Doa Istri Yang Teraniaya

Doa Istri Yang Teraniaya
Tangkap Bocah itu!


__ADS_3

Dengan kelemahannya, Adit bangkit dan menyeret tubuhnya menggapai telpon rumah, dia menelephone bodyguard,,dia meminta bodyguad itu untuk datang dan mengantarkan dia ke Panti Asuhan tempat Angel tinggal, dia bersumpah akan membalas Jack nantinya, dia tidak terima dipukuli habis-habisan oleh laki-laki itu


“Mas,,,kamu kenapa???” tanya Angel kaget,,lebam dan darah menetes dari wajah tampan Adit


Dengan sabar dan penuh kelembutan Angel mengobati setiap luka pada wajah Adit,,Adit hanya menatap penuh kagum ke wajah cantik Angel, dia merasa sangat nyaman berada disisi wanita itu, dia juga merasakan kehangatan yang dulu pernah dia dapatkan


“sudah mass” ucapnya saat perban sudah tertata rapi di pelipis mata dan rahang Adit


“maka aahhhh” perih Adit, bahkan untuk sekedar mengucapkan terimakasih saja dia tidak bisa, bisa dibayangkan bagaimana kerasnya Jack menghajar Adit


“jangan banyak bergerak dan bicara dulu mas,,” Adit menatap wajah Angel dalam, walaupun matanya tidak bisa terbuka sempurna, sangat-sangat sakit dia rasakan


Adit meraih ponselnya, dia mengetik sesuatu dan memperlihatkan kepada Angel, begini tulisannya :


“ Terimakasih Angel, maaf sudah merepotkan mu”


Angel tersenyum,,


“Iyaa,,,gak papa kok,,lain kali jangan seperti ini yaa,,” jawab wanita itu


Adit mengangguk perlahan, kepalanya pun sangat berat dia rasakan,,benar-benar Jack hampir membunuhnya


*bukankah impas Dit?? lo juga hampir membunuh Kania,,nyawa dibalas nyawa donkkk


“Angel,,boleh gua minta nomer lo??” lagi-lagi Adit mengetik melalui ponselnya, menyampaikan apa yang ingin dia katakan


Angel mengangguk,,


“sini ponselnya, biar aku bantu simpan kontak ku” Adit memberikan ponselnya kepada Angel, wanita itu langsung menekan nomornya dan menyimpan dengan nama “Angel”


Sakit yang dari tadi menggerogoti tubuh Adit sektika hilang,,,dia tersenyum senang dalam hati,,akhirnya dia berhasil mendapatkan nomor Angel,,kedapannya akan lebih mudah untuknya berkomunisai dengan wanita itu


“Mas Adit,,maaf ya, aku gak bisa menemanimu terlalu lama, aku harus kembali bekerja” pamit Angel, ada kesedihan yang dirasakan Adit saat penyemangatnya itu akan pergi darinya, namun tak apa, Adit juga ada pekerjaan yang harus dia kerjakan, menyiapkan rencana untuk membalas Jack tentunya..


Adit mengangguk perlahan, Angel membuka pintu mobil Adit dan berlalu pergi,,setelah tak lagi tampak bayang Angel, Adit pun meminta bodyguardnya untuk pergi kesuatu tempat,,mobilnya pun meninggalkan Panti Asuhan Kasih Bunda itu


***


“Gimana keadaan Kania Dok??” tanya Clara saat Dokter Oki sudah keluar dari ruang pemeriksaannya


“Alhamdulillah, nyawanya berhasil kita selamatnya, mungkin jika pasien telat dibawa kerumah sakit dan lambat menerima penanganan, hasilnya akan berbeda” terang Dr Oki


“hhhh” Jack bernafas lega


“Alhamdulillah,,,makasih Dok,,” ucap Clara senang


“Thanks Dok” Jack pun mengucapkan terimakasih,,.


Dr Oki tersenyum dan mengangguk,,


“jaga pasien baik-baik ya,,saya pamit dulu”


“siap Dok..” jawab Clara dan Jack serempak, Dr Oki pun berlalu pergi meninggalkan sepasang kekasih itu


“Yank..titip Kania sebentar ya, ada sesuatu yang harus gua urus”

__ADS_1


Pamit Jack


“Ada apa Yank?? semua baik-baik aja kan??” tanya Clara khawatir


“semua baik-baik aja kok yank,,gua pamit yaa” Jack mencium kening Clara, tak lupa dia membukakan pintu ruangan dimana Kania dirawat, dia memastikan Clara benar-benar masuk kedalam ruangan itu dengan selamat


“hati-hati yaa” Clara khawatir ada sesuatu yang akan terjadi lagi, tapi dia tidak tau apa,,Jack mengangguk dan menutup kembali pintu kamar rawat Kania


“Hallo,,,bagaimana keadaan dia sekarang??” tanya Jack pada seseorang diseberang sana


“Dimana dia sekarang???”


“Siapa perempuan itu??”


“Oke,,terus pantau dia,,gua segera kesana”


Jack mematikan sambungan telphonenya dan langsung melebarkan langkahnya menuju mobil dan berlalu pergi meninggalkan rumah sakit


Disuatu tempat..


“Omm,, saya lapar” rengek seorang anak kecil kepada Purwo


“kamu ini,,selalu merengek meminta makan, kerja dulu baru saya kasih kamu makan” jawab Purwo pada anak kecil yang tak lain adalah Kemal, adik tiri Kania


“tapi saya lapar Om,,saya akan bekerja kembali setelah saya dapat makan” bujuk Kemal, siapa tau Purwo ini memiliki rasa iba untuknya


“tidak,,bereskan dulu pekerjaan mu, baru ada jatah makan” tegas Purwo sambil menunjuk tumpukan piring yang sedari tadi tidak ada habisnya, gimana mau selesai??? tumpukan piring itu semakin bertambah lagi dan lagi


“tapi saya sudah mencuci piring dan gelas itu Om” tunjuk Kemal ke deretan piring gelas yang sudah tertata rapi


“ituu,,, masih banyak yang belum dicuci” Purwo tak mau kalah


“saya kan sudah kasih kamu makan” terang Purwo


“saya mau dibayar pakai uang Om”


“gak bisa, hutang ibumu saja belum dibayar, masak saya harus bayar kamu!”


“itukan hutang ibu saya Om, harusnya Om memintanya kepada ibu saya, kenapa Om malah meminta kepada anak kecil seperti saya??” Kemal mencoba berdiskusi dengan Purwo


(bisa aja nih bocah)


“yasudah,,saya bayar kamu,,10k satu hari”


“tidak bisa Om, 10k sangat sedikit, bayar saya 150k 1 hari, hanya 8 jam kerja saja, tidak lebih dan tidak kurang, dimana 1jam untuk istirahat”


(tau dari mana ni bocah aturan pekerja??) bathin Purwo


“tidak, tidak..150k terlalu mahal” tolak Purwo


“yasudah kalau begitu, Om bayar saya sesusai jumlah piring dan gelas yang saya cuci, 1 piring dan 1 gelas bernilai 500 rupiah, gimana Om??” lagi-lagi Kemal mencoba membuat penawaran, dia berharap Purwo akan menerima tawarannya kali ini, 2 hari Kemal memperhatikan Purwo, sepertinya laki-laki tua ini sangat lemah dalam berhitung, makanya kasir didepan selalu membodohinya, kali ini Kemal mencoba peruntungannya, dia ingin mendapatkan uang dan kabur dari Purwo, dia ingin menemui Kania dan meminta untuk tinggal bersama Kakaknya itu


“500 1 piring dan 1 gelas,,hmmmm murah juga, hanya 500 rupiah saja” Purwo mengangguk, baginya 500 rupiah hanyalah recehan kecil


“gimana Om?? deal??” tanya Kemal memastikan

__ADS_1


“deaall” jawab Purwo dengan yakin,,dia tidak tau kalau Kemal sudah mencuci banyak piring dan gelas hari ini


“oke Om,,sekarang mari kita hitung semua piring dan gelas yang sudah saya bersihkan” Kemal menarik tangan Purwo dan mulai menghitung


“1..2..34..56..102..178...215..300..489..521”


*hitung cepat aje ya guyssss.. Kelamaan ntar kalo ngitung 1 1


“oke Om,,semuanya 521, saya sudah mencuci 521 piring dan gelas,,saatnya Om membayar saya,,”


“521??? tanya Purwo kaget,,dia langsung mengambil kalkulator dan mengalikannya dengan 500 rupiah


“260.500” kagetnya


“berapa Om??” tanya Kemal penasaran,,walaupun sebenarnya dia sendiri sudah tau berapa hasilnya, untuk perkalian bagi kemal dengan otak yang sangat pintar sangatlah mudah,,


“enggak,,terlalu mahal, saya tidak mau” tolak Purwo,, itu jauh lebih mahal dari bayaran karyawannya perhari


“itu tidak mahal Om, saya kasih Om diskon deh,,” bujuk Kemal


“berapa??” tanya Purwo, bocah cilik seperti ini juga tau diskon rupanya


“500rupiah,,Om cukup bayar saya 260k”


“ck ck anak bocah seperti kamu bisa-bisanya mengelabuhi saya” Purwo tidak mau dan ingin berlalu pergi meninggalkan Kemal


“Om,,mau kemana? bayar saya dulu” Kemal menghentikan langkah Purwo


“saya bayar kamu pakai makan saja, sudah sana, jangan mengganggu saya” Purwo mendorong tubuh Kemal, namun bukan Kemal namanya jika tidak punya rencana cadangan


“Om,,,” panggil Kemal,,


“e eehh mau apa kamu???” tanya Purwo saat kedua tangan kemal berada diatas tumpukan piring dan gelas,,


“kalau Om tidak bayar saya, saya akan dorong piring-piring ini” ancam Kemal,,


“eiiiitttt” Kemal bersiap-siap akan mendorong saat Purwo mencoba mendekatinya


“jangan sampai kamu memecahkan piring dan gelas saya itu bocah” kesal Purwo


“bayar saya dulu, jika tidak, saya akan memecahkan ini semua,,impas kan Om???” Kemal tidak mau kalah,,memang penindasan ini harus dibalas, kehidupan sangat keras, tidak bisa menjadi lemah terus..


Dengan kesal, Purwo mengeluarkan uang senilai 260k, dia melemparkan uang itu kearah Kemal, jangan sampai bocah itu memecahkan piring dan gelas mahalnya, itu jauh akan merugikannya ketimbang uang 260k


Kemal mengambil uang itu dan dia tersenyum senang


“tangkap bocah ituu” perintah Purwo, ternyata diluar ada bodyguard yang lewat


Kemal langsung berlari untuk menyelamatkan dirinya, tak lupa dia dia mendorong tumpukan piring dan gelas saat bodyguard itu sudah mendekat kearahnya,,


“bruaaaaaaaaaaaaaaaaaakkkkkkkkkkkk,,,” semua piring dan gelas pecah mejadi butiran kaca


“tangkap bocah ituuuuuuuuuuuuuuu” pekik Puwo,,berani-beraninya bocah itu mencari masalah dengannya


Good Job Kemal,,kalau bisa bakar restoran Purwo tua bangka mesum ituhh hehehe balaskan sakit hati kakak mu sama diaaa hahaha

__ADS_1


Jangan lupa like dan Komen yaa


Makasihhh


__ADS_2