertidur nyenyak.

__ADS_1


Sementara itu..


“Ayaaahhhh,,,Ayah bangun Yahhh,,,Ayah ini Kaniaaa,,Ayah bangunnnn” Tangis Kania pecah, saat mendapati mayat sang Ayah sudah di bungkusi kain kafan, siap untuk di shalat dan di makamkan.


“Kaniaaa,,sabarrr, Ayah lo udah tenang disana” Clara menenangkan, dia juga ikut meneteskan air mata. Sementara Jack sibuk mengurus pemandian dan makam Ayah Kania.


“Yahhh,,jangan tinggalin Kania yaahh,,Kania butuh Ayahhh,,Ayahh bangunn yaahhh” Kania benar-benar tidak bisa menahan tangisnya, dunianya serasa hancur mendapati kabar sang Ayah telah tiada. Kini Ayahnya sudah bersatu dengan sang Ibu di surga.


Kania mencoba melihat sekeliling, mencari Adit, laki-laki yang sudah menikahinya. Namun dikeramaian itu tidak ditemukan sang suami.


(Dimana kamu Dit?? tidakkah kamu tau Ayah ku meninggal?? tidakkah kamu datang untuk menggenggam erat tangan ku dan menguatkan ku?? aku butuh kamu Dit,,aku butuh kamu untuk bersandar,,aku butuh suami ku) Bathin Kania menangis


(Tuhaaann,,tidak cukupkah Engkau mengambil Ibu ku?? kenapa sekarang Engkau mengambil Ayah ku?? dunia sungguh tidak adil untukku Tuhan,,bahkan suami ku saja entah dimana sekarang,,aku tidak punya siapa-siapa lagi,,kenapa tidak nyawaku saja yang Engkau ambil Tuhan???)


“Kania,,yang sabar ya,,Doakan Ayah lo,,dia butuh doa dari anaknya” Jack menghampiri Kania.


“Sekarang berwhudu ya,,saatnya kita menyolatkan Ayah lo” ucap Jack lagi,,


Kania hanya diam, Clara membantu memapah tubuh Kania, mereka menuju kamar mandi untuk mengambil wudhu.


Proses Shalat dan Menguburkan sang Ayah sudah berakhir,,kini tinggallah tumpukan Tanah dan batu nisan yang bertuliskan nama Handoko.


“Ayaaah,,,Kania harus gimana Yahhh?? Kania tidak bisa hidup tanpa Ayahhh” Lagi-lagi tangis Kania pecah,,tiangnya untuk hidup kini telah tiada, suaminya saja tidak menunjukkan batang hidung sama sekali. Kania benar-benar tidak punya tujuan hidup setelah ini. Rumah tangganya pun seperti tidak ada tulang untuk bertahan.


“Kania,,sudah,,kita pulang yaa, Ayah lo udah tenang disana” Clara membujuk Kania untuk pulang, mengingat kondisinya juga belum terlalu sehat.


Kania menggeleng, dia tidak ingin meninggalkan makam sang Ayah, dia ingin terus berada di sisi Ayahnya itu.


“Jangan seperti ini Kania, kondisi lo belum pulih, kita harus pulang” Kini Jack membujuk Kania untuk pulang.


Setelah dibujuk dengan sangat lama, akhirnya Kania mau pulang kerumahnya, diikuti oleh Clara dan Jack yang setia berada disisinya.


“Boss” panggil salah seorang kepercayaan Jack.


“Gimana?” tanya Jack.


“Ini Bos” laki-laki itu memberikan beberapa foto kepada Jack.


“Laki-laki tidak tau diri” umpat Jack, bagaimana tidak? Istrinya sedang berduka, mertuanya tengah meninggal dunia, sedangkan dia sedang asik berbahagia dengan seorang wanita,,iyaa,,dia adalah Adit.


“Bawa dia kesini,,sekarang juga!!!” Perintah Jack. Dia sudah tidak sabar ingin memberikan pelajaran kepada Adit, laki-laki yang tidak punya hati itu. Sementara itu Ajeng Mommy Adit dan Suaminya tengah dalam perjalanan pulang, dimana Adit tidak tau kepulangan Mommy dan Daddynya itu.


Kali ini tamatlah riwayat lo diitt..

__ADS_1


Jangan lupa like dan komen ya readerssss


Tengkiuwwww


__ADS_2