
“Bagaimana Kania??” tanya Daddy lagi
Kania tertegun, dia harus menjawab apa?? menyelamatkan suaminya? atau menyelamatkan dirinya??
“Kaniaa,,jawablah Nak” ucap Mommy lembut, Kania melihat kearah Mommy, ada tatapan yang sendu dari wanita itu, iya, Kania faham arti tatapannya.
“Kaa Kaania tidak butuh laki-laki itu Daddy” jawab Kania, membuat semuanya menatap kearah Kania. Adit tertunduk lesu, bagaimana bisa Kania tidak menolongnya?? istri macam apa dia?? berbeda dengan Adit, Clara tampak tersenyum senang
(Benar Kaniaa,,benarrr,,itulah jawaban yang benar) ucap Clara dalam hati. Mommy menunduk lesu, dia juga tidak bisa menutup mata atas apa yang sudah dilakukan anaknya pada Kania. Tapi tidak bisakah Kania menolong Adit kali ini saja?? semua orang bisa berubah kan?? Adit juga pasti bisa berubah,,
“Jadi kamu benar tidak membutuhkannya?” tanya Daddy memastikan. Kania mengangguk. Jack tampak bimbang dengan jawaban Kania, disatu sisi dia senang, karna Kania akan terbebebas dari Adit, disisi lain, dia tidak mau kehilangan laki-laki yang sudah dianggap seperti saudara sendiri itu.
“Dengarkan?? tidak ada yang membutuhkan laki-laki tidak berguna seperti kamu” ucap Daddy sambil menend*ng tubuh Adit, laki-laki itu kembali terjatuh dilantai.
“Hentikan Daddy,,” ucap Kania, dia tidak kuasa menahan air matanya. Kania berlari kearah Adit, dia mengangkat tubuh Adit dan memangkunya. Sambil berlutut Kania meminta ampun kepada Daddy.
“Kania benar tidak butuh laki-laki ini, tapi Kania butuh suami Daddy. Dan ini adalah suami Kania, tolong ampuni kami Daddy” ucap Kania sambil terisak. Adit menatap Kania dengan matanya yang sudah bengkak akibat pukulan. Dia tidak menyangka Kania akan menyelamatkannya kali ini.
Mommy bernafas lega,,akhirnya Kania mau mengampuni anaknya, sedangkan Clara menghela nafas berat, apa yang sebenarnya ada dikepala Kania?? kenapa dia membela laki-laki iblis itu???
“Dia sudah menghianatimu Kania, dia sudah menyakitimu” ucap Daddy, dia merasa gagal mendidik anaknya, bukan laki-laki seperti ini yang dia inginkan sebagai anak.
“Kania tau Daddy, tapi semua orang bisa berubah, Kania yakin mas Adit akan berubah demi rumah tangga kita” harap Kania, walaupun dia sendiri tau ini akan sangat sulit. Tapi tidak ada yang mustahil didunia ini, jika Tuhan berkehendak, Kun Fayakun.
“Oke,,Daddy ampuni dia, ini semua karna kamu yang meminta Kania” ucap Daddy. Adit, Mommy dan Kania benar-benar bernafas lega.
“Tapi, Daddy akan cabut semua fasilitasnya. Kalian mulailah hidup berdua dari 0, Daddy dan siapapun tidak akan membantu kalian” ucap Daddy sambil berlalu pergi, tak lupa dia menarik sang Istri untuk ikut bersamanya.
Kini tinggallah Adit, Kania, Jack dan Clara.
__ADS_1
“Yankkk” Pekik Clara, dia dengan cepat berlari kearah Jack, dia benar-benar khawatir dengan kekasihnya itu.
“Gua gakpapa yank” jawab Jack sambil sedikit meringis kesakitan.
“Ayok,,kita obati lukanya” Ajak Clara, mereka pergi meninggalkan rumah Kania, dan kini tinggallah Kania dan Adit berdua, tanpa ada siapa-siapa lagi.
Kania mencoba bangkit, dia mengangkat tubuh Adit dengan sekuat tenaganya. Kania menarik tubuh laki-laki itu dan menidurkan di sofa.
Adit berbaring dengan nafas berat, badannya terasa amat sakit, semua terasa remuk. Kania mengambil kotak obat dan P3K.
“Maaf aku menyentuhmu, aku hanya ingin mengobati lukamu” ucap Kania tanpa menatap Adit. Dia masih mengingat kata-kata Adit
“Jangan pernah menyebutku dengan sebutan “Mas””
“Jangan pernah menatapku”
“Jangan pernah menyentuh barang-barangku”
Kania hanya menyelamatkan Adit dari Daddynya, namun untuk selanjutnya, dia tidak akan memaksa laki-laki itu untuk menjadi suaminya, kania sudah pasrah dengan sang suami, jika nanti dia ingin berpisah, maka berpisahlah. Tidak bisa mempertahankan sesuatu yang memang akan menyakiti kedua bela pihak, berpisah jika memang itu jalannya.
Dengan telaten dan penuh kelembutan Kania merawat Adit, dia membersihkan setiap luka dan memberikan obat. Adit hanya diam, dia tidak bersuara sedikitpun. Dia hanya merenungi semua yang telah terjadi. Tapi alangkah lebih baik dan senangnya apabila yang mengobatinya adalah Angel, wanita yang berhasil mencuri hatinya.
Bagaimana dengan wanita itu? apakah dia baik-baik saja?? Adit sangat cemas dengannya, Adit takut Angel akan disakiti oleh Daddynya.
YaAllah Dittt,, disaat seperti ini masih sempet-sempetnya mikirin Angell??? padahal disamping lo ada Kania,,istri Sah yang sudah menyelamatkan lo, yang sudah merawat lo, memang ya laki-laki,,dikasihani malah kayak b*bi. hehe
“Kamu mau makan?” tanya Kania lembut, tanpa menatap Adit.
Adit hanya diam, dia tidak menjawab. Namun sepertinya kali ini perut Adit merespon ucapan Kania. Cacing diperutnya seolah berteriak,,
__ADS_1
“Aku lapaaarrrr”
“Tunggu sebentar ya, aku ambilkan makan dulu” Kania langsung bangkit dan mengambil sepiring nasi lengkap dengan lauknya.
“Buka mulutnya” ucap Kania, dia melihat sekilas, namun langsung mengalihkan pandangannya. Dia benar-benar tidak berani melihat laki-laki yang sudah Sah menjadi suaminya itu, selain karna larangan dari sang suami, ditambah karna mengingat perlakuan buruk yang dialaminya beberapa waktu lalu.
Adit membuka mulutnya, sangat sulit baginya untuk mengunyah, rahangnya sakit sekali, giginya pun serasa mau rontok. Kania melihat dengan ekor mata, Adit sangat sulit untuk mengunyah makanannya. Dia langsung bangkit menuju dapur. Kania membuat bubur putih, yang dulu sering dibuatkan Ibunya kalau dia tengah sakit.
Tak lama Kania berkutat di dapur, akhirnya bubur putih simple namun nikmat itu selesai dia buat. Dia kembali menghampiri Adit, tampak tatapan kosong pada laki-laki itu, entah apa yang tengah dia fikirkan, Kania pun tidak tau.
Kania meniup bubur yang sudah ada didalam sendok, serasa sudah dingin, dia menyuapkan kepada Adit. Kali ini bubur itu bisa masuk kedalam tenggorokan Adit dengan sangat mulus. Entah karna Adit yang lapar atau memang buburnya enak, tak ada sisa lagi didalam mangkok itu. Ludesss, semuanya berhasil dihabiskan oleh Adit.
“Bangunlah, aku akan membatu mu untuk masuk kedalam kamar. Diluar sangat dingin” ucap Kania, Adit menurut. Dia mencoba bangkit, namun sulit. Kania membantunya.
Dengan perjuangan yang sangat kuat, akhirnya Adit sampai dikamar Kania.
“Tidurlah disini, aku akan tidur dikamar lain” ucap Kania, tak lupa dia menarik selimut untuk menghangatkan tubuh Adit.
“Kalau ada apa-apa, kamu bisa memanggilku” ucap Kania lagi, dia langsung keluar meninggalkan Adit. Ada rasa penasaran dalam diri Adit, sepertinya Kania berubah padanya. Tidak hangat seperti biasanya. Sikap Kania sangat dingin menurutnya, namun biarlah, apa pedulinya pada perempuan itu?? tunggu saja sampai dia sembuh, dia akan segera keluar dari rumah Kania dan akan hidup sendiri tanpa wanita ini.
Kania merebahkan tubuhnya, tampak dia melihat sekeliling, dia juga mengelus lembut kasurnya. Disinilah biasanya sang Ayah tidur, disinilah biasanya sang Ayah memberikan senyum dan semangat untuknya, namun kini?? semua tinggal kenangan, Ayahnya sudah pergi untuk selama-lamanya.
“Ayaaah,,Kania kangen Ayah,,,”
“Kania rindu Ayah,,Kania butuh Ayaahhh” tangis Kania sebelum dia tertidur pulas dikasur mendiang sang Ayah.
Istirahatlah Kania,,sudah cukup tangismu, besok dunia akan datang lagi,,tetap semangatttttt..
Jangan lupa like dan komen ya readerssss
__ADS_1
Tengkiuwwww