
“apaaaa???” kaget kania, jantung nya seketika berhenti berdetak, air matanya jatuh tanpa aba-aba, tubuhnya tiba-tiba pucat seolah darahnya pun enggan untuk megalir, kania diam tanpa suara sedikit pun
“halloooo,,hallloooo apa kau mendengarnya kania?” tanya seseorang diseberang sana
“to tolong selamat kan ayah bu, kania mohon” pinta kania dengan isakan tangisnya
“saya akan selamatkan ayah kamu, tapi dengan satu syarat”
“syarat apa bu? kania mohon bantu ayah bu”
“kamu harus menikah dengan purwo sekarang juga”
“apaaaa????” kaget kania
“purwo akan membayar semua biaya pengobatan ayah kamu, dan purwo juga akan menghapus semua hutang-hutang kamu” jelas seseorang d seberang sana yang tak lain adalah amel, ibu tiri kania
“tidak bu,,kania tidak mau” tolak kania dengan isakan
“hey anak kurang ajar, tidak tau terimakasih, beruntung purwo masih mau membantu kamu, masih sok jual mahal kamu, dasar murahan!”
“tapi bu,,kania sungguh tak mau menikah dengan laki-laki tua mesum itu, kania gg mau bu” tolak kania dengan tangisan
amel merasa jengah dengan kania, sungguh gadis keras kepala pikirnya
“semua keputusan ada ditangan kamu kania dan ingat, kalau sampai terjadi apa-apa dengan ayah kamu, jangan salah kan saya, semua karna kamu sendiri!” tegas amel
“kania akan jual rumah bu, ya, kania akan jual rumah untuk pengobatan ayah” jawab kania, walaupun berat rasanya menjual rumah yang penuh dengan kenangan nya bersama sang ibu, namun itu satu-satunya cara agar dia bisa mengobati ayah nya dari pada harus menikah dengan purwo tua mesum itu
“hahahaha apa kania?? kamu akan menjual rumah? rumah mana yang kamu maksud? apa rumah ini? ahahahhaa” suara tawa amel penuh dari seberang sana
"ii iyaaa bu" jawab kania dengan terbata
“kaniaaa kaniiaaaa,,sungguh anak bodoh, rumah ini sudah saya alihkan atas nama saya dan kamu tidak bisa menjualnya hahahhaa” tambah amel
“apaaaaa? ibuuu, ibu bercanda kan?” kaget kania, sungguh kania tidak menyangka kalau ibu tirinya akan melakukan ini padanya, memindahkan rumah yang dibangun oleh ayah dan ibunya dengan susah payah kini menjadi milik amel
“hahahha sekarang putuskan kania, kamu menikah dengan purwo dan ayah kamu bisa selamat atau kamu pulang dan lihat ayah kamu mati dengan perlahan”
“tidaakkk,,,tidakkk bu,,kania mohon bantu ayah bu,,tolong kania buuuu” ucap kania meronta dalam tangis nya, ingin sekali dia berlari dan menghampiri sang ayah, namun apa daya, tubuhnya sekarang juga lemah
__ADS_1
“nyonya,,pasien kritis, beliua harus segera di operasi, jika tidak nyawanya tidak akan tertolong” jelas seseorang diseberang sana dan masih bisa di dengar oleh kania
“dengar kania?? kamu dengar apa yang dikatakan dokter barusan??” tanya amel dengan senyum liciknya
“selamatkan ayah saya dok,,lakukan operasinya sekarang juga, saya akan segera membayar berapapun biayanya” ucap kania dengan suara bergetar
“baik, saya akan lakukan yang terbaik untuk pasien, mohon segera urus administrasinya, supaya saya bisa segera melakukan tindakan” jelas dokter
“baiikk,,baik dok,,saya mohon tolong selamat kan ayah saya” tambah kania dengan tangis dan air mata yang semakin deras
“hahaha kaniaa kaniaa,,kamu sungguh anak yang berbakti, apa ini sebuah kesepakatan kania?” tanya amel dengan tawa bahagianya
“tolong jaga ayah bu, kania akan segera kesana” pinta kania
“tidak kaniaa,,kamu harus datang ke hotel Z, purwo sudah menunggu mu disana dan kamu akan segera menjadi istrinya”
“baa baaikk bu, tolong jaga ayah sampai kania kembali” pinta kania dengan suara datar, kepala nya sangat sakit, pandangannya buram, fikirannya kacau
“inikah akhirnya? inikah jalan takdir nya? kenapa semua sungguh berat?”
"menikah dengan purwo tua bangka itu? tidak,, tidakkk" ucap kania dalam hati
“Tuhan,,jika ini takdir mu, kuatkan aku!! aku mohon selamatkan ayah ku” pinta kania dengan tangis nya yang kembali pecah, dia menangis kuat dengan memeluk kedua lututnya, menyembunyikan wajah nya di sela lutut itu
nyonya ajeng yang sedari tadi diam mendengarkan kania berbicara dengan seseorang di seberang telphone hanya mampu bergulat dengan fikirannya sendiri
“kenapa dia menangis?”
“apa yang terjadi?”
“ayah nya sakit?”
“menjual rumah?”
“menikah dengan laki-laki tua mesum?”
“apa yang di hadapai gadis ini?”
begitulah segelintir pertanyaan yang beradu di benak nyonya ajeng
__ADS_1
“nakk,,kamu tenang,,apa yang terjadi,,bicara lah sama saya,,saya akan berusaha membantu mu” ucap nyonya ajeng sambil memeluk tubuh kania, dia tidak tega melihat kania begitu rapuh dan menangis dengan begitu kencang
“nyonyaa,,tolong saya nyonyaa,,tolong selamatkan ayah saya,,saya mohon nyonya” ucap kania bangkit dari keterpurukannya dan menatap iba penuh harap kepada nyonya ajeng
“iya iya,,saya akan bantu kamu,,tapi tolong tenang dulu” pinta nyonya ajeng sambil memegang kedua tangan kania, berusaha menenangkan kania
kania mengatupkan kedua tangannya di depan dadanya, memohon kepada nyonya ajeng
“tolong bantu saya nyonya, ayah saya sedang kritis di rumah sakit, dia butuh operasi sekarang juga, saya tidak punya uang untuk membayar biaya nya nyonya,,,saya mohon bantulah saya” mohon kania dengan tangan bergetar dan air mata
“baikk,, saya akan bantu kamu, saya akan bayar semua biaya operasi ayah kamu” ucap nyonya ajeng
“benarkah nyonya?? sungguh?” tanya kania dengan mata berbinar, seutas senyum bahagia terukir di bibirnya, seolah kembali mendapatkan energi nya, kania bangun dan bersujud dibawah telapak kaki nyonya ajeng
“terimakasih nyonya, terimakasih, saya janji,,saya akan segera melunasinya, saya akan mencari pekerjaan dan membayar hutang saya” ucap kania dengan senyum dan air mata bahagia
“baikk,,sekarang katakan, berapa uang yang kamu butuhkan?” tanya nyonya ajeng
“500 juta nyonya, saya butuh 500 juta” ucap kania dengan sedikit ragu, karna baginya 500 juta adaalah nominal yang sangat besar, beda halnya dengan nyonya ajeng, uang 500 juta hanya angin lewat baginya, tanpa disadari kania dan nyonya ajeng, seseorang mendengar pembicaraan mereka dari balik pintu yang tidak tertutup rapat, namun dia tidak mendengar semua pembicaraan antara dua wanita itu, yang dia dengar hanya
“berapa uang yang kamu butuhkan dan 500 juta”
rahangnya mengeras dan kedua tangannya mengepal kuat, dia berjalan menjauhi kamar itu dan masuk kedalam kamarnya, dia membanting kuat pintu kamarnya
“dasar wanita munafik,,uang uang uang,,semua karna uangggggggg” teriaknya dengan keras dan melempar semua yang ada di dalam kamarnya hingga hancur berantakan
dia adalah adit
sungguh kau salah adit,,kenapa kau datang tidak tepat sehingga kau salah paham begini?? sehingga semua menambah sakit hati dan dendam kau kepada wanita???
“aaaaaaaaaaaa” teriak adit
“akan ku pastikan kau mati perlahan di tangan ku wanita munafik, wanita murahan!!” teriak adit dan
“buuugghhhhhh” dia meninju kuat dinding kamar nya, darah segar mengalir dari tangannya, sorot mata tajam nya menampakkan kebencian yang amat dalam, aura balas dendam nya datang kembali, senyum mematikan pun datang dari sudut bibir tipis nan sexi nya
"bersiaplah wanita munafik, gua akan tunjukkan gimana caranya bermain dengan benar" ucap adit dengan seringai penuh artinya
*** wah wah wahhhh,,, lagi-lagi kebencian adit kepada wanita semakin bertambah, apa yang akan adit lakukan kepada kania? pantengin terus cerita "Buah KeSabaran Kania (Istri Ku) ya guysssss
__ADS_1