
“Ibu,,bagaimana kondisi ayah bu?” tanya kania khawatir
“kania,,kenapa kamu kesini? bukannya saya sudah suruh kamu ke hotel Z?” tanya amel kesal
“maaf bu, kania tidak mau menikah dengan bapak purwo” jelas kania
“kamu tau apa yang akan terjadi kalau kamu tidak menikah dengan purwo kan kania?” tanya amel dengan senyum sinisnya
“tidak akan ada yang terjadi bu, karna kania sudah membayar biaya operasi ayah tanpa harus menikah dengan laki-laki tua mesum itu” jelas kania dengan mata yang sudah berkaca-kaca, kania sedih kenapa ibu tirinya sangat ingin kania menikah dengan purwo yang jelas-jelas sudah menjadi suami orang dan bukannya yang membuat hutang adalah amel? kenapa harus kania yang melunasi dengan menikah bersama purwo? sudah lah kania, bagaimana pun dia tetap ibu mu, dan bagaimana pun juga kamu tidak akan sanggup melihat ibu mu melunasi itu semua walaupun hanya ibu tiri kania, hati mu sungguh baik
“apa???” kaget amel
“dari mana kamu mendapat kan uang kania? apa kamu menjual diri dengan laki-laki yang jauh lebih kaya dari purwo?” tambah amel penuh selidik
kania kaget mendengar ucapan amel, tidak adakah kata-kata yang lebih baik yang bisa amel keluarkan selain menjual diri? tidak seperti itu cara seorang ibu berbicara dengan anaknya, walaupun hanya anak tiri
“kania meminjam uang kepada bos kania bu” jelas kania, tidak ingin amel berfikiran macam-macam tentang nya
“bos?? bos siapa kania? kamu saja baru di pecat dari restoran purwo, apa kamu sudah dapat pekerjaan lagi?” tanya amel dengan tatapan penuh harap, dalam hatinya “wah,,sepertinya aku punya mangsa baru, bos kania sepertinya sangat kaya, aku harus mendapatkannya” senyum angkuh amel kembali menghiasi wajah nya
“sudah bu, kania baru saja mendapat pekerjaan dan bos kania mau meminjamkan uang untuk biaya operasi ayah” jawab kania
“siapa bos kamu itu? dimana dia tinggal?” tanya amel lagi
sejenak kania terdiam dan berfikir “tidak, ibu tidak boleh tau dimana dan dengan siapa aku bekerja, bisa saja nanti ibu melakukan hal yang sama kepada bos baru aku” ucap kania dalam hati
“ada bu,,kania kerja dengan seseorang yang baik” jawab kania seadanya, ia tak ingin amel meminjam uang atas nama kania lagi dan menambah rentetan hutang yang harus ia bayar
“ya dimana??? siapa bos kamu itu?” tanya amel dengan sedikit emosi “sialll,,sepertinya gadis ini sengaja tidak memberi tahu aku dengan siapa dan dimana dia bekerja,,awas aja kamu kania” ucap amel dalam hati
belum sempat kania menjawab pertanyaan amel, keluar lah dokter dari ruangan operasi, kania bernafas lega bisa lepas dari pertanyaan amel, kania segera berlari menghampiri sang dokter
“dokk,,bagaimana keadaan ayah saya dok?” tanya kania khawatir
“alhamdulillah operasi nya berjalan lancar, sekarang pasien sudah melewati masa kritisnya, kita hanya perlu menunggu pasien sadar” jelas dokter
“alhamdulillaaahhh” syukur kania, tak terasa air mata mengalir di kedua bola mata nya, air mata bahagia akhirnya sang ayah bisa menjalankan operasi dan besar kemungkinan sang ayah akan sembuh, berbeda hal nya dengan kania, amel mengumpat kesal karna operasi sang suami berjalan lancar
“berarti ayah saya bisa sembuh dan bisa seperti biasanya kan dok?” tanya kania penuh harap
__ADS_1
dokter mengangguk sambil tersenyum
“kita perkirakan tingkat kesembuhannya 80%” tambah dokter
kania tersenyum sangat lebar “terimakasih dok,,terimakasiiihh sudah menyelamatkan ayah saya” ucap kania sambil memegang tangan dokter
“ber terimakasih lah kepada Tuhan nak karna Tuhan sudah mengangkat hampir seluruh penyakit ayah kamu” ucap dokter dengan tersenyum, kania mengangguk masih dengan senyum bahagiannya
“iya dokk,,terimakasih sekali lagi dokter” ucap kania
“sama-sama, kalau begitu saya permisi dulu” pamit dokter
“iya dok, sekali lagi terimakasih dok” ucap kania tak hentinya
dokter pun berlalu pergi meninggalkan kania dengan hati dan rona wajah bahagianya, sedangkan amel wajahnya pucat penuh ketakutan
“jangan sampai mas handoko sembuh, bisa-bisa aku di laporkan ke polisi” ucap amel takut, dia mondar madir mencari cara agar handoko tidak bisa sembuh dan kalau bisa mati,, yaaa ide yg bagus “handoko harus mati, supaya aku bisa menguasai seluruh sisa harta dan gak perlu repot-repot mengurusi dia lagi” rencana licik dari amel tak lupa dengan tawa bahagia nya
___
“ditt,,mau kemana kamu nak?” tanya nyonya ajeng
“momy mau bicara sama kamu, penting!”
“yaudah bicara aja mom, tapi jangan lama-lama ya, adit buru-buru mom”
“minggu depan momy akan mengantarkan aurora ke belanda, liburan sekolah nya telah usai”
“yaudah gapapa mom, apa perlu adit ikut mengantarkan nya?” sela adit, padahal nyonya ajeng belum selesai dengan ucapannya
“ih kamu ini, momy belum selesai bicara udah d potong aja”
“lah emang momy mau ngomong apa lagi?” tanya adit penasaran
“yaudah makanya denger dulu, jangan di potong momy nya ngomong” jelas nyonya ajeng
“iya, iyaaa,,hayuk mau ngomong apa lagi momy? adit buru-buru nih, ada meeting bentar lagi soalnya”
“begini nak,,setelah antar aurora ke tempat abang kamu, momy gak pulang ke sini lagi, momy mau ke tempat daddy, dan mungkin akan lama” jelas nyonya ajeng
__ADS_1
“ooh yaudah gapapa mom, nanti jika adit ada waktu, adit bakal ke tempat momy dan daddy”
“bukan itu maksud momy nak,,momy ingin selama momy pergi, ada yang ngurus kamu,,jadi momy bisa tenang ninggalin kamu sendiri disini”
“apasih mom? adit udh besar kali, lagian kan adit juga biasanya sendiri disini”
“momy mau kamu menikah nak” ucap nyonya ajeng to the point, sudah cukup basa-basi menurutnya
“sudah la mom,,adit mau berangkat dulu” elak adit, lama-lama disini akan buat gua di cecar terus hingga mau menikah, pikirnya
“momy gak mau tau, minggu depan kamu harus menikah!” perintah nyonya ajeng
“what? minggu depan? menikah? momy jangan aneh-aneh deh” bantah adit sekaligus kaget dengan ucapan momy nya
“usia kamu sudah menginjak 29 tahun dit, sudah waktu nya kamu berumah tangga, pokok nya momy gak mau tau, minggu depan kamu harus menikah, titik!” ucap nyonya ajeng tegas tak mau di bantah
“mom,,jangan gila deh, adit bahkan tak punya wanita untuk adit nikahi, lagian menikah hanya akan membuat repot mom, merugikan dan gak ada untungnya” tolak adit
“terserah!!! momy gak mau tau, yang penting minggu depan kamu sudah menikah, jika tidak” ucap nyonya ajeng menggantung
“jika tidak apa mom?” tantang adit
“momy mau ambil semua aset yang adit miliki? momy mau usir adit dari sini?” lanjut adit jengah, karna setiap kali momy nya memaksa dia untuk menikah, maka momy akan mengancam dengan mengambil seluruh aset kekayaan dan akan mengusir adit dari rumah, tanpa aset dari momy dan daddy nya, siapa lah adit, hanya sebuah sampah berserakan di jalan
“tak peduli apapun itu, gua masih punya tabungan dan aset atas nama gua sendiri, gua akan bangun perusahaan sendiri dan yang penting gua gak akan menikah!” tolak adit dalam hati, dia sudah mewanti-wanti hal ini akan terjadi, jadi dia mempersiapkan diri untuk bisa lolos dari paksaan menikah yang selalu momy nya tuntut itu
“kamu salah dit, kali ini momy tidak akan mengancam mu” ucap nyonya ajeng datar, tak hanya adit, nyonya ajeng pun telah mempersiap kan rencana jika adit menolak permintaan nya untuk menikah
“lantas apa?” tanya adit penasaran
“jika kamu menolak untuk menikah, maka ini hari terakhir kamu bisa melihat dan berbicara dengan momy, momy akan putuskan hubungan dengan kamu, tak hanya momy,,daddy, abang kamu dan aurora pun,,momy akan coret kamu dalam kartu keluarga, jangan harap kamu bisa menemukan kami dit” ancam nyonya ajeng yang mampu membuat adit membelalakkan penuh kedua bola matanya, jantung nya seakan berhenti berdetak, bagaimana bisa momy nya berkata demikian? adit sangat menyayangi momy nya, daddy dan abang nya pun begitu, apalagi aurora ponakan kesayangan adit, dia sangat mencintainya, oh tidak,,apa lagi ini?” rutuk adit dalam hati
melihat ekspresi adit yang berubah drastis membuat nyonya ajeng sedikit di atas awan, bibirnya pun tersenyum senang “kali ini kamu tidak akan bisa melawan momy lagi dit” batin nya
“momy kasih kamu waktu untuk berfikir hingga nanti malam, jika kamu tetap tidak mau menikah, maka siap-siap lah kehilangan momy dan semua nya” ucap nyonya ajeng sambil berlalu pergi meninggalkan adit yang diam mematung di ruangan tengah rumah mewah nan indah bak istana itu
“shiiittt,,,siaalllllll” umpat adit setelah sadar dari diam nya, dia berjalan cepat ke luar dari rumah itu, fikiran nya kacau, bagaimana ini? apa yang akan gua lakuin umpat adit
*** hay hay hayyy,,, gimana guys,, apakah adit akan menikah minggu depan? ataukah adit punya rencana lain??? pantengin terus cerita "Buah KeSabaran Kania (Istri Ku) yaahh
__ADS_1