
“bugggghhhhh” adit menabrak pembatas jalan, ada seekor binatang yang melintas di tengah jalan nan sepi itu, kepala adit mengeluarkan darah, burung beterbangan di kepalanya, pandangan matanya mulai buram, dia mencoba menahan matanya yang hendak tertutup, dia tidak ingin kehilangan kesadaran nya
adit mencium bau asap dari mobil nya, pandangannya beralih melihat asap itu, dia mencoba keluar dari dalam mobil, namun sayang kaki nya terjepit, dia mencoba untuk keluar namun tidak bisa
“mas..mass..kamu tidak apa apa?” tanya seseorang dari balik pintu, dia menggedor gedor kaca mobil adit, sekilas adit melihat ke arah orang itu, adit membuka pintu jendela mobil nya, seorang wanita cantik menarik tangan adit dengan lembut, membantu laki laki itu keluar dari dalam mobil nya, adit berusaha keras untuk bisa melepaskan kaki nya yang terjepit, hingga beberapa lama akhirnya kaki adit bisa lepas, tubuh adit langsung dibopong oleh wanita itu, dia membantu adit berjalan hingga duduk di pinggir jalan nan teduh karna terlindungi pepohonan tepi jalan yang rindang
“duduk disini dulu mas” ajak wanita itu
Adit hanya menurut, dia melihat sejenak wanita itu, tampak tak asing bagi nya, tapi siapa? Adit benar benar tidak bisa berfikir, kepalanya masih sakit dan tubuh nya mulai melemah
“mas minum dulu” ucap wanita itu sambil melihat kearah adit, adit melihat manik mata wanita dihadapan nya sambil menerima sebotol air mineral dari tangan wanita itu
“sungguh teduh” bathin nya, seketika bayangan kania terlintas di ingatan nya, “tapi lebih menghipnotis jika menatap mata wanita itu (kania)” bathin adit lagi
“mas,,,mas gak papa?” Tanya wanita itu karna tak ada respon dari adit, adit tersadar dari lamunan nya
“eh,,iya,,saya tidak apa apa” jawab adit singkat
sambil mengalihkan pandangan nya dari wanita itu
“minum dulu mas” wanita itu menyuruh adit minum, karna sedari tadi adit hanya memegang botol mineral itu, tanpa meminum nya
“makasih” ucap adit, kali ini dia mencoba untuk bersikap baik terhadap wanita, wanita ini baik pikirnya, karna sudah mau membatu nya, adit pun sudah mulai sadar dan mau membuka diri kembali, dia benar benar ingin melupakan masa lalu nya dan memulai hidup nya yang baru
“maaf ya mas” izin wanita itu menyentuh kepala adit yang mengeluarkan darah
“ohh,,tidak apa apa” tolak adit pelan saat wanita itu menyentuh kepalannya, dia risih disentuh oleh orang lain, apalagi wanita dan dia tidak kenal siapa
“berdarah mas, saya obati ya” wanita itu kembali meminta izin kepada adit yang tadi menolak untuk di sentuh oleh nya, dia hanya ingin membantu mengobati luka di kepala adit
“sungguh wanita yang sopan dan baik” ucap adit dalam hati
“tidak usah,,saya bisa mengobati nya sendiri” lagi lagi adit menolak nya, dia tidak mau merepotkan wanita itu
“benar mas bisa mengobati sendiri?” Tanya wanita itu menatap kearah adit, keningnya nampak berkerut
__ADS_1
Adit hanya mengangguk, dia berdiri hendak mengambil kotak p3k yang ada di mobilnya, tapi kali ini kepalanya sangat sakit dan pusing, adit duduk kembali, dia mengurungkan niat nya untuk bangkit dan berjalan
“kenapa mas? Sakit ya?” Tanya wanita itu khawatir dan membantu adit untuk duduk kembali, adit mengangguk
“tunggu disini saja mas,saya akan mengambil kotak p3k nya, ada di dalam mobil mas kan?” Tanya wanita itu memastikan, adit kembali mengangguk
“tahan ya mas” ucap wanita itu setelah dia mengambil kotak p3k dan duduk kembali disamping adit
Adit lagi lagi mengangguk
“ssssttt” ringis adit saat obat itu menyentuh bagian kepalanya yang luka
“maaf mas, sakit ya?” tanya wanita itu meringis ikut merasakan sakit yang dirasa adit
“gapapa” jawab adit, wanita itu bernafas lega dan kembali membersihkan luka adit serta mengolesi nya dengan obat
“ssttttt” ringis adit kembali, kali ini tangan nya menyentuh lembut tangan wanita itu, mata mereka beradu cukup lama, seolah tatapan mata itu pernah beradu sebelum nya, tapi dimana? siapa? adit bertanya tanya dalam hati nya
“sungguh tampan” bathin wanita itu
“hmm tidak apa apa mas” jawab wanita itu sambil tersenyum
“sungguh senyuman yang manis” bathin adit, dia seolah terhipnotis dengan senyuman wanita yang ada di hadapan nya itu, sudah sangat lama rasanya dia tidak menikmati indahnya ciptaan Tuhan ini
“sudah selesai mas” ucap nya setelah membalut luka adit dengan perban
adit terbatuk, dia sadar dari lamunan nya, dia ketahuan memandangi wajah wanita itu, dia menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal
“iya, terimakasih” ucap adit tulus
wanita itu hanya tersenyum dan mengangguk, muka adit yang merah malu seperti tomat membuatnya ingin sekali mencubit pipi laki laki yang ada di hadapan nya saat ini
"dia kalau lagi malu malu seperti ini makij ganteng, gemes, pengen peluk, pengen bawa pulang" angan wanita itu, senyum indah nya tak surut dari wajah cantik nya
adit yang melihat itu ikut tersenyum, ada sedikit ketertarikan pada wanita itu yang dia rasakan
__ADS_1
"tidak.." gumam nya pelan
bayangan wajah kania menghiasi fikiran nya, sepertinya dia telah salah dalam berimajinasi, "gua udah nikah, gua udh punya istri" pantang untuk bercerai dan berkhianat dalam keluarga nya dan dalam dirinya, tapi..bukankah tidak ada cinta di antara mereka? semua terjadi karna keterpaksaan, tidak masalah jika melanggar atau berpisah dengan nya, bathin adit
"kenapa mas?" tanya wanita itu, samar samar dia mendengar kata adit barusan
"eh.. tidak ada apa apa, sekali lagi terimakasih kamu sudah mau membantu ku" ucap adit sambil tersenyum
"tidak masalah mas, saya ikhlas membantu kamu, bukankah sesama umat manusia harus saling membantu, bukan begitu mas?" tanya nya dengan senyum manis
lagi lagi adit seperti terhipnotis, dia memandang lama wajah wanita itu, apalagi senyum dan bibir nya yang tipis dan seksi
"mas.. mas.." panggil nya sambil melambaikan tangan di depam wajah adit yang bengong menatapi kagum wajah nya
"menarik" gumam adit yang dapat di dengar oleh wanita itu, dia kembali tersenyum mendengar ucapan adit barusan
"mas kamu ngomong apa sih?" tanya nya lagi
"ehh,, ehm" adit mendehem dan mengalihkan pandangan nya, menoleh ke sekitar menyembunyikan wajah nya malu, lagi lagi dia ketangkap basah memandangi wanita itu
"mas aku pamit ya" ucap wanita itu seraya bangun dari duduk nya
"aku lupa kalau aku ada urusan mendadak, kamu gapapa kan kalau aku tinggal?" dia merasa tidak enak meninggalkan adit sendirian dengan kondisi yang kurang baik, tetapi urusan nya juga jauh lebih penting dan darurat
"eh,, iya" ucap adit singkat saat mendapati wanita itu sudah berlari jauh pergi meninggalkan nya
"shit, gua lupa nanya nama dia" kesal adit sambil memukul kening nya
adit memandangi jalan yang sudah sepi, tak nampak lagi tubuh mungil namun berisi gadis baik yang mampu mencolek hati nya itu
"semoga kelak kita bisa bertemu kembali" ucap nya sambil tersenyum membayang kan wajah wanita itu
*** maaf ya readers semua, author up nya lama, kerjaan di kantor sangat menyita waktu, jadi author gak ada waktu untuk up, author usahakan akan up kembali setiap hari
makasih masih setia menunggu "Buah KeSabaran Kania (Istri Ku)"
__ADS_1